Senin, 07 Agustus 2017

Demensia Definisi Penyebab Dan Pengobatan serta Tanda Gejala Penyakit Demensia Menurut Ilmu Kedokteran

Pusatmedik.org - Demensia Definisi Penyebab Dan Pengobatan serta Tanda Gejala Penyakit Demensia Menurut Ilmu Kedokteran – Sudah tahukah anda mengenai demensia? Demensia sebenarnya bukanlah suatu penyakit, namun gajala penyakit yang disebabkan oleh adanya kelainan pada otak. Tanda-tanda terserang demensia, yaitu mengalami gangguan mental yang membuat seseorang mengalami perubahan sikap atau perilaku, gangguan berfikir, dan juga hilang ingatan.
http://www.pusatmedik.org/2017/07/demensia-definisi-penyebab-dan-pengobatan-serta-tanda-gejala-penyakit-demensia-menurut-ilmu-kedokteran.html
Google Image: Demensia Definisi Penyebab Dan Pengobatan serta Tanda Gejala Penyakit Demensia Menurut Ilmu Kedokteran
Bila sudah ditemukan tanda-tanda gejalanya, maka penderitanya harus segera ditanggani agar tidak semakin parah. Gejala penyakit demensia ini hanya dapat disembuhkan bila diketahui apa penyebab penyakitnya. Untuk mengetahui secara lebih lanjut mengenai demensia ini, simaklah uraian di bawah ini.


Demensia Definisi Penyebab Dan Pengobatan serta Tanda Gejala Penyakit Demensia Menurut Ilmu Kedokteran


Definisi
Demensia merupakan suatu sindrom yang mana otak mengalami kerusakan yang bersifat progresif (makin lama semakin parah) dan pada fungsi kognitifnya secara menyeluruh, serta kehilangan fungsinya. Demensia menunjukan adanya gejala suatu kelompok penyakit yang menyerang otak syaraf manusia, meliputi masalah pada proses pembelajaran, memori, tingkah laku, dan komunikasi.

Penyebab
Demensia dibedakan menjadi dua kategori berdasarkan ke-akut-an penyakitnya dengan penyebab yang sedikit berbeda, yaitu;

A. Demensia yang dapat disembuhkan dengan obat dan penanganan yang baik. Penyebab gejalanya, diantaranya yaitu: karena penyalahgunaan mengkonsumsi zat terlarang (narkoba) dalam jangka panjang, gangguan kelenjar tiroid, kekurangan Vitamin B12, hipoglikemia atau gula darah rendah, pendarahan di kepala pada rongga subdural (Hematoma Subdural), efek samping dari pengangkatan tumor otak, membesarnya ventrikel otak yang dapat menyebabkan hilangnya ingatan (Hidrosefalus tekanan normal)

B. Demensia yang terus memburuk dan tidak dapat dicegah atau disembuhkan disebabkan oleh adanya penyakit kronis, yaitu;
  1. Penyakit Alzheimer
    yang bedasarkan ilmu kedokteran disebabkan oleh adanya plak (timbunan protein beta-amyloid) dan masa jaringan protein tau. Gejala yang diderita, yaitu; kesulitan mencari kata-kata yang tepat ketika akan berbicara dan mudah lupa.
  2. Demensia Vaskular
    merupakan kondisi yang terjadi karena adanya kerusakan otak akibat dari kurangnya aliran darah menuju otak yang biasanya terjadi pada penderita hipertensi, memiliki riwayat stroke dan serangan jantung yang dapat menyebabkan kematian beberapa sel otak dan penyakit stroke. 
  3. Demensia Lewy Body
    merupakan demensia dengan gejala yang timbul adalah halusinasi visual dan adanya gejala penyakit parkinson yang dimulai dengan otot kaku dan tremor (tangan bergemetar). 
  4. Demensia Frontotemporal (temporal bagian depan)
    merupakan suatu kondisi dimana sel-sel otak yang berada di bagian lobus temporal dan bagian depan atau frontal mengalami penurunan fungsi yang menimbulkan adanya kelainan perilaku, bahasa, dan kesulitan berpikir, berkonsentrasi, maupun bergerak.


