Kamis, 02 Juni 2016

Pengertian Definisi Penyebab dan Gejala Penyakit Angina Pectoris Serta Penanganannya dalam Dunia Kedokteran

Pusatmedik.org - Pengertian Definisi Penyebab dan Gejala Penyakit Angina Pectoris Serta Penanganannya dalam Dunia Kedokteran - Taukah anda cara mengatasi dan mengobati angina pektoris? Atau mungkin anda malah belum tahu penyakit apakah ini? Angina pektoris sering biasa disebut angin duduk merupakan salah satu penyakit yang bisa dikatakan berbahaya, sebab bisa menyebabkan kematian mendadak. Oleh karena itu kita perlu tahu penjelasan tentang penyakit ini.
http://www.pusatmedik.org/2016/06/pengertian-definisi-penyebab-dan-gejala-penyakit-angina-pectoris-serta-penanganannya-dalam-dunia-kedokteran.html
Google Image: Pengertian Definisi Penyebab dan Gejala Penyakit Angina Pectoris Serta Penanganannya dalam Dunia Kedokteran

Definisi Angina Pectoris
Angina pektoris merupakan suatu keadaan klinik yang biasanya ditandai dengan rasa yang tidak enak ataupun nyeri di dada yang diakibatkan oleh iskemia pada jaringan otot organ jantung. Adapun secara klinik bentuk dari angina dapat dibedakan menjadi angina stabil dan juga angina tidak stabil. Angina yang tidak stabil adalah bentuk angina yang lebih berat yang bisa berkembang dan bisa menajadi sebuah awal terbentuknya infark miokard oleh karena itu penderita perlu diperiksa serta diobservasi lebih lanjut lagi di rumah sakit oleh dokter ahli. 

Pengertian Definisi Penyebab dan Gejala Penyakit Angina Pectoris Serta Penanganannya dalam Dunia Kedokteran 


Penyebab Penyakit Angina Pektoris 
Angina pektoris diakibatkan oleh diakibatkan oleh iskemia pada jaringan otot organ jantung. Iskemia terjadi sebab suplai oksigen yang diangkut aliran darah koroner jumlahnya kurang atau tidak dapat memenuhi kebutuhan oksigen miokardium. Biasanya hal ini terjadi jika kebutuhan oksigen miokardium lebih meningkat (misalnya saja karena kerja fisik yang berat, tirotoksikosis, hipertensi, dan emosi), atau jika aliran darah koroner jadi berkurang (misalnya saja pada trombus koroner atau spasme) atau bisa juga terjadi kedua hal tersebut.

Gambaran Klinis Penyakit Angina Pektoris
Adapun Gambaran Klinis Angina Pektoris yaitu:
  1. Penderita mengeluh rasa tidak enak pada dada atau nyeri dada dengan beragam bentuk serta lokasinya.
  2. Nyeri dimulai dengan rasa terhimpit, rasa terbakar, atau rasa terjepit yang menyebar menuju lengan kiri pada bagian dalam dan terkadang sampai pundak, leher kiri, dan bahu, bahkan bisa sampai kelingking kiri.
  3. Rasa tidak enak tersebut dapat menyebar ke pinggang, rahang gigi, tenggorokan, hingga lengan kanan dan bisa juga dirasakan di ulu hati, akan tetapi jarang sekali terasa di apeks kordis.
  4. Adapun rasa nyeri tersebut bisa disertai oleh salah satu atau beberapa gejala seperti berkeringat dingin, rasa lemas, mual dan muntah, berdebar dan fainting atau ingin pingsan.
  5. Pada angina stabil biasanya timbul ketika melakukan kegiatan fisik.
  6. Serangan ini dapat hilang jika penderita berhenti melakukan kegiatan fisik tersebut lalu beristirahat.
  7. Serangan hanya berlangsung beberapa menit tapi bisa juga sampai 20 menit lebih.
  8. Nyeri angina bersifat konstan. Jika terjadi perubahan seperti lama serangan bertambah, rasa nyeri lebih hebat, serangan datang ketika bangun tidur, ambang timbulnya serangan semakin menurun, maka gangguan tersebut perlu diwaspadai karena mungkin saja ini merupakan tanda prainfark yaitu angina yang tidak stabil.
  9. Variant yang biasa disebut angina prinzmetal umumnya muncul ketika penderita sedang istirahat.
  10. Serangan angina dikatakan bertambah berat jika serangan berikutnya terjadi setelah kerja fisik lebih ringan, contohnya sesudah makan. Hal ini bisa digolongkan sebagai angina yang tidak stabil.
  11. Pemeriksaan pada fisik di luar serangan biasanya tidak menunjukkan adanya kelainan yang berarti. Saat terjadi serangan, tekanan darah meningkat, denyut jantung semakin bertambah, dan pada prekordium pukulan jantung jadi terasa lebih keras.
  12. Pada auskultasi, biasanya suara jantung jauh terdengar, bising pada sistolik terdengar di pertengahan  ataupun  akhir  sistol serta  terdengar  bunyi  keempat.
  13. Umumnya didapatkan faktor risiko: obesitas, hipertensi, atau diabetes melitus.

