Rabu, 22 Februari 2017

Karsinoma Nasofaring Definisi Penyebab Dan Pengobatan Serta tanda Gejala Karsinoma Nasofaring Menurut Ilmu Kedokteran

Pusatmedik.org - Karsinoma Nasofaring Definisi Penyebab Dan Pengobatan Serta tanda Gejala Karsinoma Nasofaring Menurut Ilmu Kedokteran – Mendengar kata kanker tentu membuat seseorang merasa takut. Karena kanker termasuk penyakit yang cukup sulit ditangani. Padahal hal ini tentu saja tergantung dari stadium dari kanker itu sendiri, serta lambat tidaknya diagnosis diketahui dan efektif tidaknya pengobatan yang dilakukan.
http://www.pusatmedik.org/2017/02/karsinoma-nasofaring-definisi-penyebab-dan-pengobatan-serta-tanda-gejala-karsinoma-nasofaring-menurut-ilmu-kedokteran.html
Google Image: Karsinoma Nasofaring Definisi Penyebab Dan Pengobatan Serta tanda Gejala Karsinoma Nasofaring Menurut Ilmu Kedokteran
Salah satu jenis kanker yang mungkin cukup jarang anda dengar adalah karsinoma faring. Anker jenis ini sangat sulit diketahui gejalanya di stadium awal, dan biasanya baru diketahui setelah berada di stadium lanjut. Selengkapnya mengenai karsinoma nasforing, silahkan simak ulasan berikut.

Karsinoma Nasofaring Definisi Penyebab Dan Pengobatan Serta tanda Gejala Karsinoma Nasofaring Menurut Ilmu Kedokteran


Definisi  
Karsinoma nasofaring merupakan  jenis kanker yang terjadi pada tenggorokanatau faring yang muncul di nasofaring, yaitu sebuah area yang berada di belakang hidung dan belakang langit-langit tenggorokan. Ketika bernapas lewat hidung, bagian aliran udara yang sedang Anda hirup masuk lewat hidung menuju tenggorokan lalu ke bagian nasofaring sampai akhirnya ke paru-paru.

Adapun jenis kanker ini masih tergolong sangat jarang terjadi apabila dibandingkan dengan kanker-kanker pada kepala ataupun  leher yang lainnya. Kanker faring juga bisa muncul di area orofaring (tonsil, dasar lidah, serta permukaan bawah langit-langit dari mulut) serta hipofaring (area sesudah tulang krikoid, sinus piriformis, serta dinding belakang faring). Adapun kasus kanker jenis ini lebih banyak dialami orang-orang kawasan Asia Tenggara.

Penyebab
Kanker karsinoma disebabkan adanya mutasi gen sehingga menyebabkan sel-sel berkembang dengan tak terkendali serta menginvasi jaringan-jaringan di sekitarnya  kemudian bisa menyebar ke beberapa bagian tubuh lain atau metastase. Penyebab terjadinya mutasi gen ini masih belum diketahui sampai saat ini.

Adapun karsinoma nasofaring mempunyai faktor-faktor risiko yang dapat membuat seseorang untuk semakin berisiko menderita penyakit ini, misalnya seperti virus Epstein-Barr. Namun pemicu pasti karsinoma nasofaring masih belum ditemukan. Beberapa faktor risiko penyakit karsinoma nasofaring, yaitu:
  1. Etnis
    Kasus karsinoma nasofaring banyak ditemukan pada orang-orang yang tinggal di Afrika bagian utara, Cina, Asia Tenggara, serta bangsa Inuit di bagian Alaska. Meski begitu, warga Asia yang lahir di Amerika tak mempunyai risiko setinggi warga-warga Asia yang imigrasi ke Amerika.
  2. Riwayat keluarga dengan kanker nasofaring.
  3. Usia
    Penyakit ini banyak ditemukan pada orang-orang dewasa dengan usia antara 30-50 tahun.
  4. Virus Epstein-Barr.
  5. Jenis Kelamin. karsinoma nasofaring sering ditemukan pada laki-laki.
  6. Uap masakan yang berasal dari makanan yang diawetkan menggunakan teknik pengasinan yang memasuki rongga hidung bisa meningkatkan risiko penyakit kanker nasofaring, contohnya ikan asin serta asinan sayuran. Risiko dapat bertambah tinggi apabila pasien telah terpapar zat kimia seperti ini sejak dini.
  7. Bekerja di tempat yang membuat Anda sering menghirup serbuk kayu serta zat kimia formaldehyde.