Gambaran klinik
  1. Gejala yang diderita penderita demensia lama kelamaan dapat memburuk sehingga menurunkan fungsi otak yang dapat menyebabkannya menjadi pelupa hingga hilang ingatan, kesulitan berkomunikasi
    mudah frustrasi dan mudah marah, mengalami disorientasi atau kebingungan, dan perubahan psikis atau mental karena berkurangnya kemampuan otak untuk berpikir dan mengingat secara jelas. 
  2. Bila diketahui timbul adanya kecurigaan seseorang mengalami demensia, sebaiknya anggota keluarga menganjurkan pasien untuk melakukan konsultasi ke dokter spesialis. 


Diagnosis
A. Dalam mendiagnosis seseorang terkena demensia atau tidak dibutuhkan proses untuk mempelajari gejala yang timbul. Pemeriksaan yang dilakukan meliputi;
  1. Penyelidikan terhadap kegiatan keseharian pasien,
  2. Kapan gejala-gejala tersebut timbul,
  3. Pemeriksaan fisik, 
  4. Pemeriksaan laboratorium, dan
  5. Pemeriksaan kemampuan mental.

B. Ketika seseorang sudah terdiagnosis demensia, dokter umum dapat merujuk pasien tersebut kepada dokter spesialis, yaitu dokter spesialis saraf atau ahli geriatrik (khusus pasien lanjut usia).

Penatalaksanaan
A. Dalam mengobati penyakit demensia, terebih dahulu diketahui jenis demensia yang diderita oleh pasien apakah mengidap demensia yang bisa disembuhkan ataukah demensia yang tidak bisa disembuhkan. 
B. Jika penderita mengidap demensia yang tidak bisa disembuhkan, maka cara untuk mengobatinya adalah melakukan pengendalian terhadap gejala demensianya. Pengobatan yang dilakukan adalah sebagai berikut:
  1. Penghambat Kolinesterase:
    terapi untuk mengaktifkan beberapa zat kimia yang berfungsi untuk dapat meningkatkan kemampuan mengingat dan berpikir.
  2. Memantine:
    metode yang digunakan dengan cara menggabungkan dengan penghambat kolinesterase yang akan memberikan hasil yang lebih efektif.
  3. Terapi pekerjaan:
    metode yang digunakan untuk memberikan bantuan pasien untuk menjalankan kehidupan kesehariannya dan melakukan perawatan yang teratur.

C. Obat-obat yang digunakan dalam proses pengobatan demensia, yaitu:
  1. Penghambat-penghambat asetilkolinesterase, seperti Donepezil (Aricept), Tacrine (Cognex), Rivastigmine (Exelon), dan Galantamine (Reminyl) untuk perawatan demensia yang disebabkan oleh penyakit Alzheimer dan Parkinsons atau demensia  vaskuler.
  2. N-methyl-D-aspartate Blockers atau N-methyl-D-aspartate (NMDA) blockers yang termasuk jenis memantine (Namenda) untuk perawatan demensia moderate hingga berat.
  3. Amiloid deposit inhibitor, seperti; Minocycline dan Clioquinoline, serta antibiotik.
  4. Obat-obat antipsikotik, seperti Haloperidol (Haldol), risperidone (Risperdal), olanzapine (Zyprexa), dan quetiapine (Seroquel) yang digunakan untuk membantu mengatasi penyakit kejiwaan (psikotic) dan peradangan, serta diharapkan dapat mengurangi gejala-gejala psikotik seperti paranoia, delusi, halusinasi, jeritan, bahkan kekerasan.
  5. Obat antiansietas untuk mengatasi kecemasan, seperti; benzodiazepin dan diazepam (Valium).

D. Karena demensia ini tidak ada obat yang bisa menyembuhkan penyakitnya secara total, bagi kita supaya tidak terkena demensia sebaiknya melakukan pencegahan. Pencegahan yang bisa dilakukan adalah dengan hidup secara aktif baik itu fisik maupun mental. 
E. Pada penatalaksanaannya, hal yang utama adalah mengontrol gejala yang timbul yang mengarah pada demensia. Sebab, pengobatan yang diberikan oleh dokter tergantung pada kondisi yang menyebabkan gejala demensia.

Itulah sedikit informasi yang bisa kami sampaikan mengenai Demensia Definisi Penyebab Dan Pengobatan serta Tanda Gejala Penyakit Demensia Menurut Ilmu Kedokteran. Semoga dapat bermanfaat dan menambah wawasan bagi para pembaca.

Blogger
Disqus
Pilih Sistem Komentar Yang Anda Sukai