Kamis, 16 Juni 2016

Pengertian Definisi Penyebab Dan Pengobatan Serta Gejala Penyakit Difteri Menurut Ilmu Kedokteran

Pusatmedik.org - Pengertian Definisi Penyebab Dan Pengobatan Serta Gejala Penyakit Difteri Menurut Ilmu Kedokteran - Mungkin sebagian dari anda sudah pernah mendengar penyakit difteri. Penyakit difteri merupakan salah satu penyakit yang menular dan mematikan. Penyakit ini menyerang saluran pernafasan pada bagian atas yaitu tonsil, faring, dan juga hidung dan terkadang dapat menyerang selaput lendir serta kulit yang disebabkan bakteri Corynebacterium diphtheriae.
http://www.pusatmedik.org/2016/06/pengertian-definisi-penyebab-dan-pengobatan-serta-gejala-penyakit-difteri-menurut-ilmu-kedokteran.html
Google Image: Pengertian Definisi Penyebab Dan Pengobatan Serta Gejala Penyakit Difteri Menurut Ilmu Kedokteran
Penyakit ini dapat diderita atau ditularkan  kepada anak-anak dan juga orang dewasa. Akan tetapi anak-anak yang memiliki usia di bawah 5 tahun serta orang tua yang telah berusia 60 tahun lebih memiliki resiko yang lebih besar untuk tertular penyakit difteri ini. Karena penyakit difteri ini sangat berbahaya dan mematikan, maka penting sekali bagi kita untuk lebih tahu secara mendalam mengenai penyakit ini. Dan berikut ini adalah ulasan lebih lanjut tentang penyakit difteri yang perlu anda tahu.

Definisi Penyakit Difteri
Difteri merupakan suatu infeksi akut yang terjadi pada saluran pernapasan yang ada pada bagian atas dan disebabkan oleh kuman dengan nama Corynebacterium diphtheriae. Difteri lebih sering menyerang pada anak-anak dengan usia di bawah 5 tahun dan juga orang tua yang telah berusia di atas 60 tahun.

Penyebab Penyakit Difteri
Adapun penyebab difteri yaitu sebuah bakteri dengan nama Corynebacterium diphtheriae. Bakteri tersebut biasanya menyerang pada saluran pernapasan, yang terutama pada laring, pada amandel dan juga pada tenggorokan. Akan tetapi tidak jarang racun juga dapat menyerang pada bagian kulit dan bahkan menyebabkan kerusakan pada bagian saraf dan juga bagian jantung.

Gambaran klinik Penyakit Difteri

A. Adapun gambaran klinis dari penyakit difteri adalah sebagai berikut:
  1. Masa tunas difteri adalah sekitar 2–7 hari
  2. Penderita merasa sakit saat menelan serta napasnya terdengar seperti ngorok atau stridor, pada penderita anak-anak tidak jarang diikuti dengan demam, rasa mual, ingin muntah, badan menggigil dan juga sakit kepala.
  3. Penderita akan kelihatan seperti sesak napas dengan ataupun tanpa ada tanda-tanda obstruksi pada napas.
  4. Penderita mengalami demam yang tidak tinggi.
  5. Saat dilakukan pemeriksaan pada tenggorokan maka akan kelihatan selaput putih keabu-abuan dimana selaput ini sangat mudah berdarah jika disentuh.
B. Adapun gejala-gejala yang disebutkan di bawah ini tidak selalu terjadi:
  1. Adanya sumbatan pada jalan napas sehingga membuat penderita mengalami sianosis
  2. Napas penderita berbau tidak sedap
  3. Terjadi perdarahan di bagian hidung penderita
  4. Terlihat ada pembesaran kelenjar limfe yang ada di bagian leher atau bullneck
  5. Terjadi inflamasi secara lokal dengan terdapat banyak eksudat faring, yaitu eksudat yang lekat pada bagian mukosa yang memiliki warna kelabu ataupun gelap serta edema jaringan lunak. Adapun pada penderita anak-anak, fase penyakit ini bisa mengakibatkan terjadinya obstruksi pada jalan nafas.
C. Terjadi penyakit sistemik yang diakibatkan oleh toksin bakteri yaitu dimulai antara 1–2 minggu setelah gejala lokal terjadi. Adapun toksin dapat mempengaruhi jantung yaitu miokarditis, aritmia yang terutama terjadi selama minggu kedua penyakit ini terjadi dan juga sistem syaraf yaitu paralisis, neuritis yang terjadi antara 2–7 minggu setelah onset penyakit. Jika pasien dapat sembuh dari fase yang akut penyakit, maka biasanya pasien dapat sembuh tanpa ada kelainan penyerta.

