Jumat, 24 Februari 2017

Kanker Tenggorokan Definisi Penyebab Dan Pengobatan serta Tanda Gejala Penyakit Kanker Tenggorokan Menurut Ilmu Kedokteran

Pusatmedik.org - Kanker Tenggorokan Definisi Penyebab Dan Pengobatan serta Tanda Gejala Penyakit Kanker Tenggorokan Menurut Ilmu Kedokteran – Mengetahui tentang berbagai macam penyakit adalah sangat perlu bagi setiap orang. Karena mengenali penyakit lebih dini akan mempermudah penanganannya. Namun terkadang seseorang baru mau periksa ke dokter ketika kondisinya sudah sangat parah misalnya seperti pada sebagian penderita kanker tenggorokan.
http://www.pusatmedik.org/2017/02/kanker-tenggorokan-definisi-penyebab-dan-pengobatan-serta-tanda-gejala-penyakit-kanker-tenggorokan-menurut-ilmu-kedokteran.html
Google Image: Kanker Tenggorokan Definisi Penyebab Dan Pengobatan serta Tanda Gejala Penyakit Kanker Tenggorokan Menurut Ilmu Kedokteran
Gejala kanker tenggorokan mirip dengan beberapa masalah kesehatan yang lain sehingga sangat sulit terdeteksi. Oleh sebab itu, kita haruslah tetap waspada serta memeriksakan diri apabila merasakan gejala-gejala tertentu  apalagi jika ada indikasi yang tak kunjung membaik ataupun bertambah parah. Bahasan selengkapnya mengenai kanker tenggorokan dapat Anda simak pada ulasan berikut.

Kanker Tenggorokan Definisi Penyebab Dan Pengobatan serta Tanda Gejala Penyakit Kanker Tenggorokan Menurut Ilmu Kedokteran


Definisi
Kanker tenggorokan merupakan tumor yang tumbuh serta berkembang di tenggorokan, di sekitar faring, laring, ataupun tonsil. Sama dengan kanker mulut serta lidah, sebagian besar penyakit kanker tenggorokan yang diderita pasien mempunyai jenis karsinoma sel-sel skuamosa.
 
Berdasarkan lokasi ataupun bagian yang diserang, jenis kanker ini bisa dikelompokkan dalam beberapa jenis. Antara lain:
  1. Kanker nasofaring
  2. Kanker orofaring
  3. Kanker hipofaring
  4. Kanker laring

Gejala
Gejala kanker tenggorokan bisa beragam dan tidak sama pada tiap penderita. Beberapa indikasi yang umumnya dirasakan oleh pasien meliputi:
  1. Sulit menelan.
  2. Perubahan suara.
  3. Batuk kronis.
  4. Sakit tenggorokan.
  5. Telinga terasa sakit atau berdengung.
  6. Benjolan yang tak kunjung sembuh.
  7. Berat badan turun tanpa sebab yang pasti.
  8. Pembengkakan di mata, rahang, tenggorokan, ataupun leher.

Penyebab
Semua jenis kanker terjadi karena adanya mutasi sel-sel. Mutasi ini dapat memicu pertumbuhan sel-sel yang tak terkendali. Begitu juga yang terjadi pada kanker tenggorokan.
Penyebab proses mutasi tersebut masih belum diketahui dengan pasti. Namun terdapat beberapa faktor yang bisa meningkatkan risiko seseorang menderita kanker tenggorokan, diantaranya seperti usia, pola hidup, dan kondisi medis. Risiko menderita kanker tenggorokan dapat meningkat seiring dengan bertambahnya usia seseorang. Umumnya kanker ini dialami orang yang berusia 60 tahun ke atas.
 
Munculnya kanker tenggorokan berhubungan erat dengan perilaku atau pola hidup yang tidak sehat misalnya seperti:
  1. Mengonsumsi tembakau, baik bentuk rokok maupun bentuk kunyah.
  2. Konsumsi minuman keras secara berlebihan.
  3. Kurang mengonsumsi buah serta sayur.
Ada beberapa kondisi medis yang dapat menjadi faktor pemicu terjadinya kanker tenggorokan. Misal infeksi virus HPV serta penyakit asam lambung ataupun GERD.
 
