Minggu, 14 Agustus 2016

Definisi Penyebab Dan Pengobatan serta Gejala Klinis Otitis Media Akut atau OMA Menurut Ilmu Kedokteran

Pusatmedik.org - Definisi Penyebab Dan Pengobatan serta Gejala Klinis Otitis Media Akut atau OMA Menurut Ilmu Kedokteran - Otitis media akut merupakan sebuah infeksi telinga pada bagian tengah. Biasanya otitis media akut seringkali dijumpai pada anak-anak. Saat menderita otitis media akut anak akan mengeluhkan nyeri yang disertai dengan penurunan pendengaran. Adapun telinga dapat dibagi menjadi 3 bagian, yaitu telinga bagian luar, bagian tengah, dan juga bagian dalam. Adapun telinga yang bagian luar meliputi daun telinga sampai gendang telinga. Sedangkan telinga tengah meliputi gendang telinga serta tulang-tulang telinga.
http://www.pusatmedik.org/2016/08/definisi-penyebab-dan-pengobatan-serta-gejala-klinis-otitis-media-akut-atau-OMA-menurut-ilmu-kedokteran.html
Google Image: Definisi Penyebab Dan Pengobatan serta Gejala Klinis Otitis Media Akut atau OMA Menurut Ilmu Kedokteran
Telinga bagian dalam terletak pada bagian paling dalam dan meliputi organ rumah siput dan ujung-ujung saraf pendengaran. Struktur penting lainnya dan terletak di telinga bagian tengah yang sangat erat hubungannya dengan otitis media akut yaitu saluran eustachius. Adapun saluran ini menyerupai saluran pipa yang dapat menghubungkan ruangan telinga bagian tengah dengan bagian atas rongga tenggorokan yang berada dibelakang rongga hidung. Saluran ini berguna untuk menyamakan besar tekanan udara dalam telinga dengan besar tekanan udara yang ada di dunia luar dan juga untuk mencegah masuknya bakteri-bakteri ke dalam ruang di telinga. Berikut ini merupakan penjelasan lengkap mengenai otitis media akut.

Definisi Penyebab Dan Pengobatan serta Gejala Klinis Otitis Media Akut atau OMA Menurut Ilmu Kedokteran


Definisi Otitis Media Akut
Radang akut yang terjadi di telinga bagian tengah yang terutama dialami oleh bayi atau anak dan biasanya didahului dengan infeksi saluran nafas pada bagian atas (batuk, pilek, dan sakit saat menelan).

Penyebab Otitis Media Akut
Penyebab dari penyakit otitis media akut yaitu bakteri dan virus. Untuk virus ditemukan sebagai penyebab terdapat sekitar 25% kasus saja. Sedangkan bakteri adalah penyebab utama penyakit otitis media akut. Kuman penyebab penyakit Otitis Media Akut yaitu bakteri pirogenik diantaranya seperti: Hemofilus influenza, Streptokokus hemolitikus, atau Pneumokokus. Sedangkan bakteri penyebab yang tersering yaitu bakteri Streptococcus dan merupakan bakteri utama yang menjadi penyebab batuk dan juga infeksi saluran napas.

Sebagian besar otitis media akut biasanya terjadi dengan didahului oleh adanya infeksi tenggorokan (sakit saat menelan, batuk, dan pilek). Bakteri ataupun virus penyebab infeksi pada tenggorokan tersebut kemudian masuk ke dalam telinga bagian tengah lewat saluran eustachius. Kemudian bakteri ataupun virus tersebut akan menyebabkan peradangan pada saluran eustachius serta menyebabkan saluran menjadi bengkak dan juga tersumbat. Setelah itu bakteri dan virus akan menghasilkan nanah yang ada dalam telinga bagian tengah. Nanah tersebut tak dapat keluar sebab saluran eustachius telah tersumbat. Semakin banyak jumlah nanah dan juga lendir yang terperangkap dalam telinga bagian tengah maka dapat menyebabkan penekanan di gendang telinga. Sehingga menyebabkan penderita merasa nyeri, demam, dan juga penurunan pada fungsi pendengaran. Bila dibiarkan, maka gendang telinga bisa robek.

