Senin, 10 Juli 2017

Miom Definisi Penyebab Dan Pengobatan Serta Tanda Gejala Penyakit Miom Menurut Ilmu Kedokteran

Pusatmedik.org - Miom Definisi Penyebab Dan Pengobatan Serta Tanda Gejala Penyakit Miom Menurut Ilmu Kedokteran – Sudah tahukah anda mengenai miom? Miom atau dikenal pula dengan nama penyakit mioma merupakan sel otot rahim yang tumbuhnya secara tidak normal yang berada di sekitar uterus atau rahim pada wanita. Miom ini dapat tumbuh membentuk tumor jinak. Sebagian wanita kemungkinan memiliki miom dan banyak yang tidak mengetahui kondisi ini karena kadang tidak muncul gejalanya. Sebab, ukuran miom sangat bervariasi. Miom ada yang bentuknya kecil sekecil biji dan ada pula yang besar hingga membuat rahim membesar.
http://www.pusatmedik.org/2017/07/miom-definisi-penyebab-dan-pengobatan-serta-tanda-gejala-penyakit-miom-menurut-ilmu-kedokteran.html
Google Image: Miom Definisi Penyebab Dan Pengobatan Serta Tanda Gejala Penyakit Miom Menurut Ilmu Kedokteran
Miom memiliki beberapa jenis yang didasarkan pada lokasi tumbuhnya, yaitu:
  1. Fibroid intramural
    miom yang tumbuh di antara jaringan otot rahim.
  2. Fibroid subserous
    miom yang tumbuh pada bagian luar dinding rahim yang menuju pada rongga panggul dan dapat tumbuh menjadi besar.
  3. Fibroid submucous
    miom yang tumbuh di lapisan otot bagian dalam dari dinding rahim yang tumbuhya dapat menyebabkan pendarahan parah saat waita mengalami menstruasi dan komplikasi serius yang lainnya.
  4. Fibroid pedunculated
    miom yang tumbuh di batang kecil di dalam ataupun di luar rahim.

Selengkapnya tentang miom akan kami bahas pada kesempatan kali ini.

Miom Definisi Penyebab Dan Pengobatan Serta Tanda Gejala Penyakit Miom Menurut Ilmu Kedokteran


Definisi
Miom adalah pertumbuhan sel tumor yang tidak bersifat ganas (jinak) di dalam atau di sekitar uterus atau Mioma Uteri (rahim).

Penyebab
Menurut ilmu kedokteran, dari berbagai pemeriksaan, penyebab kemunculan miom masih belum diketahui hingga kini. Kemunculan miom sering dikaitkan dengan hormon estrogen atau hormon reproduksi yang dihasilkan oleh ovarium pada wanita. Biasanya, miom muncul pada wanita berusia sekitar 16 - 50 tahun, pada saat kadar hormon estrogen-nya sedang tinggi-tingginya. Miom akan menyusut karena penurunan kadar estrogen pada saat wanita mengalami menopause.

Miom dapat lebih sering muncul pada wanita yang memiliki berat badan berlebih (mengalami obesitas). Karena, meningkatnya hormon esterogen juga dipengaruhi oleh meningkatnya berat tubuh. Selain itu, faktor keturunan juga dapat menjadi penyebab miom. Wanita yang memiliki ibu yang pernah mengalami miom juga akan terkena miom. Faktor lainnya yang dapat mengkatkan resiko terkena miom, yaitu;

  1. menstruasi yang dimulai terlalu dini,
  2. adanya infeksi atau jamur dalam rahim,
  3. banyak mengonsumsi daging merah dibandingkan mengkonsumsi sayur-sayuran dan buah-buahan,
  4. memiki ketidakseimbangan emosi, seperti stress
  5. daya tahan tubuh rendah,
  6. gaya hidup yang tidak seimbang,
  7. dan, kebiasaan mengonsumsi alkohol.

Namun, resiko seorang wanita mengalami kondisi miom akan menurun setelah melahirkan.

