Senin, 07 Agustus 2017

Hipoksia Definisi Penyebab Dan Pengobatan serta Tanda Gejala Penyakit Hipoksia Menurut Ilmu Kedokteran

Pusatmedik.org - Hipoksia Definisi Penyebab Dan Pengobatan serta Tanda Gejala Penyakit Hipoksia Menurut Ilmu Kedokteran – Sudah tahukah anda mengenai hipoksia? Hipoksia merupakan suatu kondisi tubuh mengalami kurangnya pasokan oksigen sehingga tidak bisa menjalankan fungsinya secara normal. Hipoksia ini terjadi sebagai lanjutan dari rendahnya kadar oksigen yang ada pada pembuluh arteri atau pembuluh darah bersih yang dalam istilah ilmu kedokteran disebut dengan hipoksemia. Terkena kondisi hipoksia dapat dibilang cukup membahayakan, sebab organ-organ tubuh seperti otak dan hati dapat rusak bila tidak mendapatkan cukup oksigen.
http://www.pusatmedik.org/2017/07/hipoksia-definisi-penyebab-dan-pengobatan-serta-tanda-gejala-penyakit-hipoksia-menurut-ilmu-kedokteran.html
Google Image: Hipoksia Definisi Penyebab Dan Pengobatan serta Tanda Gejala Penyakit Hipoksia Menurut Ilmu Kedokteran
Kondisi hipoksia juga dapat terjadi pada bayi yang lahirnya secara premature karena organ paru-parunya belum berkembang secara sempurna. Meskipun hipoksia bukan merupakan penyakit yang banyak diderita dan jarang terjadi, namun kita perlu waspada bila berada di lingkungan yang memiliki kadar oksigen yang rendah, seperti di dalam air, area kebakaran, dalam penerbangan, maupun pegunungan, sebab bisa terkena hipoksia secara mendadak. Selain itu, hipoksia bisa jadi juga merupakan salah satu indikasi adanya penyakit kronis yang diderita, misalnya asma, anemia, dehindrasi, gagal jantung, hingga kanker. Untuk itu, sangatlah penting bagi kita mengenali penyakit hipoksia sebagai langkah awal dalam mendiagnosis adanya penyakit kronis. Info lebih lengkap simak uraian di bawah ini.


Hipoksia Definisi Penyebab Dan Pengobatan serta Tanda Gejala Penyakit Hipoksia Menurut Ilmu Kedokteran


Definisi
Hipoksia adalah penyakit yang terjadi dimana jaringan tubuh mengalami kondisi kekurangan suplai oksigen di bawah level normal dan mengganggu fungsi organ tubuh lainnya.

Penyebab
Penyakit hipoksia bisa muncul disebabkan oleh hipoksemia, begitu pula bisa sebaliknya. Faktor penyebab yang lainnya, yaitu:
  1. Keracunan gas.
  2. Keracunan zat kimia.
  3. Memiliki kadar oksigen yang rendah.
  4. Terjadi gangguan pada organ jantung, seperti melambatnya detak jantung, kontraksi bilik jantung yang terlalu cepat maupun tidak teratur. 
  5. Memiliki gangguan paru-paru, contohnya; bronkitis, kanker paru-paru, emfisema, pneumonia, dan asma. 
  6. Berkurangnya aliran darah menuju organ tertentu.
  7. Anemia.
  8. Efek obat-obatan tertentu yang menyebabkan terganggunya aliran oksigen ke jaringan tubuh.


Gambaran klinik
A. Hipoksia dapat memunculkan gejala yang muncul secara mendadak, cepat memburuk, dan bersifat kronis. Gejala umum yang terjadi adalah; nafas pendek, berkeringat, kulit berubah warna, sesak nafas, berhalusinasi, kelelahan, batuk-batuk, detak jantung cepat, nafas berbunyi, dan kebinggungan.

