Jumat, 02 September 2016

Serumen Definisi Penyebab Dan Pengobatan serta gejala Klinis Penyakit Serumen Menurut Ilmu Kedokteran

Pusatmedik.org - Serumen Definisi Penyebab Dan Pengobatan serta gejala Klinis Penyakit Serumen Menurut Ilmu Kedokteran - Berhati-hatilah dalam membersihkan telinga dan jangan sembarangan. Karena jika dilakukan dengan tidak berhati-hati dan sembarangan, maka Anda justru dapat mengalami serumen. Sebagian orang ada yang sering sekali mengalami masalah telinga yang berdengung. Tentu hal init amat mengganggu.
http://www.pusatmedik.org/2016/08/serumen-definisi-penyebab-dan-pengobatan-serta-gejala-klinis-penyakit-serumen-menurut-ilmu-kedokteran.html
Google Image: Serumen Definisi Penyebab Dan Pengobatan serta gejala Klinis Penyakit Serumen Menurut Ilmu Kedokteran

Karena selain bisa menurunkan pendengaran, telinga yang berdengung juga dapat menimbulkan rasa yang tidak nyaman serta bisa mengganggu daya konsentrasi. Dan ternyata, gangguan telinga yang berdengung atau yang dalam istilah medisnya disebut juga sebagai Tinitus sebagian besar diakibatkan oleh telinga yang mengalami serumen. Nah, apa sih sebenarnya serumen itu? Apa penyebabnya dan bagaimana cara mengobatinya? Untuk mendapatkan jawabannya, maka simak informasi yang akan kami sampaikan berikut ini.

Serumen Definisi Penyebab Dan Pengobatan serta gejala Klinis Penyakit Serumen Menurut Ilmu Kedokteran


Definisi Serumen
Serumen bisa juga disebut sebagai kotoran yang ada pada liang telinga. Serumen atau sumbatan serumen merupakan kondisi tersumbatnya telinga yang diakibatkan oleh kotoran-kotoran telinga (serumen) yang sudah menggumpal keras serta membatu.
 
Gangguan serumen adalah gangguan telinga yang paling sering terjad di antara gangguan pada telinga yang lain. Tidak hanya orang dewasa, akan tetapi anak-anak pun juga bisa mengalami kasus atau masalah serumen ini.
 
Perlu anda tahu bahwa setiap hari kedua telinga kita memproduksi kotoran-kotoran yang disebut serumen. Kotoran telinga ini berbentuk menyerupai cairan lilin yang cukup lengket serta berwarna kuning dan merupakan hasil terjadinya sekresi dari kelenjar yang bernama seruminosa yang ada di liang telinga.
 
Serumen bermanfaat untuk melapisi kulit dari liang telinga dan juga melindungi telinga dari kerusakan dan juga infeksi. Pada kondisi-kondisi tertentu, serumen bisa menggumpal dan juga mengeras membatu kemudian membentuk sumbatan serumen (serumen prop).

Penyebab Serumen
Adapun penyebab serumen adalah tertimbunnya kotoran-kotoran pada liang telinga. Kebiasaan yang terlalu sering membersihkan kedua telinga dengan cara mengorek-korok cukup dalam ternyata bukanlah cara yang tepat. Karena telinga yang sering sekali dibersihkan dengan cara dikorek cukup dalam bisa membuat kotoran telinga semakin terdorong menuju ke dalam. Serumen atau kotoran-kotoran telinga yang semakin masuk menuju ke dalam telinga tersebut akan menumpuk dalam liang telinga, kemudian menggumpal, dan pada akhirnya akan mengeras.
 
Gumpalan kotoran-kotoran telinga yang sudah mengeras itu biasanya terjadi secara perlahan dan dalam waktu cukup lama, sehingga kita sering tidak menyadarinya. Biasanya gumpalan kotoran telinga ini baru diketahui ketika sudah menimbulkan dampak-dampak yang mengganggu yaitu berupa gangguan atau keluhan pada indera pendengar kita.
 
