Minggu, 07 Agustus 2016

Definisi Penyebab Dan Pengobatan serta Gejala Klinis Keratokonjungtivitis Vernal Menurut Ilmu Kedokteran

Pusatmedik.org - Definisi Penyebab Dan Pengobatan serta Gejala Klinis Keratokonjungtivitis Vernal Menurut Ilmu Kedokteran – Mata merupakan organ penting pada tubuh kita yang perlu kita jaga dan kita rawat. Karena banyak sekali aktivitas yang membutuhkan mata. Mata yang tidak dijaga dan dirawat dengan baik bisa menyebabkan terjadinya penyakit mata misalnya saja seperti konjungtivitis. Konjungtivitis sendiri ada banyak macamnya, namun pada kesempatan kali ini kita hanya akan membahas keratokonjungtivitis vernal.
http://www.pusatmedik.org/2016/08/definisi-penyebab-dan-pengobatan-serta-gejala-klinis-keratokonjungtivitis-vernal-menurut-ilmu-kedokteran.html
Google Image: Definisi Penyebab Dan Pengobatan serta Gejala Klinis Keratokonjungtivitis Vernal Menurut Ilmu Kedokteran
Keratokonjungtivitis Vernalis merupakan peradangan konjungtiva yang terjadi secara berulang atau secara musiman. Membahas secara lebih mendalam mengenai keratokonjungtivitis vernal adalah sangat penting, karena meski penyakit ini tidak mematikan bagi orang yang menderitanya namun membiarkannya bisa berakibat buruk.  Keratokonjungtivitis Vernalis banyak diderita oleh anak-anak rentang usia 5 tahun sampai dengan 20 tahun. Untuk memahaminya sedikit lebih dalam silahkan baca bahasan berikut. 

Definisi Penyebab Dan Pengobatan serta Gejala Klinis Keratokonjungtivitis Vernal Menurut Ilmu Kedokteran


Definisi Keratokonjungtivitis Vernal
Adapun keratokonjungtivtis Vernal ini biasanya bersifat rekuren dan juga bilateral serta terjadi pada masa kanak-kanak yang tinggal atau hidup di daerah kering serta hangat. Onset mulai terjadi pada umur di atas 5 tahun dan akan berkurang sesudah masa pubertas atau sebelum usia 20 tahun. Pada umumnya diperoleh riwayat atopi pada penderita ataupun pada keluarga.

Penyebab Keratokonjungtivitis Vernal
Adapun penyebab  keratokonjungtivitis vernal yaitu riwayat Alergi ataupun riwayat Atopi. Kerakonjungtivitis vernal ini bisa terjadi akibat alergi serta cenderung akan kambuh terutama sekali pada musim panas. Adapun keratokonjungtivitis vernalis ini sering terjadi pada remaja dan anak-anak, biasanya akan dimulai sebelum anak mengalami masa pubertas dan akan berhenti sebelum usia anak 20 tahun.

Gambaran Klinis Keratokonjungtivitis Vernal
  1. Adapun gejala utama dari keratokonjungtivitis vernal yang paling sering dialami atau dikeluhkan oleh penderitanya diantaranya adalah rasa gatal dan diikuti dengan adanya lakrimasi, peka terhadap cahaya atau photophobia, rasa mengganjal dan juga rasa seperti terbakar. Terdapat kotoran mata yang sangat kental dan juga lengket, sehingga membuat penderitanya kesulitan saat membuka mata yang terutama pada pagi hari setelah bangun tidur.
  2. Biasanya pada pemeriksaan yang dilakukan dapat terlihat papil pada konjungtiva tarsal superior
  3. Sedangkan untuk keratokonjungtivitis vernal dalam keadaan yang cukup berat bis dijumpai adanya Giant Papillae ataupun Cobblestone.
  4. Biasanya di daerah limbus terdapat gambaran klinis yang dapat dilihat yaitu nodul berwarna putih atau disebut juga trantas dot dan jika kornea terkena bisa juga terjadi kondisi Shield Ulceration.
  5. Konjungtiva yang ada di bawahnya kelopak mata di  penyakit Kerakonjungtivitis vernal ini akan membengkak serta berwarna pink agak pucat hingga keabuan, sedangkan pada konjungtiva yang lainnya akan tampak berwarna putih seperti susu. Di samping itu konjungtiva yang melapisi pada bagian bola mata akan tampak menebal serta berwarna keabuan. Kadang kala akan terjadi kerusakan di sebagian kecil kornea sehingga bisa menyebabkan nyeri dan juga photophobia hebat. Adapun keseluruhan gejala biasanya dapat menghilang di musim dingin.

