Senin, 25 Juli 2016

Definisi Penyebab Dan Pengobatan serta Gejala Klinis Penyakit Hordeolum Internum Menurut Ilmu Kedokteran

Pusatmedik.org - Definisi Penyebab Dan Pengobatan serta Gejala Klinis Penyakit Hordeolum Internum Menurut Ilmu Kedokteran - Hordeolum atau timbilan kadang juga dikenal dengan bintitan merupakan benjolan kecil yang muncul di sekitar mata dan diakibatkan oleh infeksi bakteri di kelenjar minyak yang ada di tepi jajaran bulu-bulu mata ataupun di bagian bawah dari kelopak mata.
http://www.pusatmedik.org/2016/07/definisi-penyebab-dan-pengobatan-serta-gejala-klinis-penyakit-hordeolum-internum-menurut-ilmu-kedokteran.html
Google Image: Definisi Penyebab Dan Pengobatan serta Gejala Klinis Penyakit Hordeolum Internum Menurut Ilmu Kedokteran
Hordeolum seringkali disebabkan oleh adanya infeksi dari bakteri dan yang paling umum adalah Staphylococcus sp yang dapat berasal dari debu dan kemudian ditularkan melalui udara.  Dapat juga ditularkan dengan menyentuh seseorang yang terlebih dahulu menderita infeksinya.

Berdasarkan dari bentuknya, hordeolum dapat dibagi menjadi 2 yaitu:
  1. Hordeolum eksternum atau bisa juga disebut sebagai radang kelenjar zeis ataupun moll, yaitu dengan penonjolan yang terutama pada daerah palpebra atau kulit kelopak mata yang ada di bagian luar.
  2. Hordeolum internum atau bisa juga disebut sebagai radang kelenjar meibom, yaitu dengan penonjolan yang terutama pada daerah konjungtiva tarsal atau selaput kelopak mata yang ada di bagian dalam.
Pada kesempatan kali ini kita akan membahas khusus Hordeolum internum. Berikut ulasan lengkapnya.

Definisi Penyebab Dan Pengobatan serta Gejala Klinis Penyakit Hordeolum Internum Menurut Ilmu Kedokteran


Definisi Hordeolum Internum
Hordeolum internum merupakan abses yang akut pada bagian kelopak mata yang diakibatkan oleh infeksi Stafilokokus di kelenjar Meibomian, yaitu dengan adanya penonjoloan yang mengarah ke konjungtiva.
 

Sumbatan aliran pada kelenjar minyak di kelopak mata dapat menyebabkan adanya penumpukan hasil dari produksi kelenjar, sehingga sangat memudahkan terjadinya infeksi atau hordeolum interna. Hordeolum internum umumnya berukuran lebih besar jika dibandingkan dengan hordeolum eksternum.

Gejala Dan Tanda Klinis Hordeolum Internum

Benjolan akan kelihatan dengan jelas dengan warna merah serta terasa sangat  nyeri jika ditekan, dan akan terus bertambah menjadi besar hanya dalam hitungan hari ataupun hitungan minggu sehingga dapat menghalangi mata untuk terbuka secara optimal dan membuat penderita merasa sulit untuk melihat. Adapun pada bagian tengah benjolan seringkali dijumpai bintik kecil dengan warna kuning. Jika telah ‘matang’, maka benjolan bisa pecah dengan sendirinya. 

