Sabtu, 04 Maret 2017

Iskemia Definisi Penyebab Dan Pengobatan Serta Tanda Gejala Iskemia Menurut Ilmu Kedokteran

Pusatmedik.org - Iskemia Definisi Penyebab Dan Pengobatan Serta Tanda Gejala Iskemia Menurut Ilmu Kedokteran - Iskemia merupakan ketidakcukupan suplai darah pada jaringan ataupun organ tubuh. Iskemia muncul karena permasalahan di pembuluh darah.
http://www.pusatmedik.org/2017/03/iskemia-definisi-penyebab-dan-pengobatan-serta-tanda-gejala-iskemia-menurut-ilmu-kedokteran.html
Google Image: Iskemia Definisi Penyebab Dan Pengobatan Serta Tanda Gejala Iskemia Menurut Ilmu Kedokteran
Iskemia dapat juga diartikan anemia lokal yang biasanya terjadi di area tubuh tertentu, misal jantung, usus, otak, serta tangan dan kaki. Selengkapnya mengenai iskemia dapat Anda simak pada ulasan berikut.

Iskemia Definisi Penyebab Dan Pengobatan Serta Tanda Gejala Iskemia Menurut Ilmu Kedokteran


Definisi
Iskemia merupakan ketidakcukupan suplai darah pada jaringan ataupun organ tubuh. Iskemia muncul karena permasalahan di pembuluh darah. Iskemia dapat juga diartikan anemia lokal yang biasanya terjadi di area tubuh tertentu, misal jantung, usus, otak, serta tangan dan kaki.

Keadaan ini menyebabkan jaringan ataupun organ mengalami defisiensi nutrisi serta oksigen yang dibutuhkan untuk proses metabolisme sel-sel sekaligus menjaganya supaya tetap hidup. Jika tidak ditangani secara tepat, kematian sel-sel bisa terjadi.

Penyebab
Iskemia disebabkan karena gangguan di pembuluh darah sehingga mengganggu suplai darah pada jaringan ataupun organ. Beberapa keadaan yang bisa menyebabkan kurangnya suplai darah yaitu:
  1. Aterosklerosis:
    penebalan, pengerasan, atau berkurangnya fleksibilitas dinding pembuluh darah. Keadaan ini menyebabkan lumen pada pembuluh darah semakin sempit
  2. Oklusi ataupun tertutupnya pembuluh darah
    Adanya penggumpalan yang terjadi pada pembuluh darah bisa lepas serta mengikuti aliran darah, lalu menyebabkan sumbatan
  3. Trauma ataupun perlukaan
    Penekanan, pergesaran, ataupun perobekan yang muncul dari kejadian trauma bisa menyebabkan penutupan total ataupun sebagian pembuluh darah.
  4. Aneurisma ataupun pelebaran pada pembuluh darah abnormal di dinding pembuluh darah serta bersifat lokal.
  5. Infark miokard.
  6. Fibrilasi atrial kronis.
  7. Penyakit katup jantung.
  8. Kardiomiopati.
  9. Takikardia.
  10. Hipoglikemia.
  11. Penyakit sel-sel darah sabit.
  12. Anemia.
  13. Hipotensi.

Gejala
Berkurangnya persediaan darah pada proses metabolisme bisa memicu iskemia di jaringan serta organ tubuh yang berbeda. Sehingga, kondisi ini mempunyai gejala yang berbeda-beda, seperti:
  1. Iskemia pada jantung
    Gejala-gejala pada kondisi ini bisa berupa sakit dada yang diakibatkan oleh otot jantung tak menerima aliran darah dengan cukup. Nyeri dada yang muncul bisa menjalar pada tangan, leher, dagu, dan punggung.
    Di samping nyeri dada bisa terjadi serangan jantung jika pembuluh jantung tertutup total. Jantung iskemik lebih dikenal dengan sebutan jantung koroner.
  2. Iskemia pada usus
    Gejala-gejala pada kondisi ini bisa berupa sakit perut karena adanya peradangan di usus besar maupun usus kecil. Gejala lainnya bisa berupa diare, mual, dehidrasi dan mengeluarkan kotoran a kemerahan yang terkadang disertai darah.
  3. Iskemia pada otak
    Gejala-gejala iskemia pada otak tergantung pada bagian yang terkena. Gejalanya bisa mencakup pusing, pandangan mengabur, linglung, kehilangan koordinasi tubuh ataupun kesulitan berbicara atau memahami pembicaraan orang lain.
  4. Iskemia pada tungkai
    Gejala-gejala pada kondisi ini berupa kelumpuhan, kram di salah satu bagian tungkai, dingin, rasa nyeri yang tak segera hilang di jari, kaki, ataupun tungkai, serta perubahan warna tungkai.
Gejala-gejala iskemia yang tak segera ditangani bisa turut merusak organ dengan cepat, misal pada organ ginjal. Jaringan-jaringan dengan metabolisme rendah karena kekurangan oksigen yang didapatkan dari darah bisa mengalami kerusakan sesudah 20 menit.

