Rabu, 08 Juni 2016

Definisi Penyebab Dan Pengobatan Penyakit Ankilostomiasis serta Askariasis Menurut Ilmu Kedokteran

Pusatmedik.org - Definisi Penyebab Dan Pengobatan Penyakit Ankilostomiasis serta Askariasis Menurut Ilmu Kedokteran - Manusia adalah hospes defenitif dari beberapa nematoda usus atau cacing perut, yang bisa mengakibatkan masalah terhadap kesehatan masyarakat. Diantara beberapa cacing perut ada sejumlah spesies yang bisa ditularkan lewat tanah atau soil transmitted helminths. Adapun diantara cacing-cacing tersebut yang terpenting yaitu cacing gelang, cacing tambang, dan cacing cambuk.
http://www.pusatmedik.org/2016/06/definisi-penyebab-dan-pengobatan-penyakit-ankilostomiasis-serta-askariasis-menurut-ilmu-kedokteran.html
Google Image: Definisi Penyebab Dan Pengobatan Penyakit Ankilostomiasis serta Askariasis Menurut Ilmu Kedokteran
Jenis-jenis cacing tersebut dapat ditemukan di daerah dengan iklim tropis seperti Indonesia. Umumnya telur cacing bisa bertahan di tanah yang lembab, lalu tumbuh menjadi sebuah telur yang infektif serta siap masuk ke dalam tubuh manusia sebagai hospes defenitifnya. Pada kesempatan kali ini kita akan membahas Ankilostomiasis  atau infeksi cacing tambang dan Askariasis atau infeksi cacing gelang.

Definisi Penyebab Dan Pengobatan Penyakit Ankilostomiasis serta Askariasis Menurut Ilmu Kedokteran


A. Infeksi Cacing Tambang Atau Ankilostomiasis 

Definisi Ankilostomiasis
Ankilostomiasis atau infeksi cacing tambang merupakan penyakit yang disebabkan oleh cacing Ancylostoma duodenale atau Necator americanus. Jenis cacing tambang dapat mengisap darah sehingga bisa menimbulkan keluhan yang ada hubungannya dengan anemia, bisa menyebabkan retardasi mental, dan gangguan pertumbuhan yang terutama pada anak-anak.

Penyebab Ankilostomiasis 
Adapun penyebabnya adalah Necator americanus atau Ancylostoma duodenale.

Gambaran klinis Ankilostomiasis
  1. Adapun masa inkubasi bisa dilakukan beberapa minggu hingga beberapa bulan hal ini tergantung dari berat tidaknya infeksi serta keadaan gizi penderita.
  2. Saat larva mulai menembus kulit, maka penderita bisa mengalami dermatitis. Saat larva melewati organ paru maka penderita bisa mengalami batuk terus-terusan.
  3. Akibat utama dari cacing ini yaitu anemia yang kadang-kadang bisa berat hingga menyebabkan terjadinya gagal jantung.

Diagnosis Ankilostomiasis
Adapun diagnosis bisa ditegakkan dengan ditemukannya telur dalam tinja yang masih segar atau biakan dari tinja dengan cara melakukan Harada-Mori.

Pengobatan atau Penatalaksanaan
  1. Diberikan pirantel pamoat sebanyak 10 mg/kg BB tiap hari selama 3 hari.
  2. Diberikan Mebendazol 500 mg dengan dosis tunggal atau sekali saja atau sebanyak 100 mg untuk 2 x sehari dalam waktu tiga hari berturut-turut
  3. Diberikan Albendazol 400 mg dengan dosis tunggal atau sekali saja, akan tetapi tidak boleh diminum selama hamil.
  4. Untuk orang dewasa diberikan Sulfas ferosus sebanyak 3 x 1 tablet dan 10 mg/kg BB/kali diberikan kepada anak untuk mengatasi terjadinya anemia.

Pencegahan Ankilostomiasis
Adapun pencegahan penyakit ini diantaranya adalah sanitasi lingkungan serta perbaikan higiene perorangan yang terutama adalah penggunaan alas kaki.

B.Infeksi Cacing Gelang Atau Askariasis

Definisi Askariasis
Infeksi cacing gelang atau Askariasis merupakan penyakit ik yang disebabkan oleh Ascaris lumbricoides. Askariasis merupakan penyakit terbanyak kedua yang disebabkan  parasit.
 
