Selasa, 21 November 2017

Definisi Penyebab Dan Pengobatan Serta Tanda dan Gejala Penyakit Kanker Vulva Menurut Ilmu Kedokteran

Pusatmedik.org - Definisi Penyebab Dan Pengobatan Serta Tanda dan Gejala Penyakit Kanker Vulva Menurut Ilmu Kedokteran – Sudah tahukah anda mengenai penyakit kanker vulva? Kanker vulva merupakan kanker yang menjangkiti bagian permukaan luar vagina wanita. Vulva merupakan istilah untuk area lipatan kulit yang letaknya diantara selangkangan. Menurut ilmu medis, vulva adalah bagian organ kewanitaan yang terdiri dari pintu liang vagina dan uretra atau lubang kencing. Organ seksual wanita pada bagian ekstrnalnya terdiri dari majora atau bibir dalam dan luar vagina, labia manora, klitoris, dan juga kelenjar bartholin yang ada di ke dua sisi vagina.
http://www.pusatmedik.org/2017/11/definisi-penyebab-dan-pengobatan-serta-tanda-dan-gejala-penyakit-kanker-vulva-menurut-ilmu-kedokteran.html
Google Image: Definisi Penyebab Dan Pengobatan Serta Tanda dan Gejala Penyakit Kanker Vulva Menurut Ilmu Kedokteran
Kanker vulva merupakan penyakit kanker yang muncul dalam bentuk luka atau benjolan di area vulva ini. Ini termasuk jenis penyakit kanker yang jarang terjadi yang menyerang organ genital wanita. Berdasarkan kasus yang pernah terjadi, kanker ini menyerang wanita yang telah mengalami menopause atau lanjut usia. Untuk informasi lebih lengkap mengenai kanker vulva, simaklah uraiannya di bawah ini.


Definisi Penyebab Dan Pengobatan Serta Tanda dan Gejala Penyakit Kanker Vulva Menurut Ilmu Kedokteran


Kanker vulva adalah jenis penyakit kanker yang sel-sel kankernya menyerang permukaan luar daerah kemaluan wanita dan biasanya sel kankernya berbentuk menyerupai benjolan ataupun inflamasi yang berada di area vulva.

Penyebab Kanker Vulva
Adapun penyebab kanker ini secara umum masih belum diketahui dengan jelas. Para ahli medis masih mencari tahu faktor-faktor pemicu sel-sel dalam tubuh yang bermutasi menjadi sel kanker yang menyerang bagian intim pada wanita ini. Meskipun belum diketahui secara jelas apa penyebab dari timbulnya sel kanker vulva ini, namun diketahui beberapa kondisi yang bisa menjadi penyebab meningkatnya resiko terkena kanker vulva, yaitu; 
  1. pertambahan usia menginjak masa menopause, 
  2. terpapar infeksi virus HPV (human papillomavirus) pada wanita yang aktif secara seksual, 
  3. terinfeksi virus HIV (human immunodeficiency virus), 
  4. mengalami gangguan kulit pada area vulva, 
  5. pernah mengalami kondisi prakanker vulva yang berkembang menjadi kanker, 
  6. mengalami masalah toksinitas atau adanya endapan toksin atau racun dalam darah yang membentuk kondisi karsinogen yang memicu petumbuhan sel-sel kanker. Biasanya ini terjadi ada perokok, orang yang mengkonsumsi junk food, dan peminum alkohol.


Gambaran klinik Kanker Vulva
-Gambaran klinis gejala kanker vulva mudah untuk dikenali bila dibandingkan dengan jenis kanker yang lainnya, sebab posisi kankernya dapat dikatakan cukup dekat permukaan. Penderitanya bisa merasakan secara langsung adanya sel-sel kanker di bibir vaginanya. Gejala-gejalanya, diantaranya;
  1. Rasa gatal yang sangat mengganggu di area vulva secara konstan dan menetap
  2. Adanya pendarahan yang bukan berasal dari menstruasi.
  3. Adanya perubahan kondisi kuit di area vulva seperti ketebalan kulit dan warnanya.
  4. Adanya tahi lalat yang berubah bentuk atau warna di area vulva.
  5. Adanya benjolan yang menyerupai bisul ataupun luka terbuka.
  6. Adanya rasa nyeri di area panggul saat berhubungan seksual.
  7. Terasa perih saat kencing.
  8. Klitoris membengkak.
  9. Mengalami kondisi keputihan yang hebat yang kadang berwarna kemerahan atau kekuningan pekat dengan aroma yang tajam.

