Minggu, 31 Juli 2016

Definisi Penyebab Dan Pengobatan serta Gejala Klinis Keputihan atau Fluor Albus (Duh Tubuh Vagina) Menurut Ilmu Kedokteran

Pusatmedik.org - Definisi Penyebab Dan Pengobatan serta Gejala Klinis Keputihan atau Fluor Albus (Duh Tubuh Vagina) Menurut Ilmu Kedokteran – Sudah pernahkah anda mendengar mengenai fluor albus. Fluor albus merupakan nama lain dari keputihan. Bagian anda para wanita tentu sudah tidak asing lagi. Keputihan atau flour albus ini pada dasarnya dapat digolongkan menjadi dua golongan yaitu keputihan yang normal atau fisiologis serta keputihan yang abnormal patologis. keputihan atau Flour albus fisiologis adalah keputihan yang bias terjadi setiap bulan, biasanya akan muncul menjelang menstruasi atau bisa juga sesudah menstruasi ataupun juga saat masa subur.
http://www.pusatmedik.org/2016/07/definisi-penyebab-dan-pengobatan-serta-gejala-klinis-keputihan-atau-flour-albus-duh-tubuh-vagina-menurut-ilmu-kedokteran.html
Google Image: Definisi Penyebab Dan Pengobatan serta Gejala Klinis Keputihan atau Fluor Albus (Duh Tubuh Vagina) Menurut Ilmu Kedokteran
Keputihan atau flour albus patologis dapat disebabkan karena infeksi yang biasanya disertai juga dengan rasa gatal di dalam organ kewanitaan serta di sekitar bibir organ kewanitaan bagian luar. Penyebab yang sering menimbulkan keputihan ini antara lain yakni bakteri, virus, jamur atau parasit. Infeksi ini dapat juga menjalar hingga menimbulkan peradangan pada saluran kencing, sehingga menyebabkan rasa pedih saat si penderita hendak buang air kecil. Namun untuk semakin memperluas wawasan anda mengenai keputihan maka kami akan menyajikan bahasan tentang keputihan secara lebih detail mulai dari arti keputihan, cara mencegah keputihan, cara mengatasi keputihan, cara mengobati keputihan, diagnosa keputihan hingga perawatan keputihan dibawah ini. 

Definisi Penyebab Dan Pengobatan serta Gejala Klinis Keputihan atau Fluor Albus (Duh Tubuh Vagina) Menurut Ilmu Kedokteran


Definisi Keputihan / Fluor Albus 
Keputihan adalah keluarnya cairan secara berlebihan yang berasal dari dalam vagina dan disertai dengan rasa gatal dan juga rasa seperti terbakar pada bagian vulva. Adapun keputihan ini bisa disebabkan karena adanya infeksi vagina atau kolpitis yang lebih memiliki sifat encer dan juga radang serviks atau servisitis yang memiliki sifat muko-purulen.

Penyebab Keputihan / Fluor Albus
Kolpitis seringkali disebabkan oleh Bakterial vaginosis, Trikomoniasis, dan juga Kandidiasis sedangkan servisitis seringkali disebabkan oleh infeksi Chlamydia trachomatis, dan juga Neiserria gonorrhoeae.

Gambaran Klinis Keputihan / Fluor Albus
  1. Deteksi infeksi serviks yang dilakukan berdasarkan dari gejala klinis sangatlah sulit untuk dilakukan. Hal ini karena sebagian besar kaum wanita dengan gonore ataupun  klamidiasis yang dapat menyebabkan infeksi serviks biasanya asimtomatik.
  2. Sedangkan pada wanita yang memiliki faktor resiko (memiliki lebih dari satu pasangan atau mitra seksual ataupun memiliki mitra seksualyang  sedang mengidap IMS serta sanggama yang tidak memakai kondom) cenderung mempunyai risiko yang tinggi untuk mengalami infeksi serviks jika dibandingkan dengan para wanita yang tidak berisiko/ memiliki risiko.

Diagnosis Keputihan / Fluor Albus
Adapun diagnosis dari keputihan atau fluor albus diantaranya adalah sebagai berikut:

  1. Gejala duh tubuh atau discharge yang abnormal adalah salah satu petunjuk yang kuat terjadinya infeksi vagina akan tetapi merupakan sebuah pertanda yang lemah bagi infeksi serviks. Jadi seluruh wanita yang menunjukkan adanya tanda-tanda duh pada tubuh vagina atau vaginal discharge supaya diobati juga bagi trikomoniasis dan juga bakterial vaginosis sekaligus.
  2. Sedangkan bagi wanita yang mengeluarkan cairan tubuh secara berlebihan dan disertai dengan faktor-faktor risiko seperti yang telah dijelaskan di atas, maka perlu dipertimbangkan untuk diberikan pengobatan sebagai servisitis yang diakibatkan oleh gonore dan juga klamidiasis.
  3. Adapun untuk pemeriksaan secara mikroskopik hanyalah sedikit membantu diagnosis pada infeksi serviks, hal ini karena hasil pemeriksaan negatif seringkali menunjukkan Hasil yang negatif palsu. Sehingga untuk keadaan ini butuh dilakukan kulturatau  biakan kuman.

