Kamis, 01 September 2016

Salpingitis Definisi Penyebab Dan Pengobatan serta Gejala Klinis Penyakit Salpingitis Menurut Ilmu Kedokteran

Pusatmedik.org - Salpingitis Definisi Penyebab Dan Pengobatan serta Gejala Klinis Penyakit Salpingitis Menurut Ilmu Kedokteran - Mungkin sebagian dari anda ada yang belum tahu apa itu salpingitis, gejala-gejala apa saja yang ditimbulkan oleh salpingitis, jenis dan juga penyebabnya serta informasi-informasi lain yang terkait dengan penyakit penyebab ketidak suburan yang dialami oleh wanita. Jika anda belum tahu dan ingin tahu maka simak ulasan lengkapnya di bawah ini.
http://www.pusatmedik.org/2016/08/salpingitis-definisi-penyebab-dan-pengobatan-serta-gejala-klinis-penyakit-salpingitis-menurut-ilmu-kedokteran.html
Google Image: Salpingitis Definisi Penyebab Dan Pengobatan serta Gejala Klinis Penyakit Salpingitis Menurut Ilmu Kedokteran
Definisi Salpingitis           
Salpingitis merupakan infeksi yang terjadi di bagian saluran tuba uterine, dipicu oleh infeksi dari bakteri. Kondisi ini adalah penyebab umum dari terjadinya ketidaksuburan pada perempuan sebab peradangan bisa saja merusak saluran tuba. Salpingitis mungkin saja tidak memiliki gejala, akan tetapi tanda-tandanya diantaranya termasuk keputihan yang terjadi secara abnormal, bercak antara tiap periode, periode yang cukup menyakitkan, terasa sakit saat terjadi ovulasi atau saat sedang melakukan hubungan seks dan juga terasa nyeri pada punggung bagian bawah.

Salpingitis Definisi Penyebab Dan Pengobatan serta Gejala Klinis Penyakit Salpingitis Menurut Ilmu Kedokteran


Tanpa adanya pengobatan yang dilakukan dengan tepat, maka infeksi bisa secara permanen merusak bagian tuba falopi sehingga menyebabkan telur dilepaskan setiap kali siklus menstruasi sehingga tidak bisa bertemu dengan sperma.

Penyebab Salpingitis
Adapun salpingitis yang akut kebanyakan disebabkan infeksi gonore. Sedangkan salpingitis kronik bisa berbentuk sebagai salpingitis ismika nodosa, piosalping, atau hidrosalping. Pada salpingitis yang akut perlu juga dipikirkan kemungkinan terjadinya kehamilan ektopik ataupun apendisitis sebagai bentuk diagnosis pembanding.
Beberapa bakteri yang umumnya pada salpingitis diantaranya:
  1. Klamidia
  2. Mycoplasma
  3. Staphylococcus
  4. Streptococcus.
  5. Gonococcus
Bakteri bisa masuk menuju alat reproduksi wanita dalam berbagai cara, yaitu:
  1. Persetubuhan
  2. Penyisipan sebuah IUD
  3. Persalinan
  4. Keguguran
  5. Abortus
  6. Usus buntu
Faktor dari gaya hidup yang meningkatkan risiko wanita mengalami salpingitis kontrak diantaranya meliputi:
  1. terlibat dalam sebuah hubungan seksual tidak menggunakan kondom
  2. infeksi sebelumnya dari penyakit menular seksual.