Pada awal-awal infeksi biasanya sebagian besar pasien mengeluh seperti ada rasa mengganjal serta sakit pada bagian kelopak mata, lalu akan membengkak serta terasa sangat nyeri ketika ditekan. Selain itu bisa juga dijumpai ptosis serta pembesaran  pada kelenjar getah bening dengan preaurikular.
Jadi bisa disimpulkan bahwa tanda klinis dari hordeolum internum yaitu:
  1. Benjolan di bagian kelopak mata yang terasa sakit
  2. Benjolan bisa membesar ke anterior atau kulit ataupun posterior atau konjungtiva tarsal

Penatalaksanaan Hordeolum Internum
Adapun langkah-langkah yang dilakukan dalam penatalaksanaan hordeolum yaitu:
  1. Anamnesis untuk menentukan diagnosis terlebih dahulu.
  2. Atasilah peradangan serta obati penyebabnya.
  3. Adapun untuk mengurangi peradangan pada kelenjar diantaranya adalah dengan cara dikompres dengan menggunakan air yang hangat, yaitu sebanyak 3 kali dalam sehari dalam waktu 10 menit hingga nanah keluar.
  4. Pengangkatan bulu-bulu mata bisa memberikan jalan bagi drainase nanah.
  5. Pemberian Antibiotik lokal baik oles maupun tetes yang terutama jika berbakat rekuren ataupun terjadinya pembesaran pada kelenjar aurikel.
  6. Dalam keadaan yang akut bisa diberikan salep antibiotik yaitu kloramfenikol 0,5%-1 %.
  7. Pemberian Antibiotik sistemik, yaitu dengan memberikan Eritromisin dengan dosis 20mg/kg BB/hari yang dibagi menjadi 4 kali pemberian, bisa  juga diberi tetrasiklin. Adapun Antibiotik sistemik diberikan dengan tujuan untuk mencegah munculnya komplikasi berupa selulitis.
  8. Lakukanlah insisi jika abses tak dapat keluar. Sebelum melakukan insisi hordeolum maka terlebih dahulu berikanlah anestesia topikal yaitu dengan menggunkan pentokain tetes mata. Lakukan anestesi infiltrasi dengan menggunakan prokain ataupun lidokain pada daerah hordeolum.
  9. Pada Hordeolum internum dibuat sebuah insisi pada bagian fluktuasi pus, secara tegak lurus pada bagian margo palpebra.
  10. Sesudah dilakukan insisi maka lakukan ekskohleasi ataupun kuretase di seluruh isi jaringan yang meradang dalam kantongnya setelah itu beri salep antibiotik.

Cara Pencegahan Hordeolum Internum
Hordeolum internum dapat dicegah dengan beberapa cara berikut:
  1. Janganlah menyentuh barang ataupun apa pun yang telah disentuh oleh seseorang yang menderita hordeolum internum.
  2. Rajinlah untuk mencuci tangan, terutama jika ingin menyentuh bagian mata sebab kita seringkali tidak sadar sudah menyentuh apa-apa saja yang terutama sekali setelah kembali dari tempat-tempat umum. Karena tempat umum rawan sekali terjadi penyebaran penyakit.
  3. Kurangilah kebiasaan untuk menyentuh mata terutama sekali jika kita menyadari bahwa tangan kita masih dalam keadaan kotor.

Komplikasi Hordeolum Internum
Jika menderita hordeolum atau merasakan gejala-gejala seperti yang sudah disebutkan di atas maka segeralah untuk memeriksakan diri agar hordeolum bisa segera diobati. Karena jika tidak segera diobati bisa saja menyebabkan komplikasi hordeolum yaitu selulitis palpebra, yaitu merupakan radang pada jaringan ikat palpebra yang ada di depan bagian  septum orbita, serta abses palpebra.

Adapun Hordeolum internum memiliki prognosis yang baik sebab  hordeolum biasanya dapat sembuh secara spontan dalam waktu antara 1-2 minggu. Adapun resolusi lebih cepat dapat dilakukan dengan cara menggunakan kompres hangat yang kemudian ditutup dengan menggunakan kain yang bersih. Selain itu hordeolum internum terkadang dapat berkembang menjadi chalazion, dan mungkin membutuhkan adanyan steroid topikal ataupun intralesi atau bahkan dapat juga memerlukan insisi dan juga kuretase.
Blogger
Disqus
Pilih Sistem Komentar Yang Anda Sukai