Penyebab Askariasis
Ascaris lumbricoides merupakan penyebab penyakit ini.

Gambaran klinis Askariasis
  1. Adapun infeksi cacing gelang yang ada di usus besar gejala-gejala yang ditimbulkannya tidak jelas. Untuk infeksi masif bisa terjadi gangguan pada saluran cerna antara lain adanya obstruksi total pada saluran cerna. Cacing ini dapat bermigrasi ke organ-organ tubuh yang lainnya misalnya yaitu saluran empedu serta dapat menyumbat lumen sehingga dapat berakibat sangat fatal.
  2. Telur cacing akan menetas di dalam usus menjadi larva dan kemudian menembus di dinding usus, dan masuk ke dalam aliran darah kemudian ke paru yang bisa menimbulkan gejala seperti bersin, batuk, demam, eosinofilia, serta pneumonitis askaris. Larva tersebut akan menjadi cacing dewasa yang ada di dalam usus selama 2 bulan.
  3. Cacing dewasa yang ada di dalam usus dapat menyebabkan gejala yang khas pada saluran cerna diantaranya seperti tidak mual, muntah, dan tidak nafsu makan.
  4. Pada infeksi berat, yang terutama pada anak-anak bisa terjadi malabsorbsi sehingga dapat memperberat keadaan malnutrisi. Infeksi ini seringkali baru diketahui sesudah cacing keluar secara spontan bersama dengan tinja atau dimuntahkan.
  5. Jika cacing dengan jumlah yang banyak menggumpal di dalam usus maka bisa terjadi obstruksi usus atau ileus, dan penderita harus segera dirujuk menuju ke rumah sakit dan ditangani oleh ahli.

Diagnosis Askariasis
Diagnosis askariasis dapat ditegakkan dengan ditemukannya Ascaris dewasa ataupun telur Ascaris pada saat pemeriksaan tinja.

Penatalaksanaan dan Pengobatan Askariasis
  1. Diberikan Pirantel pamoat sebanyak 10 mg/kgBB dengan dosis tunggal
  2. Diberikan Mebendazol 500 mg dengan dosis tunggal atau sekali saja atau bisa juga 100 mg diberikan 2 x sehari dalam waktu tiga hari berturut-turut
  3. Diberikan Albendazol 400 mg dengan dosis tunggal atau sekali saja, akan tetapi tidak boleh diberikan selama hamil.

Pencegahan Askariasis 
  1. Adapun pengobatan masal dilakukan 6 bulan sekali pada daerah endemik ataupun di daerah yang sangat rawan terjadi askariasis.
  2. Penyuluhan kesehatan mengenai sanitasi yang baik, dan hygiene keluarga serta hygiene pribadi diantaranya seperti:
  3. Tidak memakai tinja untuk dijadikan pupuk tanaman.
  4. Sebelum menyiapkan makanan dan akan makan, maka tangan harus dicuci terlebih dahulu menggunakan sabun.
  5. Sayuran yang masih segar atau mentah yang akan dikonsumsi sebagai lalapan, maka harus dicuci bersih kemudian disiram lagi dengan menggunakan air hangat sebab telur cacing Ascaris bisa hidup di dalam tanah dalam waktu bertahun-tahun.
  6. Sebaiknya buang air besar dilakukan dijamban, dan tidak dilakukan di kali ataupun di kebun.

Jika pasien menderita beberapa jenis cacing, maka askariasis harus diterapi terlebih lebih dahulu dengan menggunakan pirantel pamoat. Menjaga kebersihan seperti mencuci tangan sebelum makan dan buang air besar pada tempatnya merupakan hal yang harus dilakukan agar terhindar dari terjangkitnya infeksi cacing. Demikian informasi tentang Definisi Penyebab Dan Pengobatan Penyakit Ankilostomiasis serta Askariasis Menurut Ilmu Kedokteran. Semoga bermanfaat.


Baca Juga: Definisi Penyebab Dan Pengobatan Serta Gejala Penyakit Filariasis Menurut Ilmu Kedokteran
Blogger
Disqus
Pilih Sistem Komentar Yang Anda Sukai