Sabtu, 24 September 2016

Tirotoksikosis Definisi Penyebab Dan Pengobatan serta Gejala Klinis Penyakit Tirotoksikosis Menurut Ilmu Kedokteran

Pusatmedik.org - Tirotoksikosis Definisi Penyebab Dan Pengobatan serta Gejala Klinis Penyakit Tirotoksikosis Menurut Ilmu Kedokteran – Apakah itu Tiroktosikosis? Mungkin sebagian dari anda masih asing dengan penyakit ini. Tiroktosikosis merupakan suatu keadaan yang mana diperoleh kelebihan hormon tiroid sebab ini berhubungan dengan sebuah kompleks fisiologis serta biokimiawi yang ditemukan jika sebuah jaringan memperoleh hormon tiroid berlebihan. Adapun Tirotoksikosis ini sebagai akibat dari adanya produksi tiroid, dan merupakan akibat dari adanya fungsi tiroid yang cukup berlebihan.
Tirotoksikosis Definisi Penyebab Dan Pengobatan serta Gejala Klinis Penyakit Tirotoksikosis Menurut Ilmu Kedokteran
Google Image: Tirotoksikosis Definisi Penyebab Dan Pengobatan serta Gejala Klinis Penyakit Tirotoksikosis Menurut Ilmu Kedokteran
Krisis tiroid adalah sebuah keadaan klinis hipertiroidisme paling berat yang mengancam jiwa, biasanya keadaan ini muncul pada pasien yang memiliki dasar penyakit Graves ataupun Struma multinodular toksik, serta berhubungan dengan faktor yang menjadi pencetusnya: infeksi, operasi, zat kontras beriodium, partus, tress emosi, trauma, hipoglikemia, penghentian pengobatan obat anti tiroid, tromboemboli paru, penyakit serebrovaskular atau strok, ketoasidosis diabetikum, palpasi tiroid yang terlalu kuat.

Tirotoksikosis Definisi Penyebab Dan Pengobatan serta Gejala Klinis Penyakit Tirotoksikosis Menurut Ilmu Kedokteran


Definisi Tirotoksikosis
Tirotoksikosis adalah tampilan klinis hiperfungsi pada kelenjar tiroid. Kondisi ini diakibatkan stimulasi tiroid oleh sebuah globulin darah yang mempunyai aktivitas TSH. Di samping itu dikarenakan adanya benjolan kecil dalam kelenjar, dan secara otanom akan membentuk hormone yang berlebih dan di bagian luar sistem H-H.

Umumnya diderita oleh orang yang kelebihan dalam minum obat yang memiliki kandungan iod atau iodide ataupun mengkonsumsi makanan yang mengandung kadar iod yang tinggi, di dalam hal ini keadaan/ penyakit tsb disebut sebagai iod-struma ataupun iod-Basedow.

Penyebab Tirotoksikosis

Adapun penyebabnya adalah:
  1. Gondok multinodul racun atau toksik (yang akan berkembang sebagai sebuah respon terhadap kondisi tubuh, yaitu terjadinya kehamilan)
  2. Penyakit Graves’
  3. Tiroiditis post partum atau onset 2–6 bulan post partum baik dalam bentuk ringan maupun jangka pendek
  4. Kanker tiroid
  5. Obat : yodium lebih yang  litium
  6. Adenoma toksik
  7. Struma ovarii (ektopik)
  8. Karsinoma tiroid yang berlebihan
  9. Hormon tiroid yang berlebih (tirotoksikosis faktisia)
  10. Silent thyroiditis
  11. Tiroiditis subakut  
  12. Destruksi kelenjar diantaranya seperti amiodaron, radiasi, adenoma, dan infark
  13. Tirotoksikosis gestasi (pada trimester I)
  14. Resistensi hormon tiroid
  15. TSH-secreting tumor dan chGH secreting tumor

Gambaran klinis Tirotoksikosis
  1. Biasanya penderita merasa sulit tidur, gelisah, menurunya berat badan karena penggunaan energi, palpitasis, tremor, rasa takut, transpirasi serta diare yang diakibatkan oleh adanya  peningkatan pristaltik.
  2. Pada pemeriksaan laboratorium penunjang  menunjukkan kadar T3 serta T4 meningkat dan juga Indeks Tiroksin Bebas.
  3. Gejala yang terpenting  efek jantung (atriumfibrilasi, takikardi), struma dan bola mata menonjol dengan cara abnormal, serta sirkulasi yang hiperkinetik.

