Minggu, 19 Juni 2016

Pengertian Definisi Penyebab Dan Pengobatan Serta Gejala Klinis Erisipelas Menurut Ilmu Kedokteran

Pusatmedik.org - Pengertian Definisi Penyebab Dan Pengobatan Serta Gejala Klinis Erisipelas Menurut Ilmu Kedokteran - Pernahkah Anda mendengar Erisipelas? Erisipelas merupakan penyakit yang ditandai dengan kulit yang berbercak merah, berbatas secara tegas, melepuh, kadang-kadang berair dan bernanah, serta membentuk sebuah area erosi yang cukup luas di permukaan kulit. Meskipun sekarang telah jarang ditemukan, namun penyakit ini masih bisa kita jumpai dalam kehidupan sehari-hari, yang terutama pada anak kecil yang sebelumnya terdapat adanya koreng ataupun luka pada sekitar munculnya Erisipelas.
http://www.pusatmedik.org/2016/06/pengertian-definisi-penyebab-dan-pengobatan-serta-gejala-klinis-erisipelas-menurut-ilmu-kedokteran.html
Google Image: Pengertian Definisi Penyebab Dan Pengobatan Serta Gejala Klinis Erisipelas Menurut Ilmu Kedokteran
Definisi Erisipelas
Erisipelas merupakan infeksi kulit yaitu bentuk peradangan yang akut pada kulit dan disebabkan oleh sebuah bakteri dengan nama Streptococcus B-hemolyticus. Penyakit ini lebih sering terjadi pada daerah tropis maupun subtropis. Umumnya orang-orang dengan kesehatan dan juga kebersihan yang kurang lebih sangat mudah terkena erisipelas. Disamping itu, orang-orang yang menderita penyakit diabetes mellitus, ISPA, serta kurang gizi sangat mudah terserang penyakit ini.

Pengertian Definisi Penyebab Dan Pengobatan Serta Gejala Klinis Erisipelas Menurut Ilmu Kedokteran


Penyebab Erisipelas
Streptococcus beta-haemolyticus merupakan penyebab penyakit ini. Faktor resiko terjadinya penyakit ini yaitu trauma lokal atau robekan pada kulit, luka yang terbuka pada kulit ataupun gangguan pada pembuluh vena maupun pada pembuluh getah bening. Di samping itu, Erisipelas bisa terjadi pada orang yang mengalami penurunan pada daya tahan tubuh, contohnya penderita diabetes millitus, penderita malnutrisi atau kurang gizi, dan lain sebagainya.

Gambaran Klinis Erisipelas
  1. Awalnya penderita akan mengalami demam hingga menggigil, dan disertai dengan malaise.
  2. Pada bagian permukaan kulit yang terinfeksi akan terlihat berwarna merah, udematus serta berkilat dengan batas-batas yang tegas dan terasa nyeri saat ditekan.
  3. Pada bagian kulit yang mengalami udematus tersebut seringkali tumbuh vesikel dan juga bula.
  4. Pada kelenjar getah bening secara regional seringkali membesar dan disertai dengan dengan rasa nyeri saat ditekan.

Diagnosis Erisipelas
Adapun tanda-tanda dari penyakit ini adalah adanya peradangan pada kulit, Eritema pada kulit memiliki batas yang tegas, adanya edema, pada perabaan akan terasa panas dan juga rasa nyeri saat ditekan. Pada beberapa kasus ada vesikel dan juga bulla di bagian atas kulit yang mengalami eritema.

Seringkali disertai dengan gejala konstitusi yaitu panas, menggigil serta malaise. Pada pemeriksaan  Anamnesis yang dilakukan maka kulit yang terkena penyakit ini akan berwarna merah, membengkak dan juga terasa nyeri. Pada pemeriksaan secara klinis maka terdapat predileksi pada bagian tungkai bawah, pada bagian pipi, bagian kaki dan juga di tempat lain.

Pada pemeriksaan dermatologi maka didapatkan indurasi, panas, eritema, edema, dan juga rasa nyeri saat ditekan.
 
