Senin, 26 Desember 2016

BPH Definisi Gejala Penyebab Dan Pengobatan serta Pencegahan BPH Benign Prostatic Hyperplasia Menurut Ilmu Kedokteran

Pusatmedik.org - BPH Definisi Gejala Penyebab Dan Pengobatan serta Pencegahan BPH Benign Prostatic Hyperplasia Menurut Ilmu Kedokteran – Sudah pernahkah anda mendengar tentang BPH? BPH adalah singkatan dari Benign Prostatic Hyperplasia.
http://www.pusatmedik.org/2016/12/bph-definisi-gejala-penyebab-dan-pengobatan-serta-pencegahan-BPH-benign-prostatic-hyperplasia-menurut-ilmu-kedokteran.html
Google Image: BPH Definisi Gejala Penyebab Dan Pengobatan serta Pencegahan BPH Benign Prostatic Hyperplasia Menurut Ilmu Kedokteran
BPH ini merupakan salah satu penyakit yang hanya dialami oleh pria. Selengkapnya mengenai BPH dapat anda simak pada penjelasan berikut.

BPH Definisi Gejala Penyebab Dan Pengobatan serta Pencegahan BPH Benign Prostatic Hyperplasia Menurut Ilmu Kedokteran


Definisi
BPH (Benign Prostatic Hyperplasia) ataupun pembesaran prostat yang jinak yaitu suatu kondisi yang dapat menyebabkan kelenjar prostat menderita pembengkakan, tetapi tak bersifat kanker. Adapun kelenjar prostat mempunyai fungsi untuk memproduksi mani serta berada di bagian rongga pinggul antara penis dan kandung kemih.

Oleh karena kelenjar prostat hanyalah dimiliki oleh pria, tentu saja semua penderita BPH berjenis kelamin pria. Biasanya pria yang menderita kondisi ini berusia 50 tahun ke atas.

Gejala
Berikut ini adalah gejala-gejala yang sering dirasakan oleh penderita BPH:
  1. Selalu ingin berkemih, yang terutama di malam hari.
  2. Beser atau inkontinensia urine.
  3. Sulit mengeluarkan urine.
  4. Aliran urine tersendat-sendat.
  5. Mengejan saat berkemih.
  6. Merasa tak tuntas setelah berkemih.
  7. Mengeluarkan urine disertai darah.
Munculnya gejala-gejala yang telah disebutkan di atas disebabkan oleh tekanan pada uretra dan kandung kemih saat kelenjar prostat menderita pembesaran.

Penyebab
Sebenarnya penyebab BPH masih belum diketahui, tetapi diperkirakan keadaan ini terjadi akibat adanya perubahan kadar hormon seksual karena proses penuaan.
Beberapa faktor yang bisa meningkatkan risiko terkena BPH yaitu:
  1. Kurang berolahraga serta obesitas.
  2. Faktor penuaan.
  3. Efek samping obat-obatan yang menghambat beta.
  4. Menderita penyakit jantung ataupun diabetes.
  5. Keturunan

Diagnosis
Untuk mendiagnosis BPH, dokter akan menanyakan gejala-gejala yang dirasakan pasien yaitu:
  1. Apakah aliran urine sering lemah ataupun tersendat-sendat?
  2. Berapa kali pasien merasa berkemih dan tak sepenuhnya tuntas?
  3. Seberapa sering mengejan saat mulai berkemih?
  4. Seberapa sering terbangun pada malam hari hanya untuk berkemih?
  5. Apakah pasien seringkali sulit menahan untuk berkemih?

Adapun untuk dapat memeriksa ukuran dari kelenjar prostat, dokter melakukan pemeriksaan yaitu colok dubur.
Terdapat beberapa tes yang dapat dilakukan untuk mendiagnosis BPH, antara lain:
  1. Tes urine.
  2. Tes darah.
  3. Tes kelancaran pada aliran urine.
  4. CT urogram.
  5. USG transrektal ataupun USG melalui dubur.

Pengobatan
Penanganan BPH dapat dikelompokan menjadi dua, antara lain penanganan BPH dengan gejala-gejala yang ringan serta penanganan BPH dengan gejala-gejala  menengah hingga parah.

