Minggu, 14 Agustus 2016

Morbili atau Campak Definisi Penyebab Dan Pengobatan serta Gejala Klinis Penyakit Campak Menurut Ilmu Kedokteran

Pusatmedik.org - Morbili atau Campak Definisi Penyebab Dan Pengobatan serta Gejala Klinis Penyakit Campak  Menurut Ilmu Kedokteran – Morbili atau yang lebih sering disebut campak merupakan infeksi yang disebabkan virus. Campak bisa memunculkan ruam pada seluruh tubuh serta sangat menular. Campak dapat sangat mengganggu serta dapat mengarah pada suatu komplikasi yang serius. Gejala campak dapat mulai muncul sekitar 1 sampai 2 minggu sesudah virus masuk dalam tubuh.
http://www.pusatmedik.org/2016/08/morbili-atau-campak-definisi-penyebab-dan-pengobatan-serta-gejala-klinis-penyakit-campak-menurut-ilmu-kedokteran.html
Google Image: Morbili atau Campak Definisi Penyebab Dan Pengobatan serta Gejala Klinis Penyakit Campak  Menurut Ilmu Kedokteran
Campak lebih sering dialami oleh anak-anak yang berusia lima tahun ke bawah. Akan tetapi pada dasarnya seluruh umur dapat terinfeksi virus ini, yang terutama sekali bagi mereka yang belum pernah menderita campak ataupun yang belum memperoleh vaksinasi campak. Untuk mengetahui mengenai penyakit campak atau morbili secara lebih lengkap silahkan baca bahasan berikut ini.

Morbili atau Campak Definisi Penyebab Dan Pengobatan serta Gejala Klinis Penyakit Campak  Menurut Ilmu Kedokteran


Definisi Morbili
Morbili merupakan penyakit infeksi virus yang akut dan bermanifestasi ke dalam 3 stadium diantaranya adalah stadium kataral, erupsi serta konvalens.

Penyebab Morbili
Penyebab penyakit morbili atau campak merupakan virus campak atau virus morbili. Pada awalnya, gejala-gejala campak agak sulit untuk dideteksi.

Gambaran Klinis Morbili
Adapun secara garis besar campak dapat dibagi menjadi tiga fase:

Fase pertama
Adapun fase pertama disebut juga sebagai masa inkubasi yang dapat berlangsung sekitar 10–12 hari. Biasanya pada fase ini sudah mulai mengalami infeksi tetapi pada dirinya belum terlihat gejala apapun. Bercak merah yang menjadi ciri khas dari campak belum keluar.

Fase kedua
Pada fase kedua atau fase prodormal baru muncul gejala yang menyerupai penyakit flu diantaranya seperti demam, batuk, dan pilek. Mata terlihat kemerah-merahan serta berair. Jika melihat sesuatu, maka mata akan terasa silau atau foto fobia. Di bagian mulut sebelah dalam muncul bintik-bintik berwarna putih yang dapat bertahan antara 3–4 hari. Kadang anak mengalami diare. Sekitar 1–2 hari kemudian muncul demam yang tinggi dan naik turun, berkisar antara 38–40,5 o C.

Fase ketiga
Pada fase ketiga dapat ditandai dengan keluarnya bercak-bercak merah seiring dengan terjadinya demam yang tinggi. Akan tetapi bercak tidak langsung muncul pada seluruh tubuh melainkan secara bertahap dan merambat. Biasanya bermula dari bagian belakang telinga dan leher, lalu dada, muka, tangan serta kaki. Warnanya juga khas yaitu merah dengan ukuran tak terlalu besar tetapi juga tak terlalu kecil.

Adapun bercak-bercak merah ini di dalam bahasa kedokterannya biasa disebut sebagai makulopapuler. Biasanya bercak dapat memenuhi seluruh bagian tubuh dalam waktu satu minggu, hal ini sangat tergantung pada sistem imun atau daya tahan tubuh dari masing-masing anak. Umumnya apabila bercak merahnya telah keluar, maka demam dapat turun dengan sendirinya. Adanya bercak merah  makin lama akan menjadi kehitaman serta bersisik atau hiperpigmentasi, kemudian rontok atau dapat sembuh dengan sendirinya. Pada periode ini adalah masa penyembuhan yang memerlukan waktu hingga 2 minggu.

Diagnosis Morbili
Munculnya bercak kemerahan yang terutama pada badan bagian atas. . Gejala campak yang umumnya muncul adalah:
  1. Mata berwarna merah.
  2. Mata sensitif terhadap cahaya.
  3. Terdapat gejala yang menyerupai pilek misalnya seperti radang tenggorokan, flu atau hidung beringus dan tersumbat.
  4. Mengalami demam.
  5. Bercak-bercak putih keabu-abuan di mulut dan juga tenggorokan.

Penatalaksanaan Morbili
Adapun penanganan yang benar adalah sebagai berikut
  1. Jika campaknya ringan, maka anak bisa dirawat di rumah. Namun apabila campaknya berat dan bahkan sampai terjadi komplikasi serius maka harus segera di bawa menuju rumah sakit.
  2. Adapun anak yang menderita campak perlu dirawat pada tempat tersendiri supaya tidak menularkan penyakit campak kepada yang lainnya. Apalagi jika ada bayi yang belum memperoleh imunisasi campak.
  3. Berilah penderita asupan makanan yang bergizi seimbang serta cukup untuk meningkatkan  kekebalan atau daya tahan tubuhnya. Makanan yang dikonsumsi harus mudah dicerna sebab anak yang menderita campak sangat rentan terjangkit oleh  infeksi yang lain misalnya seperti flu, radang tenggorokan, atau yang lainnya. Masa-masa rentan ini masih akan berlangsung selama sebulan sesudah sembuh sebab daya tahan tubuh masih lemah.
  4. Adapun pengobatan secara simtomatik dapat disesuaikan dengan gejala-gejala yang ada.
  5. Sebaiknya Anda segera mendatangi atau menghubungi dokter, puskesmas, klinik, ataupun rumah sakit yang terdekat bila mencurigai anak Anda sedang menderita campak. Adapun diagnosis campak dapat dilakukan dengan cara melihat gejala-gejala yang telah muncul. Tetapi untuk memastikan diagnosis pada campak, maka sampel air liur dapat diambil untuk tes.
Sistem kekebalan tubuh pada manusia secara alami dapat melawan infeksi virus campak, tetapi jika komplikasi yang terjadi ataupun infeksi campak sangat parah, maka perlu perawatan serta pengobatan di rumah sakit. Agar mempercepat proses pemulihan, maka adat beberapa hal yang dapat membantu:
  1. Minum air yang banyak untuk mencegah dehidrasi.
  2. Cukup istirahat serta hindari sinar matahari jika mata masih sensitif dengan cahaya.
  3. Minumlah obat penurun demam, atau obat pereda nyeri atau sakit. Tetapi jauhkan aspirin apabila anak Anda berusia 16 tahun ke bawah.
Komplikasi campak dapat sangat berbahaya
Meskipun jumlah penderita komplikasi penyakit ini cukup sedikit, tetapi kita harus tetap diwaspadai. Adapun contoh komplikasi akibat dari campak yaitu radang telinga, infeksi paru-paru, infeksi otak, dan bronkhitis.

Kelompok orang yang memiliki risiko mengalami komplikasi yaitu: Bayi usia satu tahun ke bawah, anak-anak yang kondisi kesehatannya buruk, orang yang memiliki sistem kekebalan tubuh lemah, orang yang menderita penyakit kronis. 
Blogger
Disqus
Pilih Sistem Komentar Yang Anda Sukai