Gambaran Klinis Salpingitis
Adapun gambaran klinis dari salpingitis adalah sebagai berikut.
  1. Penderita akan mengeluhkan rasa nyeri pada perut bagian bawah, baik itu unilateral maupun bilateral. Rasa nyeri ini bertambah jika melakukan gerakan.
  2. Kadang-kadang terdapat perdarahan yang berada di luar siklus serta terdapat secret vagina yang keluar secara berlebihan.
  3. Sedangkan pada kasus yang akut maka dapat terjadit demam yang terkadang disertai dengan keluhan menggigil.
  4. Selain itu terdapat nyeri tekan pada abdomen di bagian bawah yang didisertai dengan nyeri pada saat pergerakan serviks. Parametrium terasa nyeri baik unilateral maupun bilateral.
Dalam kasus yang ringan, maka salpingitis mungkin saja tidak memiliki gejala-gejala tertentu. Ini artinya saluran tuba bisa menjadi rusak tanpa disadari oleh seorang wanita saat mengalami infeksi ini. Adapun gejala dari salpingitis bisa mencakup:
  1. keputihan yang abnormal, misalnya saja seperti warnanya yang tidak biasa ataupun berbau
  2. bercak yang terjadi antara periode haid
  3. mengalami dismenorea (yaitu periode yang menyakitkan)
  4. terasa nyeri saat ovulasi
  5. saat melakukan hubungan seksual merasa tidak nyaman atau sangan menyakitkan
  6. mengalami demam
  7. terasa nyeri pada perut di kedua sisi
  8. terasa nyeri pada punggung bagian bawah
  9. mual dan  juga muntah
  10. sering sekali melakukan buang air kecil
  11. gejala-gejala biasanya muncul sesudah masa menstruasi.

Diagnosis Salpingitis
Nyeri tekan serta terasa kaku di daerah tuba yang dilakukan pada pemeriksaan ginekologi.
Selain itu mendiagnosis salpingitis dapat melibatkan sejumlah tes, diantaranya termasuk:
  1. Pemeriksaan secara umum yaitu untuk memeriksa adanya nyeri lokal serta kelenjar getah bening
  2. Tes darah yaitu untuk memeriksa jumlah dari sel darah putih serta faktor-faktor yang lain yang menunjukkan adanya infeksi
  3. pemeriksaan panggul yaitu untuk memeriksa debit dan kelembutan
  4. lendir swab yaitu smear diambil yang tujuannya untuk dibiakkan dan kemudian diperiksa di laboratorium agar bisa mengetahui jenis bakterinya
  5. laparoskopi yang biasanya juga dilakukan dalam beberapa kasus, karena saluran tuba mungkin saja perlu dilihat oleh sebuah instrumen ramping yang dimasukkan lewat sayatan perut.

Penatalaksanaan Salpingitis
  1. Pasien dianjurkan untuk melakukan tirah baring dengan posisi Fowler.
  2. Berikanlah antibiotika spektrum luas dengan menggunakan dosis tinggi yaitu:
  3. Diberikan Ampisilin 2 g i.v, lalu diberikan 1 g yaitu setiap 6 jam sekali
  4. Dapat juga ditambah dengan Gentamisin sebanyak 5 mg/kg BB dilakukan dengan cara i.v dengan menggunakan dosis tunggal per hari dan juga dapat diberikan Metronidazol sebanyak 500 mg dengan cara i.v yaitu setiap 8 jam sekali.
  5. Lanjutkanlah antibiotika ini hingga pasien tidak merasa panas dalam waktu 24 jam.
  6. Adapun pilihan yang lain yang dapat diberikan yaitu Ampisilin sebanyak 3,5 gram diberikan per oral, yang disusul dengan jumlah 500 mg sebanyak 4 x dalam sehari yaitu dalam waktu 7 – 10 hari. Selain itu bisa juga diberikan robenesid sebanyak 1 gram dalam sehari yang diberikan secara per oral baik untuk alternatif yang pertama maupun untuk alternatif yang kedua.
  7. Selain itu pilihan yang lainnya yaitu diberikan Doksisiklin sebanyak 100 mg yaitu 2 x dalam sehari dalam waktu 10 hari.
  8. Apabila pasien memakai AKDR, maka harus dicabut.
  9. Apabila tata laksana yang telah disebutkan di atas sudah dilakukan namun tidak dapat menolong, maka pasien sebaiknya segera dirujuk.

Blogger
Disqus
Pilih Sistem Komentar Yang Anda Sukai