Jumat, 16 September 2016

Struma Definisi Penyebab Dan Pengobatan serta Gejala Klinis Penyakit Struma Menurut Ilmu Kedokteran

Pusatmedik.org - Struma Definisi Penyebab Dan Pengobatan serta Gejala Klinis Penyakit Struma Menurut Ilmu Kedokteran – Pernahkah anda mendengar mengenai penyakit gondok? Atau mungkin sudah pernah mengalaminya? Gondok dalam istilah medisnya disebut sebagai struma. Struma merupakan pembesaran kelenjar gondok dan disebabkan oleh penambahan pada jaringan kelenjar gondok serta menghasilkan hormon tiroid dengan jumlah banyak sehingga dapat menimbulkan keluhan diantaranya seperti berdebar–debar, bicara jadi gagap, berkeringat, berat badan menurun, gemetaran, mencret, mata membesar, sehingga penyakit ini dinamakan dengan hipertiroid (graves’ disease).
http://www.pusatmedik.org/2016/09/struma-definisi-penyebab-dan-pengobatan-serta-gejala-klinis-penyakit-struma-menurut-ilmu-kedokteran.html
Google Image: Struma Definisi Penyebab Dan Pengobatan serta Gejala Klinis Penyakit Struma Menurut Ilmu Kedokteran
Namun ada juga jenis struma yang tak menimbulkan gejala-gejala seperti di atas bahkan tak ada gejala-gejala sama sekali sehingga biasanya pasien datang berobat karena keluhan merasa risih atau takut karena gondoknya membesar. Ini bisa disebabkan karena cairan tiroid atau kista tiroid serta kanker kelenjar tiroid.  Selain itu struma juga dapat disebabkan karena kurangnya asupan mineral yodium dalam waktu lama (gondok endemik). Selengkapnya mengenai struma, dapat anda simak pada ulasan berikut.

Struma Definisi Penyebab Dan Pengobatan serta Gejala Klinis Penyakit Struma Menurut Ilmu Kedokteran


Definisi Struma
Struma merupakan istilah bagi pembesaran kelenjar tiroid dan disebut sebagai struma endemik jika struma ditemukan pada beberapa atau banyak orang yang ada di dalam suatu populasi. Biasanya ini terjadi di daerah atau desa yang makanan penduduknya tidak banyak atau kurang mengandung iodium. Struma umumnya muncul pada masa-masa pubertas ataupun kehamilan.

Penyebab Struma
Adapun pada keadaan tertentu adanya struma disebabkan oleh zat-zat goitrogenik diantaranya seperti PAS, iodium dosis tinggi, sulfonilurea, atau litium atau. Adanya struma ataupun pembesaran kelenjar tiroid bisa disebabkan oleh ukuran sel-sel yang bertambah besar ataupun karena volume jaringan pada kelenjar dan sekitarnya yang semakin bertambah dengan adanya pembentukan struktur morfologi yang baru. Adapun hal-hal yang dapat mendasari proses tersebut adalah 4 hal utama berikut.
  1. Adanya gangguan perkembangan, misalnya seperti terbentuknya kista atau kantongan yang berisi cairan ataupun jaringan tiroid yang mulai tumbuh di bagian dasar lidah (contohnya pada tiroid lingual atau kista tiroglosus).
  2. Proses radang ataupun gangguan autoimun misalnya seperti penyakit tiroiditis Hashimoto dan penyakit Graves.
  3. Gangguan metabolik (misalnya, defisiensi iodium) dan hyperplasia, contohnyanya pada struma koloid serta struma endemik.
  4. Adanya pembesaran yang didasari dengan suatu tumor ataupun neoplasia yang meliputi adenoma yaitu sejenis tumor jinak serta adenokarsinoma, yaitu suatu tumor ganas.

