Senin, 13 Juni 2016

Pengertian Definisi Penyebab Dan Pengobatan serta Gejala Klinis Dermatomikosis Menurut Ilmu Kedokteran

Pusatmedik.org - Pengertian Definisi Penyebab Dan Pengobatan serta Gejala Klinis Dermatomikosis Menurut Ilmu Kedokteran - Indonesia yang letaknya di daerah tropis membuatnya menjadi negara  yang tidak bisa bebas dari adanya penyakit jamur pada kulit atau juga disebut sebagai Dermatomikosis. Kondisi perekonomian sekarang ini yang bisa dibilang masih buruk sangatlah berpengaruh terhadap berbagai segi kehidupan, dan termasuk diantaranya adalah higiene perorangan serta lingkungan dan prioritas pemeliharaan kesehatan yang menyebabkan prevalensi Dermatomikosis jadi semakin meningkat.
http://www.pusatmedik.org/2016/06/pengertian-definisi-penyebab-dan-pengobatan-serta-gejala-klinis-dermatomikosis-menurut-ilmu-kedokteran.html
Google Image: Pengertian Definisi Penyebab Dan Pengobatan serta Gejala Klinis Dermatomikosis Menurut Ilmu Kedokteran
Meski obat anti jamur sudah menjamur di pasaran karena saking banyaknya, tapi pada kenyataannya lewat beberapa survey yang sudah pernah  dilakukan baik di kalangan pekerja kalangan bawah maupun masyarakat yang tinggal di desa menunjukkan adanya prevalensi Dermatomikosis yang lumayan tinggi. Memang Dermatomikosis bukanlah penyakit berbahaya yang bisa menyebabkan kematian, akan tetapi dapat mempengaruhi kualitas hidup orang yang menderitanya karena rasa gatal yang diakibatkannya dapat mengganggu seseorang dalam beraktivitas serta dapat membuat penampilan penderitanya jadi kurang baik. Untuk itulah pada kesempatan kali ini kami akan mencoba membahas mengenai Definisi Penyebab Dan Pengobatan Dermatomikosis Menurut Ilmu Kedokteran sehingga anda bisa mengerti dermatomikosis lebih jauh dan bisa mencegah serta mengobatinya.

Pengertian Definisi Penyebab Dan Pengobatan serta Gejala Klinis Dermatomikosis Menurut Ilmu Kedokteran


Definisi Penyakit Dermatomikosis
Dermatomikosis adalah penyakit jamur yang muncul di kulit dan secara medis sering disebut dengan istilah mikosis superfisialis atau bagian permukaan kulit. Adapun dari berbagai macam dermatomikosis yang sering diderita oleh manusia, dikenal sebagai kelompok dermatofitosis dan di Indonesia lebih dikenal dengan sebutan kurap atau kadas. Sedangkan panu masuk ke dalam kategori dermatomikosis nondermatofitosis.
 
Penyebab Penyakit Dermatomikosis
Adapun hal-hal yang dapat menyebabkan Dermatomikosis antara lain adalah sebagai berikut:
  1. Paparan terhadap jamur merupakan penyebab dermatomikosis yang sering terjadi. Sedangkan yang disebabkan oleh infeksi lebih jarang terjadi.
  2. Faktor genetik memiliki peran dalam penularan mikosis kuku serta kaki.
  3. Mikosis yang ada pada hewan diantaranya yaitu pada sapi, marmut, dan juga kucing yang dapat menyebar dengan mudah ke tubuh manusia serta dapat menyebabkan terjadinya tinea pada ekstremitas, wajah, dan juga badan.