1.Penanganan BPH gejala ringan
Kasus BPH ringan umumnya cukup diatasi dengan obat-obatan, perubahan gaya hidup, dan terapi menahan berkemih. Adapun gaya hidup yang dimaksudkan adalah dengan:
  1. Mulai berolahraga teratur.
  2. Mulai mengurangi ataupun berhenti mengonsumsi kafein serta minuman keras.
  3. Mulai membiasakan diri tidak minum apapun 2 jam sebelum tidur supaya terhindar dari nokturia ataupun berkemih sepanjang malam.
  4. Mencari jadwal untuk minum obat yang sesuai supaya terhindari dari nokturia ataupun meningkatnya frekuensi untuk buang air kecil di sepanjang malam.

Adapun obat BPH yang paling sering digunakan yaitu dutasteride dan juga finasteride yang bisa menurunkan ukuran prostat serta meredakan gejala BPH dengan cara menghambat efek-efek dari hormon dihidrotestosteron. Tetapi penggunaan kedua jenis obat ini tak boleh sembarangan serta harus sesuai petunjuk dari dokter sebab memiliki efek samping cukup serius.

Adapun beberapa efek sampingnya yaitu turunnya kuantitas sperma, risiko cacat bayi bila Anda menghamili perempuan ketika sedang menjalani pengobatan menggunakan kedua obat ini, dan impotensi.
 
Obat BPH yang juga sering dipakai yaitu golongan penghambat alfa, misalnya seperti alfuzosin dan juga tamsulosin yang biasanya dikombinasikan dengan obat finasteride. Obat ini dapat memperlancar laju urine yaitu dengan cara melemaskan otot-otot pada kandung kemih. Sedangkan efek samping yang bisa terjadi setelah minum kedua obat tersebut yaitu badan lemas, turunnya kuantitas sperma, dan sakit kepala.

Efek samping yang serius, dari kedua obat ini yaitu menyebabkan hipotensi bahkan pingsan.
Selain yang telah disebutkan di atas BPH juga dapat diatasi dengan erapi menahan berkemih yang dilakukan di bawah awasan dan bimbingan medis.

2.Penanganan BPH gejala parah
Adapun satu-satunya cara untuk menangani kondisi BPH dengan gejala yang menengah hingga parah yaitu melalui operasi, antara lain:
  1. Operasi prostatektomi terbuka.
  2. (TURP Operasi reseksi transuretra prostat).
  3. TUIP (Insisi transuretra prostat).

Komplikasi
Adapun BPH atau pembesaran prostat jinak terkadang bisa mengarah pada komplikasi yang terjadi akibat ketidakmampuan dari kandung kemih untuk mengosongkan urin. Berikut ini merupakan beberapa komplikasi yang bisa muncul:
  1. Infeksi saluran kemih.
  2. Retensi urin akut atau ketidakmampuan berkemih.
  3. Penyakit batu pada kandung kemih.
  4. Kerusakan pada kandung kemih dan juga ginjal.
Adapun beberapa komplikasi yang telah tersebut di atas bisa muncul jika pembesaran prostat jinak tidak diobati dengan efektif.

Pencegahan
Berdasarkan dari sebuah penelitian, risiko seseorang untuk terkena BPH atau pembesaran prostat jinak bisa dicegah dengan cara rajin mengkonsumsi makanan yang banyak mengandung serat dan juga protein, serta jenis makanan yang rendah lemak. Hindarilah juga untuk mengkonsumsi daging merah. Di bawah ini adalah beberapa contoh makanan yang kaya akan kadar serat:
  1. Beras merah
  2. Kubis
  3. Kacang hijau
  4. Gandum
  5. Apel
  6. Brokoli
  7. Lobak
  8. Bayam

Berikut ini adalah contoh makanan yang memiliki kadar protein tinggi yaitu:
  1. Ikan
  2. Telur
  3. Susu rendah lemak
  4. Kacang kedelai
  5. Dada ayam
  6. Keju

Blogger
Disqus
Pilih Sistem Komentar Yang Anda Sukai