Diagnosis serta Stadium Kanker Tenggorokan
Di tahap awal diagnosis, biasanya dokter menanyakan gejala yang dialami pasien, riwayat kesehatan, dan melakukan pemeriksaan fisik. Apabila diduga menderita kanker tenggorokan, maka pemeriksaan lebih mendetail dianjurkan agar dapat memastikan diagnosis. Adapun jenis-jenis pemeriksaan lebih lanjut tersebut diantaranya meliputi:
  1. Endoskopi atau laringoskopi.
  2. Pengambilan sampel jaringan ataupun biopsi.
  3. USG, CT, MRI, X-ray, dan PET scan.
Adapun pemeriksaan-pemeriksaan ini digunakan guna menentukan tingkat penyebaran dari kanker tenggorokan. Untuk mengetahui tingkat penyebaran serta stadium kanker dapat membantu dokter dalam menentukan langkah-langkah pengobatan yang dijalani. Kanker jenis ini terbagi menjadi stadium 1 sampai stadium 4. Penjelasannya yaitu sebagai berikut:
  1. Stadium 1 merupakan tumor berukuran kecil (kurang dari 7 cm) serta hanya menyerang di bagian tertentu tenggorokan.
  2. Stadium 2 merupakan tumor yang berukuran lebih besar namun belum menyebar ke luar tenggorokan ataupun noda limfa.
  3. Stadium 3 merupakan kanker yang sudah menyebar pada jaringan ataupun organ-organ di luar namun dekat dengan tenggorokan ataupun noda limfa.
  4. Stadium 4 merupakan kanker yang menyebar sampai ke jaringan ataupun organ-organ di luar tenggorokan ataupun noda limfa.

Pengobatan
Setiap penderita membutuhkan pengobatan yang berbeda. Penentuan metode penanganan tergantung dari usia serta kondisi kesehatan pasien, stadium kanker, serta lokasi tumbuhnya kanker.

Pendeteksian serta pengobatan sedini mungkin merupakan kunci utama dalam penanganan semua kanker, termasuk juga kanker tenggorokan. Langkah-langkah penanganan yang biasanya dijalani penderita meliputi radioterapi, kemoterapi, operasi, dan terapi biologis. Pada stadium lanjut umumnya kanker ini membutuhkan kombinasi dari empat metode tersebut.

Apabila kanker ada pada stadium awal, maka radioterapi kadang sudah cukup efektif untuk mengatasinya. Sedangkan pada stadium lanjut, radioterapi biasanya dilakukan hanya untuk membantu mengurangi gejala-gejala yang diderita pasien.

Radioterapi kadang dikombinasikan dengan kemoterapi sebab terdapat beberapa jenis obat-obatan kemoterapi yang bisa meningkatkan sensitivitas sel kanker terhadap adanya proses radioterapi. Adapun proses kombinasi ini dapat meningkatkan potensi dari efek samping radioterapi serta kemoterapi yang meliputi mual, kelelahan, muntah, sariawan, dan tidak nafsu makan.

Metode operasi kanker tenggorokan ada beberapa jenis. Dokter biasanya menentukan prosedur manakah yang diperlukan pasien berdasarkan stadium serta lokasi tumbuhnya kanker. Adapun jenis-jenis operasi tersebut diantaranya yaitu:
  1. Operasi pengangkatan lewat endoskopi biasanya dianjurkan bagi kanker tenggorokan pada stadium awal.
  2. Laringektomi dilakukan untuk menangani jenis tumor yang berukuran kecil.
  3. Faringektomi ataupun prosedur pengangkatan sebagian ataupun seluruh bagian tenggorokan.
  4. Prosedur pengangkatan bagian noda limfa di leher yang menderita kanker. Adapun operasi ini dilakukan apabila kanker telah menyebar luas di leher.
Langkah-langkah penanganan yang lainnya yaitu dengan menggunakan obat terapi biologis. Adapun jenis obat yang biasanya digunakan yaitu cetuximab. Proses ini dapat mengincar kelemahan di sel-sel kanker untuk membantu menghambat pertumbuhannya.

Selain itu untuk memaksimalkan pengobatan dari kanker tenggorokan, terdapat beberapa langkah sederhana diantaranya yaitu berhenti merokok serta menjauhi konsumsi minuman keras.

Blogger
Disqus
Pilih Sistem Komentar Yang Anda Sukai