Gejala
Pada stadium awal gejala karsinoma nasofaring sulit diketahui sehingga menyebabkan penyakit ini umumnya mulai terlihat saat pasien ada pada stadium lanjut. Beberapa gejala dari karsinoma nasofaring yang biasanya dapat dikenali, yaitu:
  1. Ada benjolan pada leher karena kelenjar getah bening membesar
  2. Darah yang ada pada air liur
  3. Mimisan
  4. Pusing
  5. Trismus
  6. Hidung tersumbat
  7. Infeksi telinga yang frekuensinya lebih sering
  8. Pendengaran berkurang

Diagnosis
Diagnosa penyakit karsinoma nasofaring ini terdiri dari pemeriksaan fisik serta pemeriksaan penunjang, dan anamnesa,  untuk mengetahui keadaan dan penyebaran atau stadium sel kanker. Mungkin dokter akan bertanya tentang gejala dan juga tanda-tanda yang dialami penderita, faktor-faktor risiko, serta riwayat kesehatan keluarga.

Beberapa pemeriksaan tambahan yang mungkin dilakukan setelah diagnosis karsinoma nasofaring didapatkan yaitu CT scan, X-ray, MRI scan, serta tes pencitraan PET Pemeriksaan-pemeriksaan tersebut bertujuan untuk mengetahui tahapan penyebaran sel-sel kanker. Tahapan ini dapat membantu menentukan rencana-rencana pengobatan serta peluang kesembuhan bagi pasien.

Pengobatan
Adapun pengobatan karsinoma nasofaring ataupun kanker karsinoma ini melibatkan beberapa terapi, diantaranya yaitu kemoterapi, radiasi, ataupun gabungan keduanya. Setiap pilihan terapi mempunyai kelebihan serta keuntungan tersendiri.

Rencana pengobatan bisa dibuat berdasarkan stadium, kondisi kesehatan pasien, tujuan pengobatan, serta efek samping dari pengobatan yang bisa di toleransi oleh pasien. Pengobatan yang mungkin saja dilakukan adalah:
  1. Terapi radiasi
    Proton berkekuatan tinggi langsung diarahkan ke target penyinaran untuk membunuh sel-sel kanker ataupun tumor di nasofaring. Terapi ini disebut dengan external beam radiation Efek samping yang bisa muncul yaitu kulit kemerahan, mulut kering, serta berkurangnya fungsi pendengaran.
    Terapi sinar radiasi yang lainnya yaitu brachytherapy biasanya digunakan pada karsinoma nasofaring yang sedang kambuh.
  2. Kemoterapi
    Adapun terapi dengan obat-obatan sebagai pembasmi sel-sel kanker ini bisa diberikan dalam bentuk sebuah pil, disuntikkan lewat pembuluh nadi, ataupun keduanya. Dosis, jenis, dan efek samping obat-obatan kemoterapi tergantung dari jenis obat pemberian dokter. Adapun terapi ini bisa dilakukan dengan berbagai cara, yaitu:
    -Kemoterapi yang dilakukan sebelum terapi radiasi (kemoterapi neoajuvan).
    -Kemoterapi yang dilakukan bersama dengan terapi radiasi (terapi kemoradiasi)
    -Kemoterapi yang dilakukan setelah terapi radiasi.
  3. Pembedahan
    Adapun terapi pembedahan jarang sekali dilakukan pada kasus kanker karsinoma atau karsinoma faring. Biasanya pembedahan dilakukan dengan tujuan untuk mengangkat bagian nodus limfa yang telah di invasi oleh sel kanker. Dokter biasanya akan memindahkan sel-sel kanker tersebut yaitu dengan cara membuat sebuah irisan di langit-langit mulut pasien.

Blogger
Disqus
Pilih Sistem Komentar Yang Anda Sukai