Diagnosis
Dokter dapat menanyakan beberapa pertanyaan mengenai gejala yang dikeluhkan pasien serta melakukan pemeriksaan fisik untuk dapat memastikan diagnosis iskemia. Adapun pemeriksaan penunjang untuk iskemia bergantung pada bagian yang terjangkit, seperti:
  1. Iskemia pada jantung
    Adapun pemeriksaan penunjang yang biasanya direkomendasikan, yaitu tes elektrokardiogram (EKG), kateterisasi jantung, pemeriksaan enzim jantung, MRI serta CT scan.
  2. Iskemia pada usus
    Adapun pemeriksaan penunjang yang biasanya direkomendasikan yaitu tes darah, X-ray, CT scan, ultrasonografi, endoskopi, kolonoskopi, serta MRI angiografi.
  3. Iskemia pada otak
    Adapun pemeriksaan penunjang yang biasanya direkomendasikan yaitu tes darah, CT scan, Ekokardiografi, MRI, USG karotis, serta pemeriksaan neurologi.
  4. Iskemia pada tungkai
    Adapun pemeriksaan penunjang yang biasanya direkomendasikan yaitu ultrasound, angiografi, X-ray, angiografi kateter, CTA, serta MRA.

Pengobatan
Pengobatan iskemia diantaranya meliputi pemberian obat-obatan, penyesuaian kondisi tubuh, bedah vaskular, sampai amputasi. Tentu saja disesuaikan berdasarkan bagian tubuh yang menderita iskemia.
Adapun beberapa penanganan yang bisa dilakukan, antara lain:
  1. Pemberian obat antikoagulan
    Obat heparin bisa disuntikkan pada pasien untuk mencegah membesarnya penggumpalan darah dalam pembuluh darah. Penanganan ini bisa berjalan dalam periode yang panjang untuk kasus penggumpalan darah yang parah dan bisa memicu iskemia akut.
  2. Trombolisis
    Pengobatan ini dapat dilakukan dengan menyuntikkan protein yang menghasilkan plasmin untuk merangsang munculnya proses fibrinolisis sekunder yang mencegah menggumpalnya darah. Prosedur seperti ini dilakukan dengan memakai kateter yang dipasang di permukaan kulit langsung pada gumpalan darah.
  3. Embolektomi
    Adapun prosedur bedah darurat digunakan untuk menghilangkan gumpalan-gumpalan massa yang ada dalam pembuluh darah yang menghambat peredaran darah.
  4. Bedah revaskularisasi
    Merupakan prosedur pembedahan yang diterapkan pada pembuluh darah untuk membantu memulihkan organ ataupun bagian tubuh. Misalnya saja dengan cara membuat sobekan atau irisan pada dinding-dinding pembuluh arteri.
  5. Kateter angiografi
    Adapun prosedur ini menyasar pada pembuluh darah yang terjadi penyempitan, lalu melebarkannya dengan melarutkan obat-obatan yang dapat melancarkan aliran darah.
  6. Amputasi
    Tindakan ini adalah pilihan pengobatan akhir iskemia yang terjadi pada area tungkai yang tak memungkinkan untuk ditangani menggunakan prosedur lain.
Itulah informasi yang bisa kami sampaikan mengenai Iskemia Definisi Penyebab Dan Pengobatan Serta Tanda Gejala Iskemia Menurut Ilmu Kedokteran, semoga bermanfaat.

Blogger
Disqus
Pilih Sistem Komentar Yang Anda Sukai