Selasa, 21 November 2017

Definisi Penyebab Dan Pengobatan serta Tanda Gejala Jerawat Menurut Ilmu Kedokteran

Pusatmedik.org - Definisi Penyebab Dan Pengobatan serta Tanda Gejala Jerawat Menurut Ilmu Kedokteran – Sudah tahukah anda mengenai jerawat? Jerawat adalah gangguan kesehatan pada kulit yang umum, sebab hampir setiap orang pernah mengalaminya. Jerawat merupakan suatu masalah kulit yang disebabkan oleh pori-pori kulit yang tersumbat dan menimbulkan kantung nanah yang meradang yang ditandai dengan kulit berminyak dan munculnya bintik-bintik di beberapa bagian tubuh, seperti di bagian wajah, leher, dada, dan punggung.
http://www.pusatmedik.org/2017/11/definisi-penyebab-dan-pengobatan-serta-tanda-gejala-jerawat-menurut-ilmu-kedokteran.html
Google Image: Definisi Penyebab Dan Pengobatan serta Tanda Gejala Jerawat Menurut Ilmu Kedokteran
Para remaja yang berusia antara 14 – 19 tahun rentan terkena jerawat. Orang dewasa pun dapat memiliki jerawat dikarenakan berbagai penyebab lainnya. Untuk mengethaui secara lebih jelas mengenai jerawat, anda dapat menyimak uraiannya yang disampaikan di bawah ini.

Definisi Penyebab Dan Pengobatan serta Tanda Gejala Jerawat Menurut Ilmu Kedokteran


Jerawat adalah suatu masalah pada kulit yang ditandai dengan timbulnya bintik-bintik dari mulai yang ringan seperti komedo hingga bintik-bintik parah yang berisi kista dan nanah yang terdapat pada beberapa bagian tubuh, seperti wajah, punggung, leher, hingga bagian dada. 

Penyebab Jerawat
Tak hanya pada remaja, jerawat bisa muncul pada siapapun dengan usia berapa pun dengan berbagai faktor penyebabnya. Faktor-faktor yang biasanya menjadi penyebab munculnya jerawat, diantaranya;
  1. Faktor hormon
    Perubahan pada hormon saat memasuki usia remaja (pubertas) bisa menyebabkan timbulnya jerawat. Gangguan hormon ini bisa dialami juga pada wanita saat sebelum menstruasi dan bagi orang yang menggunakan obat-obatan tertentu yang efeknya dapat menyebabkan gangguan pada hormon. Sebab, perubahan hormon bisa memicu produksi minyak berlebih di wajah, sehingga kulit lebih berminyak, berkomedo, dan berjerawatan. 
  2. Faktor jenis kulit
    Pengaruh jenis kulit yang dimiliki setiap orang juga bisa menjadi penyebab timbulnya jerawat. Kulit yang memiliki pori-pori besar dan berminyak rentan terkena jerawat sebab bila pori-pori kulitnya tersumbat kotoran bisa cepat memicu timbulnya komedo yang menjadi penyebab jerawat.
  3. Faktor kurangnya kebersihan
    Jarang cuci wajah ataupun tidak membersihkan wajah dengan cara yang tepat dapat memicu peningkatan aktivitas kelenjar minyak di kulit dan membuat produksi sebum bertambah dan tumpukan sebum dapat bergabung dengan kotoran dan sel-sel kulit yang mati
    yang dapat menyumbat pori-pori sehingga membuat bakteri penyebab jerawat yang bernama Propionobacterium Acnes menjalar serta mengiritasi kulit yang akhirnya menyebabkan kulit meradang dan berjerawat.
  4. Faktor genetika atau keturunan
    Memiliki faktor genetik dengan jenis kulit yang kurang baik bisa pula menyebabkan jerawat apabila kulit tubuh tidak dirawat dengan baik. Karena itu, ada banyak kasus yang mengalami peradangan jerawat karena faktor genetik.

-Selain yang disebutkan diatas, faktor lainnya yang dapat memicu timbulnya jerawat adalah faktor pola hidup tak sehat seperti; banyak merokok, tidak makan makanan yang sehat, serta kurang asupan air mineral, kondisi emosional, seperti stress yang dapat mengganggu perubahan hormon, salah memilih produk kosmetik, dan faktor kulit wajah yang sering terkena asap dan debu.

