Minggu, 28 Agustus 2016

Pulpitis Definisi Penyebab Dan Pengobatan serta Gejala Klinis Penyakit Pulpitis Menurut Ilmu Kedokteran

Pusatmedik.org - Pulpitis Definisi Penyebab Dan Pengobatan serta Gejala Klinis Penyakit Pulpitis Menurut Ilmu Kedokteran – Memiliki gigi yang putih, dan sehat siapa sih yang tidak menginginkannya? Karena dengan memiliki gigi yang putih, sehat, dan terawat dapat meningkatkan kepercayaan diri seseorang. Namun sayangnya tidak semua orang beruntung memiliki gigi yang seperti itu.
http://www.pusatmedik.org/2016/08/pulpitis-definisi-penyebab-dan-pengobatan-serta-gejala-klinis-penyakit-pulpitis-menurut-ilmu-kedokteran.html
Google Image: Pulpitis Definisi Penyebab Dan Pengobatan serta Gejala Klinis Penyakit Pulpitis Menurut Ilmu Kedokteran
Pulpitis merupakan salah satu masalah gigi yang cukup banyak dialami oleh masyarakat Indonesia adalah peradangan pada pulpa gigi yang menimbulkan rasa nyeri. Pulpa merupakan bagian gigi dari gigi yang paling dalam dan mengandung saraf serta pembuluh darah. Jika seseorang mengalami pulpitis tentu saja rasa nyeri yang sangan yang dapat dirasakan dan jika tidak segera ditangani maka bisa saya menimbulkan peradangan dan bahkan bisa menimbulkan komplikasi yang lebih serius lagi. Selengkapnya mengenai pulpitis bisa anda simak pada ulasan berikut.

Pulpitis Definisi Penyebab Dan Pengobatan serta Gejala Klinis Penyakit Pulpitis Menurut Ilmu Kedokteran


Definisi Pulpitis
Pulpitis merupakan peradangan yang terjadi pada pulpa gigi dan bisa menimbulkan rasa nyeri yang merupakan reaksi tubuh terhadap toksin dari bakteri yang ada pada karies gigi.

Penyebab Pulpitis
Adapun penyebab dari pulpitis yang sering ditemukan yaitu adanya pembusukan pada gigi, dan penyebab keduanya yaitu cedera. Pulpa pada gigi terbungkus di dalam dinding yang cukup keras sehingga tidak punya ruang yang cukup digunakan untuk membengkak saat terjadi peradangan. Sehingga yang terjadi hanya peningkatan tekanan yang ada di dalam gigi.

Adapun peradangan yang ringan, apabila berhasil diatasi, maka tidak akan menyebabkan kerusakan pada gigi yang permanen. Sedangkan peradangan yang berat dapat mematikan pulpa. Meningkatnya tekanan-tekanan yang ada di dalam gigi dapat mendorong pulpa lewat ujung akar, sehingga dapat melukai tulang rahang serta jaringan yang ada di sekitar.

Gambaran Klinis Pulpitis
  1. Adapun gigi yang menderita pulpitis akan terasa nyeri berdenyut, yang terutama terjadi pada malam hari. Rasa nyeri ini mungkin saja dapat menjalar hingga ke daerah sinus dan juga pelipis (pulpitis gigi bagian atas) ataupun ke daerah telinga (yaitu  pulpitis gigi bagian bawah).
  2. Jika kemasukan makanan, akibat rangsangan manis, asam, ataupun dingin akan terasa sangat sakit. Selain itu jika terasa sakit saat mengunyah makanan maka dapat menunjukkan bahwa peradangan yang terjadi sudah mencapai jaringan periapikal.
  3. Gigi umumnya sudah berlubang cukup dalam serta pulpa sudah terbuka.