Pada pemeriksaan laboratorium maka akan didapatkan usapan pada kulit dengan disertai pewarnaan gram yang menunjukkan positif bagi Streptococcus beta hemolitikus.
Adapun diagnosis banding dari penyakit ini adalah Angioedema, Morbus Hansen, dan juga Erysipeloid.

Penatalaksanaan Erisipelas
  1. Adapun obat yang terpilih yaitu penisilin prokain dengan dosis 1,2 juta IU dan disuntikkan selama 3 hari berturut-turut. Jika penderita tidak tahan terhadap penisilin maka dapat diberikan obat eritromisin dalam waktu 5–6 hari.
  2. Untuk kasus yang berat maka sebaiknya segera dirujuk menuju ke rumah sakit.

Pencegahan Penyakit Erisipelas
Upaya untuk melakukan pencegahan supaya tidak tertular penyakit ini maka hal yang paling penting untuk dilakukan yaitu menjaga kulit agar selalu sehat, menghindari kulit kering serta mencegah luka dan juga goresan bisa mengurangi risiko terkena penyakit ini. Di sampinh itu personal hygiene serta imunitas kita merupakan hal utama yang perlu diperhatikan supaya tidak mudah tertular oleh penyakit ini, karena mungkin saja penyakit ini sedang mewabah di sekitaran kita. Usahakan sedapat mungkin untuk menghindar kontak langsung dengan para penderita erysispelas.

Pemberantasan Erisipelas
Adapun pemberantasan penyakit ini dapat dilakukan dengan cara:
  1. Menjaga kebersihan tubuh yang dapat dilakukan dengan cara mandi secara teratur memakai sabun dan juga shampoo yang memiliki kandungan antiseptic, supaya kuman pathogen secepatnya dapat hilang dari kulit.
  2. Sedapat mungkin menghindari dari faktor predisposisi yang bisa memperparah kondisi penyakit ini.
  3. Mengusahakan supaya tidak terjadinya kerusakan terhadap kulit pada bagian-bagian yang belum terinfeksi. Ataupun jika terjadi kerusakan yaitu berupa luka yang kecil maka segera dirawat atau diobati.
  4. Hindarilah bersentuhan dengan bayi serta anak-anak, wanita yang sedang hamil, orang yang sedang sakit serius, serta orang yang memiliki sistem kekebalan tubuh atau sistem imun yang lemah.
  5. Konsumsi cukup buah-buahan yang memiliki kandungan banyak vitamin supaya daya tahan tubuh dapat tetap terjaga.
  6. Jangan lupa untuk selalu  menjaga lingkungan supaya tetap bersih

Jadi dapat disimpulkan bahwa Erysipelas adalah suatu infeksi kulit yang akut dan juga saluran limfa yang dikarenakan bakteri Streptokokkus pyogenes. Penyakit ini merupakan salah satu penyakit kulit yang bisa ditandai dengan adanya kulit yang berbercak merah, berbatasan secara tegas, melepuh, kadang-kadang berair, dan kadang juga bernanah serta membentuk area erosi yang cukup luas pada bagian permukaan kulit.

Penyakit ini biasanya berawal dari luka kecil. Yaitu sekitar 85% dapat terjadi di bagian kaki dan juga wajah dan sebagian kecil bisa terjadi di bagian tangan, perut dan juga leher serta dapat juga di tempat lainnya. Umumnya penyakit ini menular lewat kontak yang dilakukan secara langsung dengan penderita penyakit Erysipelas. Tapi tidak menutup kemungkinan Streptokokkus pyogenes bisa menyebar lewat udara.

Cara yang bisa dilakukan supaya terhindar dari penyakit ini yaitu dengan menghindari faktor-faktor pemicu penyakit ini yaitu luka di kulit serta menjaga kebersihan diri dan juga lingkungan kita. Demikian Pengertian Definisi Penyebab Dan Pengobatan Serta Gejala Klinis Erisipelas Menurut Ilmu Kedokteran, semoga bermanfaat.

Baca Juga: Definisi Penyebab Dan Pengobatan serta gejala klinis Frambusia Menurut Ilmu Kedokteran
Blogger
Disqus
Pilih Sistem Komentar Yang Anda Sukai