Penatalaksanaan Keputihan / Fluor Albus
Penatalaksanaan pada keputihan / fluor albus dapat ditempuh dengan cara-cara berikut.
 
A.Pengobatan untuk sindrom duh pada tubuh vagina yang dikarenakan servisitis (pengobatan program) dapat dilakukan dengan cara memilih salah satu dari cara-cara pengobatan yang dianjurkan berikut ini

1.Pengobatan gonore yang tidak disertai dengan komplikasi
Diberikan Tiamfenikol sebanyak 3,5 g per oral, dengan dosis tunggal ataupun Ofloksasin dengan dosis 400 mg untuk per oral, dengan dosis tunggal ataupun Kanamisin sebanyak 2 g dengan injeksi IM dan dosis tunggal ataupun Spektinomisin sebanyak 2 g yaitu per oral, dengan dosis tunggal. Untuk tiamfenikol dan ofloksasin


Baca Juga: Definisi Penyebab Dan Pengobatan Serta Gejala Klinis Konjungtivitis Purulenta Neonatorum Menurut Ilmu Kedokteran

2.Pengobatan klamidiasis
Diberikan Doksisiklin sebanyak 100 mg yaitu per oral 2x dalam sehari selama seminggu ataupun Azitromisin sebanyak 1g per oral, dengan dosis tunggal. Adapun untuk Doksisiklin tidak boleh diberikan kepada anak 12 tahun  ke bawah, ibu hamil dan menyusui.
Pilihan pengobatan lain:

  1. Diberikan Siprofloksasin sebanyak 500 mg/oral, dosis tunggal, ataupun Seftriakson sebanyak 250 mg dengan  injeksi IM, dan dosis tunggal ataupun Sefiksim sebanyak 400 mg/oral, dengan dosis tunggal. Untuk Siprofloksasin tidak boleh diberikan kepada anak 12 ke bawah, ibu hamil, remaja, dan ibu menyusui.
  2. Diberikan Tetrasiklin**)  sebanyak 500 mg 4xsehari/oral selama seminggu ataupun Eritromisin sebanyak 500 mg 4xsehari selama seminggu (bila terdapat kontraindikasi tetrasiklin). Untuk Tetrasiklin tidak boleh diberikan kepada anak 12 tahun ke bawah, ibu hamil dan menyusui.
B.Pengobatan sindrom dengan duh tubuh vagina yang dikarenakan vaginitis (pengobatan program)


  1. Diberikan Trikomoniasis yaitu Metronidazol, sebanyak 2g per oral, dengan dosis tunggal ataupun Tinidazol, sebanyak 2g per oral, dengan dosis tunggal. Adapun pilihan pengobatan yang lain yaitu Metronidazol dengan dosis 400 ataupun 500mg/oral, 2xsehari, selama seminggu ataupun Tinidazol dengan dosis 500mg/oral, 2xsehari, dalam waktu 5 hari.
  2. Untuk bakterial vaginosis diberikan Metronidazol, dengan dosis 400 ataupun 500mg, 2xsehari, selama seminggu. Pilihan pengobatan lainnya yaitu Metronidazol, 2g/oral, dengan dosis tunggal ataupun Klindamisin sebanyak 300mg/oral, 2xsehari selama seminggu ataupun Metronidazol gel dengan kadar 0,75 %, sebanyak 5 g, 2xsehari intra vagina, diberikan selama 5 hari ataupun Klindamisin krim vagina dengan kadar 2%, sebanyak 5 g, dengan intra vagina sebelum berangkat tidur, selama seminggu (belum ada di Indonesia)
  3. Kandidosis vagina diberikan Mikonazol ataupun klotrimazol, dengan 200 mg, lewat intra vaginal dalam waktu 3 hari, ataupun Klotrimazol, dengan dosis 500 mg, lewat intra vagina, dengan dosis tunggal ataupun Flukonazol, sebanyak 150 mg/oral, dengan dosis tunggal ataupun Trakonazol, sebanyak 200 mg/oral, sebanyak 2 kali dalam sehari, dengan dosis tunggal. Adapun pilihan pengobatan lainnya yaitu Nistatin, sebanyak 100.000 IU, lewat intra vagina, diberikan setiap hari, dalam waktu 14 hari.

Sekian informasi yang bisa kami sampaikan tentang Definisi Penyebab Dan Pengobatan serta Gejala Klinis Keputihan atau Fluor Albus (Duh Tubuh Vagina) Menurut Ilmu Kedokteran, semoga bermanfaat.


Baca Juga: Definisi Penyebab dan Pengobatan Serta Gejala Klinis Penyakit Konjungtivitis Bakterial Menurut Ilmu Kedokteran
Blogger
Disqus
Pilih Sistem Komentar Yang Anda Sukai