Diagnosis Pulpitis
Adapun diagnosis bisa ditegakkan berdasarkan gejala dan juga hasil dari pemeriksaan fisik diantaranya seperti keluhan rasa nyeri dan juga tanda adanya peradangan.
Untuk dapat menentukan apakah pulpa penderita masih dapat diselamatkan, maka bisa dilakukan beberapa macam pengujian diantaranya adalah sebagai berikut:
  1. Penderita diberikan rangsangan dingin.
  2. Apabila setelah rangsangan dingin tersebut dihentikan dan nyerinya menghilang, itu berarti pulpa penderita masih sehat. Adapun pulpa dapat dipertahankan dengan cara dilakukan pembuangan pada bagian gigi yang telah membusuk dan kemudian menambalnya.
  3. Apabila rasa nyeri tetap ada meski rangsangan dingin tersebut telah dihilangkan ataupun jika nyeri muncul secara spontan, maka bagian pulpa tidak bisa dipertahankan lagi.
  4. Melakukan pemeriksaan dengan menggunakan penguji pulpa elektrik. Adapun alat ini dapat digunakan untuk menunjukkan kondisi pulpa apakah masih hidup, dan bukan untuk menentukan apa pulpa masih sehat. Apabila penderita merasakan adanya aliran listrik di giginya, maka berarti pulpa penderita masih hidup.
  5. Pulpa juga bisa diperiksa dengan cara mengetuk gigi dengan menggunakan sebuah alat. Apabila dengan mengetuk gigi kemudian timbul nyeri, maka berarti peradangan tersebut sudah menyebar luas menuju ke jaringan dan juga tulang yang berada di sekitarnya.
  6. Selain itu juga dapat dilakukan dengan rontgen gigi. Hal ini dilakukan biasanya untuk memperkuat ada tidaknya pembusukan gigi dan juga dapat menunjukkan apakah penyebaran pada peradangan sudah menyebabkan pengeroposan tulang yang berada di sekitar akar-akar dari gigi.

Penatalaksanaan Pulpitis
− Jika tidak ditemukan tenaga dental, maka sebaiknya lubang gigi dibersihkan yaitu dengan menggunakan ekskavator dan juga semprit air, setelah itu dikeringkan dengan menggunakan kapas dan dijejali menggunakan pellet kapas yang sudah ditetesi dengan eugenol.
− Berikanlah analgetik jika perlu juga dapat diberikan:
  1. Parasetamol sebanyak 3x500 mg per hari pada orang yang sudah dewasa.
  2. Parasetamol sebanyak 3x250 mg per hari pada anak-anak.
− Jika sudah ada peradangan pada jaringan periapikal, maka dapat berikan antibiotik dalam waktu 5 hari yaitu sebagai berikut:
  1. Berikan Amoksisilin sebanyak 3x500 mg per hari pada orang yang sudah dewasa.
  2. Berikan Amoksisilin sebanyak 3x250 mg per hari pada anak-anak.
− Jika penderita alergi dengan golongan penisilin, maka dapat diberikan :
  1. Tetrasiklin sebanyak 3x500 mg per hari dalam waktu 5 hari untuk orang yang sudah dewasa.
  2. Eritromisin sebanyak 3x250 mg per hari dalam waktu 5 hari untuk penderita anak-anak.
− Selanjutnya penderita dapat dirujuk menuju rumah sakit atau dokter gigi.
Peradangan biasanya akan mereda jika penyebabnya sudah diobati. Apabila pulpitis masih stadium dini, maka dapat dilakukan penambalan sementara yang berisi obat penenang saraf dapat menghilangkan nyeri. Tambalan dapat dibiarkan hingga 6-8 minggu kemudian diganti dengan penambalan permanen.

Apabila terjadi kerusakan pulpa secara luas dan tidak bisa diperbaiki, maka satu-satunya cara yang dilakukan untuk menghilangkan nyeri yaitu dengan mencabut pulpa tersebut, baik lewat pengobatan saluran akar atau dengan pencabutan gigi.

Blogger
Disqus
Pilih Sistem Komentar Yang Anda Sukai