Anak-anak lebih gampang terkena penyakit ini karena mempunyai saluran eustachius dengan posisi yang masih cukup datar dan memudahkan bakteri untuk masuk. Di samping itu, aktivitas berenang serta naik pesawat ketika sedang menderita infeksi tenggorokan diduga dapat menjadi faktor pendukung terjadinya penyakit otitis media akut. Hal ini karena pada saat sedang berenang atau naik pesawat, tekanan udara berubah. Pada saat itu, saluran eustachius terbuka lalu bakteri dari tenggorokan akan dengan mudah memasuki telinga.

Gambaran klinik Otitis Media Akut
Gejala yang muncul tergantung pada stadium OMA yaitu:
  1. Oklusi tuba
  2. Hiperemis
  3. Supurasi
  4. Perforasi
  5. Resolusi

Gejala OMA yaitu:
  1. Merasa gelisah, tiba-tiba terbangun saat tidur, menjerit sambil memegang telinga.
  2. Demam kadang sampai kejang.
  3. Kadang disertai diare dan muntah

Diagnosis Otitis Media Akut
Tanda OMA:
  1. OMA dengan Stadium oklusi tuba
    Pada pemeriksaan otoskopik terlihat membran timpani suram dan refleks cahaya memendek serta menghilang.
  2. OMA dengan Stadium hiperemis
    Pada pemeriksaan otoskopik terlihat membran timpani hiperemis serta udem dan refleks cahaya menghilang.
  3. OMA dengan  Stadium supurasi
    Gejala klinik semakin hebat. Pemeriksaan otoskopik terlihat membran timpani bulging (menonjol keluar) dan terdapat bagian dengan warna pucat kekuningan.
  4. OMA dengan Stadium perforasi
    Penderita/ anak yang awalnya gelisah menjadi agak tenang, demam berkurang. Pemeriksaan otoskopik terlihat cairan di lubang telinga yang asalnya dari telinga tengah. Adanya membran timpani perforasi.
  5. Stadium resolusi
    Pada pemeriksaan otoskopik, tak ada sekret serta membran timpani berangsur-angsur menutup.

Penatalaksanaan Otitis Media Akut
Adapun penatalaksanaan OMA disesuaikan dari hasil pemeriksaan serta stadiumnya.
 
a.Stadium oklusi tuba
1.Berikanlah antibiotik selama seminggu:
  1. Ampisilin: Dewasa 500mg 4xsehari; Anak 25mg/Kg BB 4xsehari atau
  2. Amoksisilin: Dewasa 500mg 3xsehari; Anak 10mg/Kg BB 3xsehari atau
  3. Eritromisin: Dewasa 500mg 4xsehari; Anak 10mg/Kg BB 4xsehari
2. Berikan obat tetes hidung yaitu nasal dekongestan

3. Berikan Antihistamin jika ada tanda alergi

4. Berikan Antipiretik

b.Stadium hiperemis
1.Berikanlah antibiotik selama 10–14 har :
  1. Ampisilin: Dewasa 500mg 4xsehari; Anak 25mg/KgBB 4xsehari atau
  2. Amoksisilin: Dewasa 500mg 3xsehari; Anak 10mg/KgBB 3xsehari atau
  3. Eritromisin: Dewasa 500mg 4xsehari; Anak 10mg/KgBB 4xsehari
2.Berikan obat tetes hidung yaitu nasal dekongestan maksimal 5hari

3.Antihistamin jika ada tanda alergi

4.Berikan Antipiretik, Analgetik serta pengobatan simtomatis lainnya

c.Stadium supurasi
1. Rawat segera jika ada fasilitas perawatan.
Berikanlah antibiotika ampisilin ataupun amoksisilin dengan dosis tinggi parenteral dalam waktu 3hari. Jika ada perbaikan lanjutkan dengan pemberian antibiotik per oral dalam waktu 14 hari.
2. Jika tak ada fasilitas perawatan rujuk ke rumah sakit dokter spesialis THT dan dilakukan miringotomi.

d.Stadium perforasi
  1. Berikanlah antibiotik dalam waktu 14 hari
  2. Bersihkan cairan telinga dengan Solutio H2O2 3% sebanyak 2–3 kali
Blogger
Disqus
Pilih Sistem Komentar Yang Anda Sukai