Kamis, 30 Juni 2016

Pengertian Definisi Penyebab Dan Gejala klinis serta Pengobatan Glomerulonefritis Akut (Gna) Menurut Ilmu Kedokteran

Pusatmedik.org - Pengertian Definisi Penyebab Dan Gejala klinis serta Pengobatan Glomerulonefritis Akut (Gna) Menurut Ilmu Kedokteran – Taukah anda mengenai penyakit Glomerulonefritis Akut atau yang biasa disingkat Gna? Glomerulonefritis akut merupakan inflamasi gelungan kapiler yang ada di dalam glomerulus ginjal. Penyakit ini megacu pada kelompok penyakit ginjal yang mana terjadi reaksi inflamasi di glomerulus. Penyakit ini bukanlah penyakit infeksi ginjal akan tetapi merupakan efek samping dari adanya mekanisme pertahanan tubuh. Di beberapa kasus, stimulus yang berasal dari reaksi merupakan infeksi akibat streptokokus A di tenggorokan yang mengawali glomerulonefritis hingga interval 2-3 minggu. Adapun produk streptokokus dapat bertindak sebagai antigen, yang mestimulasi antibodi dan bersirkulasi menyebabkan terjadinya cidera ginjal.
http://www.pusatmedik.org/2016/06/pengertian-definisi-penyebab-dan-gejala-klinis-serta-pengobatan-glomerulonefritis-akut-gna-menurut-ilmu-kedokteran.html
Google Image: Pengertian Definisi Penyebab Dan Gejala klinis serta Pengobatan Glomerulonefritis Akut (Gna) Menurut Ilmu Kedokteran
Glomerulonefritis merupakan penyakit yang menjangkiti glomeruli kedua ginjal. Adapun faktor penyebabnya yaitu reaksi imunologis diantaranya seperti Lupus eritematosus sistemik, cedera vascular (hipertensi), infeksi streptokokus, dan juga penyakit metabolic (penyakit diabetes mellitus). Adapun glomerulonephritis akut yang sering terjadi yaitu akibat infeksi streptokokus. Penyakit ini biasanya terjadi antara 2-3 minggu sesudah serangan infeksi streptokokus. Tonsil, faring, dan juga kulit (empetigo) adalah tempat infeksi primer. Glomerulonephritis akut banyak diderita oleh anak-anak usia prasekolah serta anak-anak umur sekolah. Untuk itu memahami penyakit ini adalah penting bagi orang tua. Untuk mengetahui penyakit ini lebih lanjut beserta pengobatannya, maka tidak ada salahnya untuk membaca bahasan berikut ini.

Pengertian Definisi Penyebab Dan Gejala klinis serta Pengobatan Glomerulonefritis Akut (Gna) Menurut Ilmu Kedokteran


Definisi Glomerulonefritis
Glomerulonefritis akut atau Glomerulonefritis pasca infeksi merupakan suatu peradangan di glomeruli yang menyebabkan terjadinya hematuria atau darah dalam urin, yaitu dengan gumpalan sel-sel darah merah serta proteinuria atau protein dalam urin dengan jumlah yang bervariasi.

Penyebab Glomerulonefritis
Faktor penyebab yang menjadi dasar sindrom ini dapat dibagi menjadi infeksi dan juga non infeksi:
  1. Infeksi
    Adapun infeksi streptokokus beta-hemolitikus dari group A dapat terjadi antara 5-10% terhadap orang yang mengalami radang tenggorokan serta 25% terhadap mereka yang mengalami infeksi kulit. Adapun penyebab nonstreptokokus, antara lain bakteri, virus dan juga parasit.
  2. Non-infeksi
    Bagi penyakit sistemik multisistem, diantaranya seperti pada vaskulitis, lupus eritematosus sistemik, sindrom Goodpasture, dan juga granulomatosis Wegener. Adapun kondisi penyebab yang lainnya yaitu dalam kondisi sindrom Guillain-Bare.

Gambaran Klinik Glomerulonefritis
  1. Adapun sekitar 50% penderita tidaklah menunjukkan gejala. Bila ada gejala, maka yang pertama muncul yaitu penimbunan cairan yang disertai dengan pembengkakan jaringan atau udem, volume urin berkurang serta berwarna gelap sebab mengandung darah.
  2. Awalnya udem muncul sebagai pembengkakan pada wajah dan juga kelopak mata, akan tetapi kemudian lebih dominan pada tungkai dan dapat menjadi hebat.
  3. Adapun tekanan darah tinggi serta pembengkakan otak dapat menimbulkan sakit kepala, gangguan pada fungsi hati, dan gangguan penglihatan.