Gambaran klinik Jerawat
-Ada enam jenis bintik jerawat, diantaranya, yaitu; 
  1. Papula: benjolan kecil berwarna merah yang memiiki tekstur lunak dan terasa menyakitkan. 
  2. Pustula: benjolan kecil berwaarna merah yang pada ujungnya terdapat tumpukan nanah.
  3. Komedo hitam: bintik berwarna hitam yang berasa dari pigmentasi didaam lapisan folikel rambut yang biasanya muncul di area sekitar hidung. 
  4. Komedo putih: bintik komedo berwarna putih yang yang disebabkan oleh penumpukan sebum yang mengeras yang ada didalam pori-pori ulit serta memiliki tekstur yang lebih keras dari komedo hitam. 
  5. Nodul: benjolan besar yang terdapat di balik permukaan kulit dan memiliki tekstur keras serta terasa menyakitkan yang terjadi pada jerawat yang parah. 
  6. Kista: berukuran besar yang berisi nanah dan dapat menimbulkan bekas luka permanen di kulit setelah sembuh.

-Gejala jerawat yang tampak di kulit bisa berbeda-beda tergantung dari jenis jerawat dan tingkat keparahannya. Klasifikasinya sebagai berikut;
  1. Jerawat radang: jerawat ini timbul karena adanya kantung folikel yang terdapat pada dermis terisi oleh lemak padat yang mengakibatkan dermis mengembung. Demis tersebut dapat pecah yang membuat darah putih akan menyerang daerah folikel sabasea yang memunculkan peradangan pada kulit. Jerawat radang menimbulkan rasa sakit dan ukurannya cukup besar sebab didalamnya terdapat cairan nanah. 
  2. Komedo: jerawat yang hanya menyumbat pori-pori kulit dan tidak terinfeksi oleh kuman dan bakteri.
  3. Jerawat konglobata: merupakan kumpulan dari jerawat-jerawat yang terkadang berupa bisul-bisul. Jerawat ini munculnya hanya 1 pada mulanya, namun kemudian terus bertambah, melebar dan bernanah.  Biasanya, bekas jerawatnya sulit untuk dihilangkan.
  4. Jerawat batu: sama seperti jerawat radang, namun ukuran dari jerawat batu lebih besar dan di kulit lebih terasa menyakitkan. Jerawat ini akan meninggalkan bekas luka di wajah yang berbentuk seperti cekungan.
  5. Jerawat pasir: merupakan kumpulan jerawat-jerawat kecil yang banyak sehingga terlihat seperti pasir.
  6. Jerawat juvenile: jerawat yang terjadi karena perubahan hormon yang tidak stabil sebab memproduksi sebum dimasa remaja yang mengalami pubertas pada saat berumur 14 - 20 tahunan.
  7. Jerawat Rosacea: jerawat yang muncul pada wanita usia 30 - 50 tahun yang terjadi akibat peradangan yang kemudian menimbulkan lipatan pada hidung yang seolah-olah kulit terlihat bersisik.


Diagnosis Jerawat
-Adapun diagnosis dari jerawat dilihat dari kondisi kulit penderita yang berjerawat. Kemudian, melalui pemeriksaan, dokter bisa menentukan jenis jerawat yang diderita dan mengukur tingkat keparahannya, lalu membuat penanganan yang sesuai.

Penatalaksanaan Jerawat
  1. Jika memiliki jerawat, diperlukan tindakan yang tepat untuk mengatasinya supaya jerawat tidak bertambah parah. 
  2. Pengobatan yang dilakukan bisa menggunakan obat jerawat dan obat penghilang bekas jerawat yang bisa didapatkan di apotek. Bentuknya bisa berupa krim oles maupun kapsul untuk mengatasi jerawat dari dalam.
    Dengan bervariasinya obat jerawat, diharapkan penggunanya bisa memilih dengan bijak. Kalau bisa konsultasikan dahulu dengan dokter produk mana yang tepat untuk anda gunakan.
  3. Pengobatan jerawat membutuhkan waktu yang lama, tergantung seberapa parah jerawat yang dialami. Cara yang aman dan paling baik adalah dengan memeriksakannya ke dokter, terutama dokter spesialis kulit. Dokter akan bertindak segera dalam menangani masalah jerawat pada pasiennya.
    Dokter akan memeriksa kondisi jerawat secara langsung dan melakukan tes. Kemudian, dokter akan memberikan konsultasi seputar kondisi jerawat yang diderita pasiennya. Lalu, dokter akan memberikan resep obat jerawat yang tepat yang disesuaikan dengan hasil pemeriksaan kondisi jerawat pasien.
  4. Selain itu menjaga kebersihan kulit sangat penting guna membantu mengatasi ataupun mencegah timbulnya jerawat.



Baca Juga:
Blogger
Disqus
Pilih Sistem Komentar Yang Anda Sukai