Gambaran Klinis Struma
Adanya kelainan-kelainan dishormonogenesis tiroid perlu untuk dicurigai jika ditemukan hal-hal berikut:
  1. Adanya gondok secara familial terdapat pada daerah non endemis.
  2. Adanya kretin yang ada di daerah non endemis.
  3. Adanya gondok yang disertai dengan hipotiroidisme dan tanpa tanda adanya Hashimoto.
  4. Adanya gondok yang disertai dengan adanya gangguan pendengaran (misalnya seperti tuli dan lain sebagainya).
  5. Biasanya penderita dengan hipotiroidisme yang ringan datang dengan nyeri otot, keluhan lelah, rambut rontok ataupun konstipasi, sedangkan kadar T4 bebas umumnya rendah ataupun normal rendah, dengan disertai kadar TSH meningkat.
  6. Selain itu manifestasi klinik penderita disertai dengan hipotiroidisme yang nyata, yaitu berupa kurang energi, intoleransi dingin, rambut rontok, konstipasi, berat badan naik, suara parau, kulit kering dan juga dingin, serta lamban berpikir.
  7. Sedangkan pada hipotiroidisme, kelenjar tiroid seringkali tidak teraba. Kemungkinan dapat terjadi karena adanya atrofi kelenjar yang diakibatkan oleh pengobatan hipertiroidisme dengan memakai yodium radioaktif yang dilakukan sebelumnya ataupun setelah dilakukan tiroditiditis autoimun.

Diagnosis Struma
Adapun diagnosis struma adalah sebagai berikut:
Kadar TSH yang jumlahnya meningkat. Selain itu struma sporadik dapat dibedakan dari struma endemik yaitu dengan cara melakukan uji TSH dengan hasil normal, sedangkan untuk struma endemik hasilnya menurun.

Penatalaksanaan Struma
Pengobatan struma ditujukan untuk:
  1. Membantu mengurangi semakin besarnya kelenjar gondok.
  2. Membantu mengoreksi keadaan hipotiroidisme, jika memang ada.
  3. Dapat diberikan solusio lugol sebanyak 5 tetes/hari yang dituangkan ke dalam 1/2 gelas air yang dilakukan bersama dengan iodium sebanyak 10 sampai 15 mg/hari dan dapat diberikan selama beberapa minggu hingga kelenjar tiroid telah kembali normal.
  4. Kemudian penderita dianjurkan untuk menggunakan garam dapur yang beriodium.
  5. Struma sporadik dapat diobati dengan menggunakan ekstrak tiroid sebanyak 50 sampai 150 mg/hari ataupun dapat menggunakan tiroksin yaitu sebanyak 150 sampai 300 mg/hari.
  6. Jika ada persangkaan keganasan maka segera rujuk pasien ke rumah sakit.

Berikut ini penjelasan lebih lengkap penatalaksanaan dari struma.
 
1.Konservatif
a.Indikasi:
  1. Pasien sangat awal
  2. Usia tua
  3. Rekurensi pasca bedah
  4. Struma residif
  5. Pada persiapan operasi
  6. Pada kehamilan, contohnya pada trimester yang ke-3
b.Untuk struma yang non toksik  diberikan iodium, yaitu ekstrak tiroid sebanyak 20-30 mg/dl
 
c.Untuk struma toksik  :
  1. Bed rest
  2. Diberikan PTU sebanyak 100-200 mg  (propilthiouracil) yang merupakan obat anti-tiroid, cara kerjanya yaitu prevensi pada sintesis serta akhir dari tiroksin. Adapun obat ini  dapat bekerja dalam mencegah produksi tiroksin.
    Diberikan dengan dosis 3x100 mg/hari setiap 8 jam hingga tercapai eutiroid. Jika menjadi eutiroid dapat dilanjutkan dengan menggunakan dosis maintenance sebanyak 2 x 5 mg/hari dalam waktu 12-18 bulan.
  3. Diberikan Lugol sebanyak 5–10 tetes
  4. Diberikan Iodium (I131)

2.Radioterapi
Memakai I131, umumnya diberikan bagi pasien yang sudah diterapi dengan menggunaka obat anti-tiroid dan sudah menjadi eutiroid. Sedangkan indikasi radioterapi merupakan pasien yang ada di awal penyakit ataupun pasien dengan resiko yang tinggi untuk operasi serta untuk pasien dengan adanya hipotiroid rekuren. Radioterapi adalah kontraindikasi untuk wanita hamil serta anak-anak.
 
3.Operatif

Sekian informasi yang bisa kami sampaikan mengenai Struma Definisi Penyebab Dan Pengobatan serta Gejala Klinis Penyakit Struma Menurut Ilmu Kedokteran, semoga bermanfaat.

Blogger
Disqus
Pilih Sistem Komentar Yang Anda Sukai