Gejala-gejala lain dari tirotoksikosis yang lain diantaranya adalah:
  1. Peningkatan frekuensi pada denyut jantung.
  2. Peningkatan pada tonus otot, peningkatan kepekaan katekolamin, dan iritabilitas.
  3. Peningkatan pada laju metabolisme basal, intoleran terhadap panas, peningkatan pembentukan panas, dan keringat berlebihan.
  4. Penurunan berat, dan peningkatan rasa lapar
  5. Peningkatan terhadap frekuensi buang air besar
  6. Timbul Gondok (biasanya), yaitu meningkatnya ukuran kelenjar tiroid
  7. Terjadi gangguan reproduksi
  8. Cepat letih
  9. Tidak tahan panas
  10. Tanda bruit
  11. Pembesaran kelenjar tiroid
  12. Haid sedikit dan juga tidak tetap

Diagnosis Tirotoksikosis
Diagnosis tirotoksikosis seringkali bisa ditegakkan dengan cara klinis tanpa dilakukan pemeriksaan laboratorium, akan tetapi pemeriksaan ini butuh menilai kemajuan terapi. Ukurlah TSH (bisa menurun) serta kadar tiroksin (T4) (yang mungkin meningkat).

Adapun pemeriksaan penunjang Tiroktosikosis yang lainnya dan sering digunakan yaitu:
  1. Kecepatan metabolisme basal biasanya meningkat hingga +30 sampai +60 pada kasus hipertiroidisme yang berat.
  2. Konsentrasi TSI dapat diukur dengan radioimunologik. Adapun TSI normalnya adalah tinggi untuk tipe tirotoksikosis biasa tetapi rendah untuk adenoma tiroid
  3. Konsentrasi TSH yang ada di dalam plasma dapat diukur dengan radioimunologik. Untuk tipe tirotoksis biasa, sekresi TSH dilakukan oleh hipofisis anterior sangatlah ditekan secara keseluruhan oleh sebagian besar tiroksin dan juga triiodotironin yang masih sedang bersirkulasi sehingga hampir-hampir tidak ditemukan TSH di dalam plasma.
  4. Dilakukan Tiroid scan untuk dapat melihat pembesaran pada kelenjar tiroid
  5. Selain itu diagnosa juga bisa dibuat dengan menggunakan ultra bunyi dengan tujuan untuk memastikan pembesaran pada kelenjar tiroid.

Penatalaksanan Tirotoksikosis 
Pemakaian obat antitiroid diantaranya seperti:
  1. Propiltiourasil (PTU), dengan dosis permulaan antara 70 sampai 200 mg sebanyak 3 x dalam sehari selama 6 hingga 8  minggu, pemeliharaan sebanyak 50 hingga 300 mg/hari.
  2. Pada kondisi krisis bisa diberikan propranolol  sebanyak 60–120 mg dalam waktu 4 x sehari.
  3. Adapun kegagalan terapi umumnya disebabkan ketidakpatuhan penderita mengkonsumsi obat, oleh karena itu penderita perlu untuk diperiksa ulang tiap 2 minggu di 2 bulan pertama, lalu setiap bulan hingga pengobatan selesai
  4. Diberikan Propanolol dengan dosis 20 mg sebanyak 3 x dalam sehari sebelum makan terkadang obat ini diperlukan untuk mengurangi adanya beberapa keluhan diantaranya seperti takikardi dan juga kegelisahan. Adapun Beta bloker ini dapat mengurangi efek tiroksin yang ada di jaringan perifer yaitu dengan cara memblokade susunan saraf pusat.

Komplikasi Tiroktosikosis
Adapun komplikasi hipertiroidisme yang bisa mengancam nyawa yaitu krisis tirotoksik atau thyroid storm. Hal tersebut berkembang dengan cara spontan bagi pasien hipertiroid yang telah menjalani terapi, saat pembedahan kelenjar tiroid, ataupun dialami oleh pasien hipertiroid yang tak terdiagnosis.

Akibatnya yaitu pelepasan HT dengan jumlah yang besar sekali yang menyebabkan takikardia, hipertermia agitasi, tremor, dan jika tidak diobati bisa menyebabkan kematian, dermopati Graves, Hipertiroid, oftalmopati Graves, penyakit jantung, infeksi sebab agranulositosis pada pengobatan yang menggunakan obat antitiroid.

Blogger
Disqus
Pilih Sistem Komentar Yang Anda Sukai