Gambaran klinik
  1. Adapun gejala yang khas dari kelainan miom adalah memiliki masa menstruasi yang berlebih dan kadang menyakitkan, rasa sakit atau nyeri di bagian perut dan punggung bawah, rasa tidak nyaman saat berhubungan seksual, sering buang air kecil, mengalami konstipasi, anemia, serta sangat jarang terjadi mengalami kemandulan maupun keguguran dan masalah pada masa kehamilan.
  2. Biasanya, diketahui bahwa serang wanita wanita menderita miom pada saat pemeriksaan rutin panggul atau pada saat perawatan kehamilan. Sebab, jarang telihat gejala-gejalanya pada keadaan biasanya.

Diagnosis
  1. Adanya miom terkadang di-diagnosis secara tidak disengaja ketika seseorang wanita melakukan pemeriksaan ginekologi atau tes tertentu.
  2. Jika mengalami beberapa gejala miom yang terasa menyakitkan dan berlangsung cukup lama, segera cari tahu penyebabnya. dengan memeriksakannya ke dokter. Biasanya, dokter akan menyarankan untuk menjalani tes pemindaian ultrasonografi (USG).
    untuk mencari tahu penyebab kemunculan gejala yang dialami dan untuk melakukan diagnosis. Pemeriksaan USG ini dengan menggunakan gelombang suara untuk bisa menampilkan gambaran rahim secara rinci pada layar monitor untuk melihat penilaian pertumbuhan miom.
  3. Dokter kemungkinan juga akan menyarankan tindakan histeroskopi, yaitu tindakan pembedahan yang tidak bersifat invasif atau tidak membahayakan yang mana prosesnya memasukkan teleskop ringan dan kecil ke dalam vagina dan serviks ke dalam rahim. Dokter dapat memeriksa dinding rahim (endometrium) dalam pemeriksaan ini dan mengambil sedikit bahan jaringan, jika diperlukan.

Penatalaksanaan
  1. Miom yang tidak memunculkan gejala tertentu, biasanya tidak memerlukan pengobatan khusus. Pengobatan akan dilakukan pada miom yang menimbulkan gejala, seperti menimbukan nyeri panggul yang luar biasa.
    Terapi obat dan tindakan pembedahan dapat digunakan untuk untuk meringankan gejala yang muncul atau menghilangkan miom jika menyebabkan rasa tidak nyaman atau gejala-gejala yang bermasalah.
  2. Apabila pengobatan yang telah dilakukan kurang efektif, maka pelaksanaan prosedur operasi perlu dilakukan.

Penanganannya
diantara lain;
  1. Hysteroscopy
    prosedur non-infasif dimana teleskop ditempatkan dalam kavum uterus dan selanjutnya miom dipotong.
  2. Myomectomy
    tindakan operasi untuk mengeluarkan tumor.
  3. Hysterectomy
    tindakan operasi untuk mengeluarkan seluruh uterus. Prosedur ini direkomendasikan bagi wanita yang memiliki fibroid yang sangat berat. Alasan-alasan lainnya, yaitu: adanya kondisi ketidakmampuan untuk mengakses secara akurat keadaan ovarium oleh pemeriksaan, adanya kemungkinan keganasan dari massa pelvis,
    adanya potensi penurunan secara tidak normal fungsi organ jika massa tersebut membesar, adanya peningkatan resiko komplikasi bedah jika massa bertumbuh menjadi besar, serta adanya kemungkinan pertumbuhan miom yang terus menerus jika terapi hormonal di berikan setelah menopause.
  4. Radioterapi
    tindakan yang bertujuan agar ovarium tidak berfungsi lagi sehingga penderita mengalami menopause.
  5. Miolisis
    terapi untuk menginduksi nekrosis ditengah-tengah mioma, lalu mengecilkan ukuran tumor, menghilangkan gejala, dan mencegah pertumbuhan progresif tumor.
  6. Uterine Artery Embolization
    terapi mioma untuk menurunkan suplai darah, menginduksi nekrosis, dan menurunkan volume darah yang hilang.

Pilihan penanganan yang digunakan untuk penderita miom tergantung dari kondisi miom yang dialami oleh si penderita.

Itulah sedikit informasi yang bisa kami sampaikan mengenai Miom Definisi Penyebab Dan Pengobatan Serta Tanda Gejala Penyakit Miom Menurut Ilmu Kedokteran. Semoga dapat bermanfaat dan menambah wawasan bagi para pembaca.

Blogger
Disqus
Pilih Sistem Komentar Yang Anda Sukai