Diagnosis Penyakit Angina Pektoris
-Nyeri dada retrosternal
-Dilakukan pemeriksaan EKG

Penatalaksanaan Angina Pektoris
-Kelainan yang dapat melatarbelakangi angina pektoris haruslah segera dicari, lalu dikurangi atau diobati. Adapun faktor yang memperberat misalnya merokok, berat badan berlebih,  serta kebiasaan  minum  kopi  yang sebaiknya  dihindari.
-Hipertensi atau tekanan darah tinggi sebaiknya segera diobati.
-Stress segera dikendalikan
-Angina yang tidak stabil sebaiknya segera ditangani oleh dokter di rumah sakit.

A.Perawatan atau pengobatan serangan akut
  1. Adapun serangan akut bisa diatasi dengan cara istirahat supaya aktivitas jantung menjadi berkurang. Vasodilator bermanfaat untuk memperbaiki penyediaan oksigen serta mengurangi konsumsi oksigen pada jantung.
  2. Nitrogliserin sublingual sebanyak 0,15-0,6 mg sangat efektif dan bisa digunakan beberapa kali setiap hari serta tidak ada efek samping selain sakit kepala. Jika 1 tablet dirasa belum menolong maka boleh diulang, tapi jika sudah diulang sampai 3 kali gejala tidak berkurang maka ada kemungkinan sudah terjadi infark.
  3. Pemberian Isosorbid dinitrat atau ISDN sublingual sebanyak  2,5–5mg juga bisa diulang atau pemberian tablet oral sebanyak 5–30mg.

B.Pencegahan terhadap serangan
  1. Propranolol sangat efektif bagi angina pektoris sebab bisa mengurangi kinerja otot jantung sehingga dapat mengurangi kebutuhan oksigen pada jantung. Adapun efek klinik propranolol dapat tercapai jika denyut jantung saat istirahat sebanyak 60–70 kali permenit. Dosis awal diberikan 2 x sehari sebanyak 20mg. Sedangkan dosis maksimal sebanyak 120 mg dalam sehari. Propranolol tidak boleh diberikan pada angina Prinzmetal.
  2. Nifedipin sebanyak 10-20mg diberikan 4x sehari, atau verampil 40-80mg diberikan 3xsehari, atau diltiazem sebanyak 30-60mg diberikan 3x sehari
  3. Nitrat kerja lama yaitu ISDN tablet oral sebanyak 10–20mg diberikan 2x sehari.
  4. Angina varian: dilator yang kuat diberi calcium antagonis, nitrat, prazosin sebanyak 0,5–1mg dilakukan 3x dalam sehari dengan titrasi.
  5. Angina tidak stabil memerlukan perawatan khusus.

Blogger
Disqus
Pilih Sistem Komentar Yang Anda Sukai