Diagnosis Penyakit Difteri
Kebutuhan untuk memperoleh terapi diputuskan berdasarkan anamnesis dan juga gambaran klinis. Diagnosis dapat dikonfirmasi dengan adanya kultur bakteri yang telah diambil dari eksudat dan dimasukkan ke dalam tabung untuk dijadikan sampel bakteri. Kemudian sampel harus dikultur dalam media khusus, oleh karena itu perlu terlebih dulu memberitahukan kepada laboratorium. Dilakukan pengambilan selama 3 hari berturut-turut sediaan apus.

Penatalaksanaan Penyakit Difteri
-Adapun pada pasien asimtomatik dapat diberikan obat profilaktik antibiotik eritromisin.
-Pada pasien simtomatik harus segera dirujuk menuju ke rumah sakit.

Komplikasi Penyakit Difteri
Penderita difteri harus segera diobati hal ini untuk mencegah terjadinya penyebaran serta komplikasi yang lebih serius, terutama sekali pada penderita anak-anak. Berdasarkan data, diperkirakan sekitar 1 dari 5 penderita difteri yang masih balita dan juga penderita yang telah berusia 40 tahun ke atas meninggal dunia akibat adanya komplikasi penyakit difteri.
Apabila tidak segera diobati dengan tepat dan cepat maka toksin dari bakteri penyakit difteri bisa memicu berbagai komplikasi yang sangat berpotensi mengancam jiwa. Adapun beberapa diantaranya meliputi hal-hal berikut ini:

  1. Masalah pernafasan Adapun sel-sel yang mati karena toksin memproduksi bakteri difteri dapat membentuk membran abu-abu dan bisa menghambat pernafasan. Sedangkan partikel-partikel membran juga bisa luruh lalu masuk ke dalam paru-paru. Hal inilah yang berpotensi memicu terjadinya inflamasi di paru-paru sehingga fungsinya dapat menurun dengan drastis serta menyebabkan gagal nafas.
  2. Kerusakan Jantung Toksin difteri juga berpotensi untuk masuk ke dalam jantung serta dapat menyebabkan inflamasi pada otot jantung. Komplikasi ini bisa menyebabkan jantung berdetak tidak teratur bahkan bisa menyebabkan gagal jantung yang mengakibatkan kematian mendadak.
  3. Kerusakan Saraf Di samping itu toksin juga bisa menyebabkan penderita susah menelan, kelumpuhan pada diafragma, pembengkakan pada saraf tangan dan juga kaki, dan juga masalah pada saluran kemih.
  4. Meski berbahaya tapi penyakit difteri masih bisa dicegah dengan melakukan vaksin yang biasanya tergabung dalam vaksin DPT yaitu difteri, tetanus, dan juga pertusis ataupun batuk rejan.

Demikianlah yang bisa kami sampaikan tentang Pengertian Definisi Penyebab Dan Pengobatan Serta Gejala Penyakit Difteri Menurut Ilmu Kedokteran. Semoga bermanfaat.

Baca Juga: Definisi Penyebab Dan Pengobatan Serta Gejala Klinis Infeksi Kandidiasis Menurut Ilmu Kedokteran
Blogger
Disqus
Pilih Sistem Komentar Yang Anda Sukai