Kamis, 15 September 2016

Stomatitis Definisi Penyebab Dan Pengobatan serta Gejala Klinis Penyakit Stomatitis Menurut Ilmu Kedokteran

Pusatmedik.org - Stomatitis Definisi Penyebab Dan Pengobatan serta Gejala Klinis Penyakit Stomatitis Menurut Ilmu Kedokteran – Pernahkah anda menderita sariawan? Menyedihkan bukan jika sedang sariawan? Rasa perihnya terkadang membuat orang yang mengalaminya menjadi malas untuk berbicara dan makan. Sariawan ini dalam istilah medis sering disebut sebagai stomatitis yang merupakan sebuah proses peradangan di mulut,  terasa sakit, dan bisa mengganggu kemampuan penderitanya untuk makan, berbicara, bahkan tidur.
http://www.pusatmedik.org/2016/09/stomatitis-definisi-penyebab-dan-pengobatan-serta-gejala-klinis-penyakit-stomatitis-menurut-ilmu-kedokteran.html
Google Image: Stomatitis Definisi Penyebab Dan Pengobatan serta Gejala Klinis Penyakit Stomatitis Menurut Ilmu Kedokteran
Sariawan bisa terjadi di bagian manapun pada rongga mulut termasuk diantaranya  bagian gusi, lidah, bibir, pipi, dan juga langit–langit. Ada dua bentuk utama stomatitis yaitu: herpes stomatitis dan juga stomatitis aftosa. Selengkapnya mengenai stomatitis atau sariawan, silahkan simak uraian berikut.

Stomatitis Definisi Penyebab Dan Pengobatan serta Gejala Klinis Penyakit Stomatitis Menurut Ilmu Kedokteran


Definisi Stomatitis
Stomatitits atau sariawan (Ulkus Aftosa, Chanker Sores) suatu suatu luka terbuka dengan ukuran kecil yang ada di dalam mulut dan menimbulkan nyeri.

Penyebab Stomatitis
Adapun penyebabnya bermacam-macam diantaranya yaitu kebersihan mulut yang cukup buruk, gizi yang kurang, adanya infeksi kumam, adanya gangguan hormonal yaitu gingivostomatitis deskuamatif, kelainan pada darah, pemakaian obat-obatan atau juga sering disebut stomatitis medikamentosa/ venenata) ataupun makanan yang dapat merangsang terjadinya stomatitis misalnya cabe.

Adapun untuk stomatitis Vincent biasanya disebabkan oleh kumam berupa Gram negatif, sedangkan untuk stomatitis aftosa (sariawan) adalah bentuk yang belum diketahui penyebabnya secara pasti. Beberapa faktor diduga memiliki peran terjadinya sariawan, contohnya trauma, cemas, gangguan hormonal, demam, dan stres.
Selain itu beberapa penyebab potensial lainnya diantaranya meliputi:
  1. Mulut yang kering akibat bernapas lewat mulut sebab hidung tersumbat;
  2. Adanya luka akibat proses perawatan gigi, penggunaan kawat gigi yang tertlalu tajam, menggunakan gigi palsu yang letaknya tidak pas, ataupun tidak sengaja tergigit;
  3. Merupakan respon alergi terhadap bahan-bahan makanan ataupun obat–obatan tertentu;
  4. Terjadinya peradangan akibat infeksi;
  5. Terjadinya inflammatory bowel diseases;
  6. Terjadinya penyakit autoimun;
  7. Menderita penyakit HIV/AIDS;
  8. Akibat sistem kekebalan pada tubuh yang lemah;
  9. Akibat efek samping dari kemoterapi dan radioterapi.
  10. Akibat kekurangan mikronutrien misalnya seperti seng, vitamin B12, zat besi, dan asam folat.

