Sabtu, 18 Februari 2017

Hipotensi Definisi Penyebab Dan Pengobatan Serta Gejala Klinis Penyakit Hipotensi Menurut Ilmu Kedokteran

Pusatmedik.org - Hipotensi Definisi Penyebab Dan Pengobatan Serta Gejala Klinis Penyakit Hipotensi Menurut Ilmu Kedokteran – Pernahkah Anda merasa mual, pusing, pandangan kabur, kehilangan keseimbangan, dan jantung berdebar kencang? Jika iya, bisa jadi anda sedang mengalami hipotensi? Selengkapnya mengenai hipotensi akan kita bahas berikut ini.
http://www.pusatmedik.org/2017/02/hipotensi-definisi-penyebab-dan-pengobatan-serta-gejala-klinis-penyakit-hipotensi-menurut-ilmu-kedokteran.html
Google Image: Hipotensi Definisi Penyebab Dan Pengobatan Serta Gejala Klinis Penyakit Hipotensi Menurut Ilmu Kedokteran
Definisi
Hipotensi merupakan keadaan saat tekanan darah di arteri lebih rendah jika dibandingkan normal atau yang biasa disebut sebagai tekanan darah rendah. Ketika darah mengalir lewat arteri, darah memberi tekanan di dinding arteri, tekanan inilah yang dinilai sebagai sebuah ukuran kekuatan mengalirnya darah atau yang disebut sebagai tekanan darah.

Hipotensi Definisi Penyebab Dan Pengobatan Serta Gejala Klinis Penyakit Hipotensi Menurut Ilmu Kedokteran


Terbatas atau terhambatnya jumlah darah yang mengalir menuju ke otak serta organ vital yang lainnya misalnya seperti ginjal bisa terjadi apabila tekanan darah cukup rendah, sehingga bisa menyebabkan kepala terasa pusing dan ringan. Tubuh terasa tak stabil ataupun goyah, bahkan bisa kehilangan kesadaran.

Terdapat dua ukuran yang dipakai dalam tekanan darah: tekanan sistolik atau bilangan atas serta tekanan diastolik atau bilangan bawah. Adapun tekanan darah normalnya yaitu antara 90/60 serta 140/90. Penderita hipotensi mempunyai tekanan darah dengan bilangan di bawah 90/60, jika tekanan darah ada di atas 140/90 orang tersebut mengalami hipertensi.

Gejala
Tak semua yang menderita hipotensi dapat merasakan gejala. Keadaan hipotensi juga tak selalu membutuhkan perawatan. Tetapi jika tekanan darah seseorang cukup rendah, kemungkinan dapat menimbulkan gejala-gejala berikut.
  1. Jantung berdebar kencang ataupun tidak teratur.
  2. Kehilangan keseimbangan ataupun merasa goyah.
  3. Pandangan buram.
  4. Mual.
  5. Pingsan.
Apabila menderita gejala hipotensi, maka sebaiknya Anda segera berbaring atau duduk, minum air putih, serta menghentikan segala kegiatan yang sedang dilakukan. Gejalanya biasanya akan menghilang setelah beberapa waktu.

Penyebab
Sebetulnya tekanan darah dapat berubah sepanjang hari, hal ini tergantung pada jenis kegiatan atau aktivitas yang sedang dilakukan serta hal ini dianggap sangat normal. Terdapat banyak faktor yang bisa menyebabkan tekanan darah rendah, diantaranya seperti faktor usia, kondisi cuaca, dan pengobatan.
  1. Cuaca udara yang cukup panas dapat membuat tekanan darah seseorang menurun. Orang yang rajin berolahraga atau sedang rileks umumnya memiliki tekanan darah lebih rendah.
    Di samping itu apabila Anda baru makan, maka tekanan darah bisa menurun sebab banyak darah yang mengalir menuju ke saluran pencernaan dan mencerna serta menyerap makanan.
  2. Selain itu tekanan darah saat siang hari dan malam hari juga berbeda. Biasanya saat siang tekanan darah meningkat, sedangkan pada malam hari akan lebih rendah.