Diagnosis Keratokonjungtivitis Vernal
Adapun diagnosis keratokonjungtivitis vernal dapat ditegakkan berdasarkan dari gejala dan juga hasil pemeriksaan pada mata.

Penatalaksanaan Keratokonjungtivitis Vernal

  1. Kompres mata dengan menggunakan air yang dingin atau dapat juga menggunakan bongkahan kecil dari es batu bisa mengurangi gejala dan dapat memberikan rasa nyaman pada mata.
  2. Adapun pemberian tetes mata antialergi misanya saja seperti cromoline, lodoxamind, levokabastin, dan juga ketorolac adalah beberapa pengobatan yang dianggap paling aman.
  3. Di samping itu pemberian Antihistamin oral juga dapat membantu meringankan gejala.
  4. Corticosteroid dapat mengurangi terjadinya peradangan atau inflamasi yang disebabkan penyakit keratokonjungtivitis vernal ini, akan tetapi sebaiknya tidak dipakai dalam jangka waktu yang panjang sebab dapat menyebabkan terjadinya peningkatan tekanan di mata, terjadinya katarak dan juga infeksi opportunistik.
  5. Adapun dalam keadaan yang akut ataupun eksaserbasi akut bisa diberikan Kortikosteroid topikal.
  6. Di samping itu Fluorometolone bisa juga digunakan, sebab memiliki efek dapat meningkatkan tekanan pada  intraokular yang lebih  lemah  jika dibandingkan dengan Deksametason.
  7. Adapun pemberian Kortikosteroid topikal dapat dihentikan jika keluhan akut sudah hilang.
  8. Sedangkan untuk mast cell stabilizers misalnya saja seperti Natrium Kromoglikat ataupun Lodoxamid bisa juga diberikan untuk mencegah terjadinya eksaserbasi yang akut.
  9. Jika kornea telah terkena, maka segera rujuk menuju rumah sakit ataupun dokter spesialis mata.

Perlu untuk diperhatikan:
Janganlah pernah memberi kortikosteroid topikal dalam jangka waktu yang jangka panjang! Adapun pemberian kortikosteroid topikal ini hanya berguna untuk menekan peradangan yang terjadi dalam keadaan eksaserbasi yang akut serta dalam jangka waktu yang pendek yaitu antara 3 – 5 hari. Jika masih sering terjadi keluhan eksaserbasi akut, maka segeralah rujuk ke rumah sakit atau dokter spesialis mata.

Janganlah juga menggisik mata sebab hal ini bisa menyebabkan terjadinya iritasi lebih lanjut sehingga dapat menyebabkan proses penyembuhan jadi semakin lama.

Keratokonjungtivitis vernal, meskipun sering kambuh hanya pada saat musim kering atau panas dan sembuh pada musim dingin namun keberadaannya tak dapat disepelekan. Merawatnya dan juga membuatnya menjadi tidak lebih parah adalah tindakan yang tepat. Karena hal ini bisa mempercepat proses penyembuhan penyakit ini. Gunakan obat ataupun salep sesuai dengan petunjuk dari dokter.
Blogger
Disqus
Pilih Sistem Komentar Yang Anda Sukai