-Secara medis, ada dua jenis kanker vulva berdasarkan jenis tempat tumbuh sel kankernya, yaitu:

  1. Vulva melanoma: sel kanker yang terbentuk dari sel pembentuk pigmen kulit pada vulva.
  2. Vulva karsinoma: sel skuamus atau sel kanker yang terbentuk di sel tipis dari lapisan terluar vulva dan memiliki permukaan datar. 


Diagnosis Kanker Vulva
-Untuk memastikan adanya sel kanker pada vulva pada penderita yang mengalami gejala-gejala penyakit ini, diagnosis yang dilakukan dokter untuk mengetahui seberapa jauh sel kanker telah menyebar atau berkembang. 

-Dokter akan mengali informasi dari gejala, riwayat medis dari keluarga maupun secara pribadi, lalu kemudian melakukan pemeriksaan fisik. 

-Prosedur yang dilakukan untuk melakukan diagnose, yaitu:
  1. Pemeriksaan kolposkopi: pemeriksaan pada vulva dengan menggunakan alat kaca pembesar guna mencari tahu tanda-tanda kanker vulva pada area ini.
  2. Pemeriksaan sistoskopi: pemeriksaan yang dilakukan dengan menggunakan sebuah alat yang berupa tabung kecil yang disertai dengan kamera dan lampu yang dimasukkan ke dalam kandung kemih.
  3. Pemeriksaan biopsi: mengambi sampel dari vulva dengan atau tanpa jahitan. 
  4. Pemeriksaan dengan menggunakan CT scan, X-ray, MRI scan, dan juga PET scan yang dilakukan pada area organ tubuh lain guna mengetahui apakah ada penyebaran sel kanker di area ini.

-Setelah melakukan diagnosis, dokter akan menentukan jenis kanker yang diderita dan stadium kankernya guna membantu dalam pemilihan langkah pengobatan yang tepat. 

-Tingkatan stadium kanker vulva meliputi: 
  1. Stadium 1: sel Kanker belum menyebar ke area kelenjar getah bening atau area tubuh yang lainnya yang ditandai dengan adanya tumr di area vulva.
  2. Stadium 2: tumor dan sel kanker telah merambat ke area sekitarnya, seperti pada bagian bawah saluran kencing, vagina, dan anus.
  3. Stadium 3: sel kanker secara spesifik telah menyebar ke kelenjar getah bening.
  4. Stadium 4A: sel kanker telah menyebar ke area yang lebih luas dan area tulang panggul telah terkena dampaknya.
  5. Stadium 4B: sel kanker telah menyebar ke anggota tubuh yang lain.


Penatalaksanaan Kanker Vulva
-Langkah pengobatan yang dilakukan adalah dengan melakukan prosedur bedah radial  dengan mengangkat kanker dan sejumlah jaringan sehat di sekitar vulva, sedangkan untuk kasus kanker vulva yang telah parah prosedur vulvektomi radikal juga dapat dilakukan dengan mengharuskan mengangkat seluruh bagian vulva, termasuk klitoris dan jaringan di bawahnya.

-Prosedur pengangkatan vulva ini memiliki risiko, yaitu;
  1. mengalami infeksi,
  2. muncul rasa tidak nyaman saat duduk untuk waktu yang lama,
  3. kemungkinan tidak akan bisa merasakan area kemaluan, dan
  4. kemungkinan tidak bisa mencapai orgasme ketika melakukan hubungan seksual.

-Namun, bila semakin awal penyakit kanker vulva ini terdeteksi, maka kemungkinan kecil tidak perlu untuk melakukan prosedur tersebut.

-Selain pengangkatan vulva prosedur lain yang bisa dilakukan untuk mengatasi kanker, yaitu: kemoterapi dan terapi radiasi.

-Pencegahan yang bisa dilakukan agar terhindar dari penyakit kanker vulva adalah melakukan pemeriksaan tubuh atau medical check up secara rutin, memperoleh vaksin HPV, tidak bergonta-ganti pasangan, dan menggunakan kondom saat melakukan hubungan sseksual.
Itulah sedikit informasi yang bisa kami sampaikan mengenai Definisi Penyebab Dan Pengobatan Serta Tanda dan Gejala Penyakit Kanker Vulva Menurut Ilmu Kedokteran. Semoga dapat  bermanfaat dan menambah wawasan bagi para pembaca.

Blogger
Disqus
Pilih Sistem Komentar Yang Anda Sukai