Adapun kebiasaan terlalu sering dalam membersihkan telinga ternyata cukuplah berisiko. Oleh sebab itu, kebiasaan tersebut haruslah dihindari. Sebaiknya, bersihkanlah telinga hanya sekali-sekali saja. Tidak perlu terlalu sering, apalagi sampai dengan cara dikorek-korek terlalu dalam. Sebab sebenarnya, telinga mempunyai mekanisme sendiri untuk membersihkan dan juga mengeluarkan kotoran yang ada di dalamnya. Tanpa dengan dikorek-korek dan dibersihkan menggunakan alat pembersih telinga (cotton buds), kotoran telinga bisa keluar dengan sendirinya.
 
Sedangkan adanya rambut-rambut halus di dinding bagian dalam telinga dan juga gerakan mulut ketika mengunyah bisa membuat kotoran telinga tersebut keluar sendiri serta menguap. Jika proses penguapan tersebut tidak berjalan dengan sempurna, maka sebagian dari kotoran telinga yang sudah keluar tadi berkumpul di bagian ujung yang paling luar dari kedua lubang telinga. Kumpulan kotoran-kotoran telinga yang ada di ujung luar dari lubang telinga ini yang perlu serta boleh dibersihkan.
 
Kotoran telinga diproduksi oleh kelenjar yang bernama seruminosa. Kotoran telinga sebenarnya berfungsi sebagai pelindung telinga terhadap ancaman masuknya binatang-binatang ke dalam telinga. Adapun kotoran telinga ini rasanya cukup pahit dan juga lengket. Sehingga jika ada binatang misalnya seperti semut yang masuk dalam telinga, maka binatang tersebut bisa mati keracunan ataupun lengket menempel di serumen dan tidak dapat masuk menuju ke dalam telinga. Jika kotoran telinga hampir tidak ada ataupun bersih sama sekali, maka binatang-binatang kecil akan mudah masuk serta merusak gendang telinga. Sedangkan kita tahu rusaknya gendang telinga ini dapat menimbulkan dampak yang sangat fatal, yaitu dapat menimbulkan ketulian. Jadi bagaimanapun juga, serumen atau kotoran telinga ini tetap dibutuhkan untuk melindungi telinga serta indera pendengaran kita.

Gejala klinik Serumen
Pasien mengalami keluhan rasa seperti tersumbat di bagian telinga, pendengaran berkurang serta kadang-kadang juga berdengung. Pada pemeriksaan di bagian liang telinga terlihat serumen dalam bentuk yang lunak, liat, keras, serta padat.

Diagnosis Serumen
Anamnesis serta pemeriksaan fisik (pada telinga)

Penatalaksanaan Serumen
Penatalaksanaannya adalah sebagai berikut:
  1. Serumen cair
    Jika serumen sedikit, maka bersihkan dengan menggunakan kapas yang dililitkan di pelilit kapas atau bisa juga disedot dengan menggunakan pompa penghisap kotoran telinga.
  2. Serumen lunak
    Jika serumen banyak dan juga tidak terdapat riwayat perforasi pata membran timpani, maka lakukan irigasi pada liang telinga dengan menggunakan larutan permanganat yaitu 1/1000 suhu larutan disesuaikan dengan suhu tubuh. Jika ada riwayat perforasi pada membran timpani, maka irigasi ini tidak dapat dilakukan. Bersihkan serumen dengan menggunakan kapas yang dililitkandi pelilit kapas.
  3. Serumen liat
    Dengan cara dikait dengan menggunakan pengait serumen, jika tidak berhasil maka dilakukan irigasi dengan syarat yaitu tidak ada perforasi pada membran timpani.
  4. Serumen keras dan  juga padat
    Jika serumen berukuran besar serta menyumbat liang telinga, maka lunakkan terlebih dahulu dengan cara meneteskan karboliserin 10% dalam waktu 3 hari, lalu keluarkan dengan menggunakan pengait atau bisa juga dilakukan irigasi.


Blogger
Disqus
Pilih Sistem Komentar Yang Anda Sukai