Selasa, 28 Februari 2017

Kanker Mulut Definisi Penyebab Dan Pengobatan Serta Pencegahan Kanker Mulut Menurut Ilmu Kedokteran

Pusatmedik.org - Kanker Mulut Definisi Penyebab Dan Pengobatan Serta Pencegahan Kanker Mulut Menurut Ilmu Kedokteran - Kanker mulut sebagian besar menyerang lansia umur 50-75 tahun serta lebih sering dialami pria dibandingkan wanita.
Google Image: Kanker Mulut Definisi Penyebab Dan Pengobatan Serta Pencegahan Kanker Mulut Menurut Ilmu Kedokteran
Namun kanker ini juga bisa dialami kalangan dewasa muda, yang terutama karena infeksi HPV. Lalu apakah sebenarnya kanker mulut itu? Apa penyebabnya dan Adakah cara untuk mengobatinya? Jawabannya akan kami coba jelaskan dalam artikel berikut ini.

Kanker Mulut Definisi Penyebab Dan Pengobatan Serta Pencegahan Kanker Mulut Menurut Ilmu Kedokteran


Definisi
Kanker mulut merupakan kanker yang tumbuh serta berkembang dalam mulut. Misal pada bibir, dinding mulut, lidah, gusi, dan langit-langit mulut. Kanker mulut bisa menyebar secara langsung pada jaringan-jaringan yang ada di sekitar mulut ataupun lewat kelenjar getah bening. Adapun di antara semua kasus kanker yang ada, diperkirakan hanya ada 2% kanker mulut. Oleh sebab itu, jenis kanker mulut termasuk kanker yang sangat jarang terjadi.

Jenis Kanker Mulut
Adapun kanker mulut yang umum terjadi yaitu karsinoma sel skuamosa. Sekitar 90 % penderita kanker mulut menderita kanker jenis ini. Melanoma oral ganas serta adenokarsinoma merupakan jenis kanker mulut yang lainnya. Melanoma oral ganas merupakan kanker yang berasal dari sel-sel melanosit. Sedangkan adenokarsinoma merupakan kanker yang menyerang pada kelenjar air liur.

Gejala
Gejala kanker mulut jarang serta sulit terdeteksi di stadium awal. Oleh sebab itu, kita perlu mewaspadai gejala-gejala umumnya seperti:
  1. Sariawan yang tak kunjung sembuh.
  2. Bercak kemerahan atau putih dalam mulut.
  3. Penebalan atau benjolan di dinding dalam mulut.
  4. Sulit ataupun sakit saat menelan dan mengunyah.
  5. Rasa sakit di dalam mulut, yang terutama lidah.
  6. Gigi goyang tidak jelas penyebabnya.
  7. Perubahan suara.
  8. Sulit saat bicara.
  9. Rahang yang kaku atau sakit.
  10. Pembengkakan pada kelenjar getah bening di leher.
  11. Sakit tenggorokan.

Penyebab
Kanker mulut disebabkan karena terdapat perubahan pada perkembangan sel dalam mulut ataupun bibir. Penyebab mutasi ini masih belum diketahui pasti. Meskipun demikian, ada beberapa faktor yang bisa memicu kemunculan kanker mulut, antara lain:
  1. Menggunakan tembakau, seperti rokok, tembakau kunyah, dan cerutu.
  2. Berlebihan dalam minuman keras.
  3. Buruknya pola makan
  4. Kebersihan mulut yang tak terjaga, misal membiarkan gigi berlubang ataupun gusi yang infeksi.
  5. Mengunyah buah pinang.
  6. Infeksi HPV.

Diagnosis serta Pengobatan Kanker Mulut
Adapun dalam proses diagnosis, bisanya dokter menanyakan gejala-gejala yang dialami pasien dan memeriksa kondisi mulut pasien. Jika diduga menderita kanker mulut, pasien dianjurkan menjalani biopsi ataupun pengambilan sampel jaringan agar bisa dipastikan ada atau tidaknya sel kanker.