Hipotensi dapat diakibatkan oleh keadaan atau penyakit tertentu, di antaranya yaitu:
  1. Hipotensi ortostatik
    Gejala-gejala hipotensi ortostatik umumnya muncul ketika Anda berubah posisi dengan tiba-tiba. Seseorang yang memiliki hipotensi ortostatik tekanan darah sistoliknya menurun 15-30 mm Hg saat berdiri dari posisi awal duduk atau berbaring.
  2. Dehidrasi
    Dehidrasi bisa terjadi akibat tubuh kita kekurangan cairan serta dapat disebabkan oleh diare, kurang minum, atau puasa.
  3. Efek samping pengobatan
    Terdapat beberapa jenis obat yang dapat menurunkan tekanan darah, misalnya seperti obat anti depresi serta obat anti-hipertensi.
  4. Anemia
    Anemia dapat menyebabkan jumlah sel-sel darah merah ada di bawah normal.
  5. Ketidakseimbangan hormon
    Penyakit seperti atau penyakit Addison dapat menyebabkan terganggunya produksi hormon. Ini dapat berdampak terhadap keseimbangan kadar air serta mineral tubuh, dan tekanan darah.
  6. Penyakit saraf
    Penyakit Parkinson bisa menyebabkan hipotensi saat menjangkiti sistem-sistem saraf yang mengontrol tugas tubuh otonom misalnya yaitu mengendalikan tekanan darah.
  7. Syok serta cedera serius
    Apabila Anda menderita cedera serius serta terkena syok misal akibat pendarahan hebat, tekanan darah dapat menurun drastis.
  8. Penyakit jantung
    Penyakit jantung dapat menyebabkan darah tak dapat dipompa dengan baik ke seluruh tubuh sehingga mengakibatkan tekanan darah menurun.
  9. Kehamilan
    Tekanan darah wanita hamil umumnya lebih rendah sebab sistem peredaran darahnya berkembang dengan  sangat cepat.

Diagnosis

Adapun mengukur tekanan darah adalah cara yang tepat serta mudah dilakukan untuk mendiagnosis hipotensi. Di bawah ini merupakan beberapa hal yang perlu dilakukan sebelum seseorang mengukur tekanan darah agar memperoleh hasil pengukuran yang tepat.
  1. Mengosongkan kandung kemih ataupun buang air kecil.
  2. Istirahat setidaknya 5 menit.
  3. Dilakukan sambil duduk serta tak sambil bicara.

Selain dengan mengukur tekanan darah, terdapat beberapa cara ataupun tes lain untuk mendiagnosa penyebab hipotensi karena kondisi ataupun penyakit tertentu, serta menentukan perawatan yang sesuai, yaitu:
  1. Elektrokardiogram (EKG).
  2. Ekokardiogram.
  3. Tes latihan stres.
  4. Tes darah.

Pengobatan Dan Perawatan
Terdapat beberapa hal yang dapat dilakukan untuk membantu mengurangi risiko hipotensi, diantaranya adalah membatasi minuman keras serta minum banyak air putih. Hindari minuman ber kafein di malam hari.

Sering mengonsumsi makanan dengan porsi kecil jauh lebih baik dibandingkan dengan mengonsumsi makanan porsi besar namun dengan frekuensi jarang. Di samping itu, meningkatkan jumlah asupan garam juga dapat mencegah hipotensi.
 
Selain itu penderita hipotensi dianjurkan untuk tidak berdiri terlalu lama. Terutama penderita hipotensi ortosatik, saat berdiri dari posisi berbaring atau duduk, lakukan secara perlahan-lahan.
 
Apabila Anda mengonsumsi obat-obatan yang memiliki efek samping hipotensi, maka dokter dapat mengubah dosisnya atau memberikan alternatif yang lain.
 
Pengobatan hipotensi dilakukan berdasarkan penyebab utamanya. Obat untuk mengatasi kondisi hipotensi umumnya diberikan untuk menambah darah atau pun mempersempit arteri supaya tekanan darah meningkat.
 
Apabila Anda sedang menjalani proses pengobatan, periksakan tekanan darah Anda secara rutin. Apabila Anda merasakan efek samping, segeralah temui dokter. Begitu juga pada kondisi hipotensi yang tak kunjung reda ataupun tak menghilang, periksakanlah diri Anda pada instansi kesehatan terdekat.
 

Blogger
Disqus
Pilih Sistem Komentar Yang Anda Sukai