B. Penyakit hipoksia diklasifkasikan menjadi 4 kategori, yaitu:
  1. Hipoksia hipoksik:
    hipoksia yang terjadi karena terdapat gangguan pertukaran oksigen di paru-paru. Ini merupakan bentuk tersering dari terjadinya penyakit hipoksia. Penyebabnya, yaitu; mengalami kondisi tekanan parsial oksigen menurun, tenggelam, radang paru, asma, leher terjerat, menghirup asap kebakaran, dan karena penyakit jantung bawaan. 
  2. Hipoksia stagnant:
    hipoksia yang terjadi sebab kondisi tidak adanya aliran darah yang cukup ke jaringan organ target, seperti jantung dan ginjal. Penyebabnya, yaitu: mengalami kelainan gagal jantung, sirkulasi darah menurun, pembuluh darah vena melebar, dan tidak bisanya darah vena mengalir akibat kondisi G-forces. 
  3. Hipoksia anemik:
    hipoksia yang terjadi sebab tubuh tidak mampu berfungsi normal mengangkut oksigen yang tersedia ke jaringan organ yang ditargetkan. Penyebabnya, yaitu: anemia berat, keracunan karbon monoksida, efek obat-obatan seperti aspirin, dan kondisi tidak normalnya pigmen darah (methemoglobinemia).
  4. Hipoksia histotoksik:
    hipoksia yang terjadi ketika jaringan tubuh tidak dapat berfungsi dengan baik dengan tidak dapat menggunakan oksigen yang telah diterimanya. Sebagian besar penyebab terjadinya kondisi ini adalah karena keracunan seperti keracunan sianida, efek narkotika, dan mengkonsumsi alcohol. 

C. Terjadinya penyakit hipoksia juga bisa menjadi gejala atas timbulnya suatu komplikasi dalam tubuh. Sehingga, bisa menyebabkan penyakit lain seperti katarak, kejang-kejang, vertigo, dan pneumonia.

D. Penanganan yang kurang tepat pada suatu kondisi pasien seperti pemberian oksigen yang berlebihan justru dapat meracuni jaringan tubuh dan kondisi ini biasanya disebut dengan penyakit hiperoksia. 

Diagnosis
A. Jika mengalami gejala-gejala yang disebutkan diatas, sebaiknya segera memeriksakan diri ke dokter untuk mendapatkan penanganan yang tepat.

B. Biasanya, dokter akan melakukan diagnosis penyakit hipoksia dengan dua cara, yaitu:
  1. Analisa gas darah
    Dokter akan memeriksa sampel darah dari pembuluh arteri untuk mengetahui kadar oksigen yang terikat di dalam sel darah merah.
  2. Pemasangan monitor oksigen
    Dokter akan memeriksa jari atau telinga penderita untuk mendeteksi jumlah kadar oksigen yang ada dalam darah.
  3. Tes fungsi paru
    Tes yang dilakukan untuk mengetahui penyebab dari berkurangnya sirkulasi oksigen dalam tubuh.


Penatalaksanaan
A. Bila dari diagnosis dokter telah pasti bahwa penyakit yag diderita adalah hipoksia, maka penderita harus mendapatkan penanggganan secepatnya. Pengobatan yang biasanya dilakukan, yaitu;
  1. Memasok oksigen ke dalam tubuh penderita dengan menggunakan selang atau masker oksigen. Tubuh penderita akan terus dimonitor untuk mengetahui kadar oksigen dalam tubuhnya. Bila semakin cepat kadar oksigennya kembali normal, maka semakin kecil pula risiko kerusakan organ tubuhnya.
  2. Penderita akan dimasukkan ke dalam Ruang Hiperbarik yang memiliki fungsi untuk meningkatkan oksigen dalam darah. Biasanya penderita hipoksia yang dimasukkan dalam Ruang Hiperbarik ini adalah mereka yang keracunan zat karbon monoksida.
  3. Metode Intubasi, yaitu membuat saluran udara mekanis yang memliki fungsi menyalurkan oksigen dengan jumlah kadar di atas normal.

B. Untuk pencegahan terjadinya hipoksia dapat dilakukan dengan beberapa cara berikut ini;
  1. Menghindari kondisi yang menurunkan kadar oksigen, 
  2. Pada suatu kondisi yang dapat menyebabkan terjadinya hipoksia bisa dengan secepatnya memberikan pasokan oksigen sebelum hipoksia muncul. 
  3. Hipoksia karena asma bisa dihindari dengan cara mengikuti terapi asma yang sudah diresepkan oleh dokter.



Blogger
Disqus
Pilih Sistem Komentar Yang Anda Sukai