Gambaran Klinis Penyakit Dermatomikosis
Adapun gambaran kinis dari dermatomikosis adalah sebagai berikut:
  1. Tinea kutaneus biasanya memiliki tepi berskuama, meninggi, dan eritematus, berbentuk lingkaran atau cincin dan terasa gatal.
  2. Pada panu, biasanya muncul bercak yang bersisik halus dan memiliki warna putih sampai kecokelatan. Bercak ini bisa muncul pada bagian kulit mana saja termasuk bagian leher maupun lengan. Biasanya juga dapat menyerang bagian ketiak, lengan, tungkai atas, lipatan paha, leher, wajah atau muka bahkan bisa juga muncul pada kulit kepala yang memiliki rambut sekalipun.
  3. Adanya infeksi jamur pada kulit ini juga bisa menyerang kaum wanita. Infeksi jamur ini bahkan bisa muncul pada kulit dan juga vagina sampai mengalami pertumbuhan sesudah mengalami rangsangan, dan menyebabkan infeksi. Jamur bisa mengiritasi wanita lebih dari sekali. Hal ini biasanya dapat ditandai dengan adanya penebalan pada kulit, warna putih yang tidak seperti biasanya, adanya dadih seperti kotoran, terjadi peradangan, dan muncul rasa sakit saat sedang buang air kecil ataupun saat sedang melakukan hubungan seksual.

Diagnosis Penyakit Dermatomikosis
Diagnosis bisa ditegakkan melalui gambaran spesifik infeksi jamur yang ada pada kulit. Atau dapat juga diketahui dengan cara melakukan pemeriksaan mikroskopis yang menggunakan bahan kerokan dari kulit yang terserang.
 
Penatalaksanaan Penyakit Dermatomikosis
Pengobatan atau penatalaksanaan penyakit Dermatomikosis dapat dilakukan dengan cara:
  1. Tinea biasanya dapat diterapi dengan menggunakan obat topikal
  2. Pemberian Griseofulvin tablet hanyalah efektif pada dermatofit.
  3. Pemberian Nistatin hanyalah efektif pada Candida.
  4. Pemberian Mikonazol topikal dan juga ketokonazol sistemik sangat efektif untuk

dermatofit serta candida.
- Adapun lama durasi terapi adalah 1 bulan dengan dilakukan derivat azol.
- Dermatofitosis:

A.Untuk Jenis sistemik (dapat diberikan jika lesi luas)
Diberikan Griseofulvin micronized dengan dosis 500–1000mg dalam hari selama 2-6 minggu

B.Untuk Jenis Topikal
Dapat diberikan kombinasi antara asam salisilat sebanyak 3% dan dengan asam benzoat sebanyak 6%.

Cara Mencegah Dermatomikosis
Dermatomikosis merupakan sebuah penyakit kulit yang dialami oleh manusia akibat jamur dari divisi. Meski bukan penyakit berbahaya yang dapat mematikan dan sudah tersedia banyak jenis obat yang bisa mengobatinya telah di jual di pasaran, akan tetapi tidak ada salahnya kita menghindarinya. Adapun cara menghindari Dermatomikosis antara lain sebagai berikut:
  1. Berusaha menjaga higienitas perseorangan
  2. Mengeringkan bagian lipatan tubuh sehabis mandi yang tujuannya untuk menghndari kelembaban.
  3. Menghindari kontak secara langsung dengan penderita
  4. Memakai pakaian yang bersih, menghindari pakaian yang ketat, dan menggunakan pakaian dapat menyerap keringat
  5. Hindarilah untuk bertukar pakaian dengan orang lain ataupun teman sedap tidak menutup kemungkinan jika jamur ditularkan lewat pakaian.
  6. Jika tubuh berkeringat maka sebaiknya segeralah untuk mengganti pakaian dengan yang kering
  7. Usahakanlah untuk mencuci tangan serta kaki sampai bersih secara rutin, serta pastikanlah sela-sela dari bagian tubuh kering supaya tidak dijadikan tempat tumbuhnya jamur
  8. Jauhilah faktor-faktor yang bisa menyebabkan panu.

Itulah hal-hal yang perlu anda tahu tentang
Pengertian Definisi Penyebab Dan Pengobatan serta Gejala Klinis Dermatomikosis Menurut Ilmu Kedokteran. Meski tidak berbahaya karena tidak menyebabkan kematian akan tetapi penyakit ini tidak bisa dibiarkan begitu saja karena jika semakin parah akan mengganggu aktivitas dan bahkan bisa merusak penampilan penderitanya.

Baca Juga: Pengertian Definisi Penyebab Dan Pengobatan Serta Gejala Klinis Erisipelas Menurut Ilmu Kedokteran
Blogger
Disqus
Pilih Sistem Komentar Yang Anda Sukai