Bagi pasien yang positif didiagnosa menderita kanker mulut dapat menjalani pemeriksaan secara lebih lanjut guna mendeteksi stadium dan tingkat perkembangan penyakit kanker mulut yang dialami. Prosedur ini bisa dilakukan lewat endoskopi, CT scan rontgen, MRI scan, serta PET scan.
 
Dengan mengetahui stadium dan tingkat perkembangan kanker mulut yang diderita pasien, maka dokter bisa menentukan langkah-langkah pengobatan yang perlu dilakukan. Begitu pula dengan kondisi kesehatan penderita serta letak dan jenis kanker mulut penderita. Adapun kanker mulut di stadium awal mempunyai kemungkinan tertinggi untuk bisa sembuh total.

Sedangkan kanker mulut pada stadium menengah mungkin bisa disembuhkan. Namun kanker mulut pada stadium lanjut biasanya tak dapat disembuhkan serta penanganan yang dilakukan hanyalah untuk meringankan gejala dan memperlambat penyebaran kanker.

Langkah penanganan kanker mulut dapat meliputi operasi, kemoterapi, serta radioterapi. Ketiga macam langkah ini seringkali dikombinasikan guna memperoleh hasil maksimal. Kanker mulut pada stadium awal bisa diatasi dengan operasi memakai sinar laser. Tetapi jika kanker telah menyebar pada bagian lain tubuh, pengangkatan tumor beserta jaringan sehat yang ada di sekitarnya perlu untuk dilakukan. Misal pengangkatan sebagian jaringan di dinding mulut, lidah, bahkan rahang. Kemudian dokter akan melakukan sebuah operasi rekonstruksi dengan tujuan membentuk kembali bagian ataupun jaringan yang diangkat.

Langkah-langkah radioterapi biasanya dipakai sesudah operasi untuk mencegah kembalinya sel kanker. Terapi ini bisa dilakukan baik dari luar maupun dari dalam tubuh. Untuk menangani kanker yang telah menyebar luas di tubuh ataupun berisiko tinggi tumbuh kembali, dokter menganjurkan kemoterapi. Obat yang dipakai dalam proses ini dapat menghancurkan DNA sel-sel kanker supaya tidak bisa lagi berkembang biak. Namun obat-obatan tersebut juga bisa menurunkan kekebalan tubuh sehingga penderita rentan mengalami infeksi.

Radioterapi dan kemoterapi selain berguna juga berpotensi menyebabkan adanya efek samping seperti kelelahan, sariawan, mual, muntah, dan mulut terasa sakit. Cetuximab kadang juga digunakan untuk menangani kasus kanker mulut pada stadium lanjut. Pemakaian obat ini umumnya dikombinasikan dengan radioterapi ataupun kemoterapi. Cetuximab dapat menyerang protein di permukaan sel-sel kanker guna mencegah penyebaran kanker. Namun cetuximab dianjurkan apabila pasien tak dapat menjalani kemoterapi sebab alasan medis tertentu, seperti sedang hamil.

Langkah-Langkah Pencegahan Kanker Mulut
Oleh karena penyebab kanker mulut belum diketahui, maka kita tidak bisa mencegah sepenuhnya. Namun Anda tetap bisa mengambil langkah-langkah sederhana guna menurunkan risikonya, yaitu:
  1. Berhenti merokok serta jangan memakai tembakau dalam bentuk apa saja
  2. Hindarilah atau batasi konsumsi minuman keras.
  3. Terapkan pola makan sehat dan seimbang, yang terutama dengan cara meningkatkan konsumsi sayur serta buah-buahan.
  4. Jaga kebersihan mulut, misal rajin menyikat gigi.
  5. Periksakan kesehatan gigi dengan teratur, setidaknya 1 tahun sekali.

Blogger
Disqus
Pilih Sistem Komentar Yang Anda Sukai