Gambaran klinis Stomatitis
  1. Sariawan bisa terjadi di seluruh bagian mulut. Jika sariawan ini letaknya di dekat faring, maka penderita biasanya akan mengeluh sakit saat menelan.
  2. Stomatitis Vincent ataupun gingivostomatitis nekrotik biasanya muncul secara akut. Penderita akan mengeluh terjadi perdarahan secara spontan pada bagian gusi dan selain itu gigi sering terasa seperti memanjang.
    Ulkus yang ada pada stomatitis ini umumnya terdapat di bagian gusi antar gigi dan juga diselaputi oloeh pseudomembran yang berwarna kuning keabu-abuan dan mudah diangkat. Akan tetapi ulkus ini bisa meluas di bagian lain di mulut hingga ke faring.
  3. Herpes stomatitis biasanya ditandai dengan munculnya beberapa lepuhan yang bisa tersebar di gusi, langit–langit mulut, pipi, lidah, ataupun perbatasan bibir. Penderita bisa mengalami kesulitan saat makan, minum, dan juga menelan.
    Demam tinggi adalah penanda utama yang berasal dari infeksi virus yaitu herpes simpleks tipe ke 1 (HSV1), yang bisa mencapai 40 0C. Adanya demam bisa terjadi beberapa hari sebelum lepuhan-lepuhan muncul.
    Luka kecil yang berbentuk seperti kawah ataupun tukak mulai muncul saat lepuhan pecah. Sedangkan infeksi sekunder bisa terjadi pada bagian tukak tersebut. Infeksi dapat berlangsung sekitar 7–10 hari.
  4. Sedangkan untuk stomatitis aftosa dapat ditandai dengan adanya luka kecil yang berbentuk bulat ataupun oval berwarna kemerahan, yaitu dengan pusat luka yang berwarna putih ataupun kekuningan dan bagian tepi yang meradang.
    Biasanya luka yang berukuran kecil akan sembuh sendiri sesudah 1–2 minggu yang tanpa disertai dengan adanya jaringan parut. Sedangkan pada luka yang besar, biasanya luka berbentuk tak teratur dan membaik sesudah 6 minggu ataupun lebih dan bisa meninggalkan jaringan parut.

Diagnosis Stomatitis
Gejala dan juga tanda nyatanya yaitu berupa rasa nyeri serta perih di sekitaran area lesi atau luka sariawan dengan luka yang dapat terbuka kemerahan atau keputihan dan terkadang hanyalah rasa terbakar saja atau burning mouth syndrome. Adapun stomatitis dapat muncul sebagai lesi baik tunggal maupun jamak, biasanya sesuai dengan faktor-faktor penyebabnya.

Kekhawatiran yang biasanya ditimbulkan yaitu penurunan selera makan serta minum sebab rasa tidak nyaman, yang mana ini justru dapat menyebabkan kekurangan asupan pada nutrisi dan juga dapat mengarah pada dehidrasi yang akhirnya bisa memperburuk kondisi seriawan tersebut.

Penatalaksanaan Stomatitis
Penatalaksanaan stomatitis dapat dilakukan dengan cara sebagai berikut:
  1. Sariawan bisa segera disembuhkan dengan menggunakan deksametason sebanyak 1 mg diberikan 2 x dalam sehari dan cukup diberikan selama 2 hingga 3 hari, apabila sudah sering berulang serta  dalam 2 minggu tak juga sembuh.
  2. Jika tidak diketahui secara pasti apakah Vincent atau bukan, maka kombinasikan dengan menggunakan antibiotik yaitu berupa amoksisilin 500 mg diberikan 3 x dalam sehari dalam waktu 5 hari.
  3. Faktor-faktor lokal maupun faktor-faktor sistemik yang ada pada stomatitis Vincent perlu untuk dihilangkan, misalnya saja anjurkan untuk istirahat cukup, mengkonsumsi makanan yang bergizi, dan juga jangan merokok.
    Setelah itu mulut diirigasi dengan menggunakan cairan H2O2 ditambah dengan air hangat sebanyak 1,5%. Jaringan nekrotik sebaiknya diambil dengan hati-hati menggunakan kain kasa yang sudah dibasahi dengan menggunakan H2O2 ataupun larutan garam faali.
    Berilah juga vitamin B kompleks dan juga vitamin C sebanyak 50 mg diberikan 3 x sehari dalam waktu 3 hari.

Blogger
Disqus
Pilih Sistem Komentar Yang Anda Sukai