Diagnosis Glomerulonefritis
  1. Urinalisis memperlihatkan jumlah protein yang lumayan bervariasi serta konsentrasi urea dan juga kreatinin yang ada dalam darah sering tinggi.
  2. Sedangkan kadar antibodi bagi streptococcus dalam darah dapat lebih tinggi daripada keadaan normal.
  3. Kadang-kadang pembentukan urin dapat terhenti sama sekali setelah terjadinya glomerulonefritis ini pasca streptococcus dan volume darah meningkat tiba-tiba serta kadar kalium darah semakin meningkat. Bila tidak segera dilakukan dialisa, maka penderita dapat meninggal.
  4. Adapun sindroma nefritik akut sesudah infeksi selain Streptococcus terjadi biasanya lebih mudah untuk terdiagnosis sebab gejalanya sering muncul saat infeksinya masih berlangsung.
  5. Adapun tanda-tanda GNA yaitu hematuria, gangguan fungsi ginjal, dan udem.

Penatalaksanaan Glomerulonefritis
  1. Tidak ada pengobatan khusus yang dapat memengaruhi penyembuhan kelainan pada glomerulus.
  2. Istirahat mutlak dalam waktu 3-4 minggu.
  3. Pemberian penisilin saat fase akut. Pemberian antibiotic ini tidaklah memengaruhi beratnya glomerulonefritis, akan tetapi dapat mengurangi penyebaran infeksi streptococcus yang bisa jadi masih ada. Adapun pemberian penisilin ini dianjurkan hanya dalam waktu 10 hari. Memberikan profilaksi yang lama setelah nefritisnya sembuh terhadap kuman-kuman penyebab tidaklagh dianjurkan sebab terdapat imunitas menetap. Adapun secara teoretis anak bisa terinfeksi lagi dengan kuman-kuman neritogenlain, akan tetapi kemungkinan ini sangatlah kecil.
  4. Pada fase akut maka dapat diberikan makanan yang rendah protein sebanyak 1 g/kg BB/hari serta rendah garam sebanyak 1g/hari. Selain itu makanan yang lunak dapat diberikan kepada pasien dengan suhu yang tinggi dan juga makanan biasa jika suhu sudah normal kembali. Jika ada anuria ataupun muntah, maka dapat diberikan IVFD bersama dengan larutan glukosa sebanyak 10%. Bagi pasien dengan tanpa disertai komplikasi maka pemberian cairan dapat disesuaikan dengan kebutuhan, namun jika ada komplikasi misalnya seperti adanya gagal jantung, hipertensi, edema, dan juga oliguria, maka jumlah dari cairan yang diberikan haruslah dibatasi.
  5. Untuk pengobatan terhadap hipertensi maka pemberian cairan dapat dikurangi, kemudian dapat diberikan sedative yang fungsinya untuk menenangkan pasien agar dapat cukup beristirahat. Untuk hipertensi dengan gejala-gejala serebral maka dapat diberikan reserpin serta hidralazin. Awalnya diberikan reserpin dengan jumlah 0,07 mg/kg BB dengan cara intramuscular. Jika terjadi dieresis pada saat5-10 jam kemudian, maka pemberian sulfat parenteral tidaklah dianjurkan lagi sebab dapat memberikan efek toksis.
  6. Jika anuria berlangsung lama yaitu 5-7/ hari, ureum haruslah dikeluarkan atau dibuang dari dalam darah. Bisa dengan cara peritoneumdialysis, tranfusi tukar, hemodialisisi, dan lain sebagainya.
  7. Dulu diuretikum tidak diberikan bagi glomerulonefritis akut, akan tetapi sekarang ini pemberian lasix atau furosamid secara intravena yaitu 1mg/kg BB/kali dalam waktu 5-10 menit tidaklah berakibat buruk bagi hemodinamika ginjal serta filtrasi glomerulus.
  8. Jika muncul gejala gagal jantung, maka diberikan digitalis, sedativum serta oksigen.
Blogger
Disqus
Pilih Sistem Komentar Yang Anda Sukai