Senin, 08 Agustus 2016

Definisi Penyebab Dan Pengobatan serta Gejala Klinis Penyakit Kolera Menurut Ilmu Kedokteran

Pusatmedik.org - Definisi Penyebab Dan Pengobatan serta Gejala Klinis Penyakit Kolera Menurut Ilmu Kedokteran  - Memiliki tubuh yang sehat adalah dambaan setiap orang. Karena jika sakit, selain membuat kita tidak bisa beraktivitas seperti biasa juga butuh biaya pengobatan yang tidak murah. Untuk itulah betapa pentingnya menjaga kesehatan.
http://www.pusatmedik.org/2016/08/definisi-penyebab-dan-pengobatan-serta-gejala-klinis-penyakit-kolera-menurut-ilmu-kedokteran.html
Google Image: Definisi Penyebab Dan Pengobatan serta Gejala Klinis Penyakit Kolera Menurut Ilmu Kedokteran
Lalu bagaimanakah jika kita telanjur sakit? Tidak ada cara yang lebih baik selain segera pergi ke dokter untuk diperiksa dan diobati. Pada kesempatan kali ini kita akan membahas mengenai penyakit kolera, penyebab dan juga pengobatannya. Berikut penjelasan lengkapnya.

Definisi Penyebab Dan Pengobatan serta Gejala Klinis Penyakit Kolera Menurut Ilmu Kedokteran


Definisi Kolera
Kolera merupakan suatu infeksi pada usus kecil yang diakibatkan oleh bakteri Vibrio cholerae. Penyakit kolera dapat menyebar lewat makanan laut, air yang diminum, ataupun makanan lainnya yang telah tercemar oleh kotoran dari orang yang terinfeksi kolera.

Penyebab Kolera
Bakteri kolera akan menghasilkan racun yang dapat menyebabkan usus halus bekerja dengan melepaskan sebagian besar cairan yang banyak memiliki kandungan garam dan juga mineral. Sebab bakteri sangat sensitif dengan asam lambung, oleh karena itu orang yang kekurangan asam lambung akan memiliki kecenderungan menderita penyakit kolera.

Gambaran Klinis Kolera
  1. Adapun gejala penyakit kolera dimulai dalam waktu 1–3 hari sesudah terinfeksi bakteri, hal ini bervariasi mulai dari mengalami diare yang ringan dan tanpa adanya komplikasi hingga diare yang berat dan dapat berakibat fatal. Ada juga beberapa orang yang telah terinfeksi namun tidak menunjukkan adanya gejala.
  2. Penyakit kolera ini biasanya dimulai dengan adanya diare yang akut dan encer menyerupai air cucian beras dan terjadi secara tiba-tiba, serta tanpa rasa sakit dan disertai dengan mual muntah-muntah.
  3. Adapun pada kasus yang cukup berat, diare dapat menyebabkan seseorang kehilangan cairan hingga sebanyak 1 liter hanya dalam waktu 1 jam. Sedangkan kita tahu bahwa kehilangan cairan dan juga garam yang terlalu berlebihan dapat menyebabkan terjadinya dehidrasi yang disertai dengan rasa haus yang sangat hebat, kram pada otot, lemah serta penurunan produksi pada air kemih.
  4. Adapun banyaknya cairan yang menghilang dari jaringan dapat menyebabkan mata menjadi lebih cekung dan kulit pada jari-jari tangan akan menjadi keriput.
  5. Keadaan ini jika tidak segera diobati, maka dapat menyebabkan ketidakseimbangan volume darah serta peningkatan konsentrasi garam yang bisa menyebabkan terjadinya syok, gagal ginjal, dan bahkan koma.
  6. Gejala kolera biasanya akan menghilang dalam waktu 3–6 hari. Kebanyakan para penderita dapat terbebas dari organisme kolera ini dalam waktu sekitar 2 minggu, akan tetapi beberapa diantara para penderita menjadi pembawa bakteri Vibrio cholerae ini.

Diagnosis Kolera
  1. Adapun diagnosis dari kolera dapat ditegakkan berdasarkan dari gejala-gejalanya.
  2. Untuk dapat memperkuat diagnosis, maka dapat dilakukan pemeriksaan-pemeriksaan terhadap apusan rektum ataupun rektal swab dan atau dari contoh tinja yang masih segar.

Penatalaksanaan Kolera
Pengobatan kolera:
  1. Dalam mengobati kolera yang sangat penting yaitu sesegera mungkin mengganti kehilangan cairan, mineral, dan juga garam dari dalam tubuh, yang bisa dilakukan dengan cara menilai derajat dehidrasi, dan juga dengan cara pemberian oralit jenis ad lib.
  2. Bagi penderita kolera yang mengalami dehidrasi yang cukup berat, maka cairan rehidrasi dapat diberikan lewat infus yaitu berupa cairan Ringer Lactat ataupun jika tidak tersedia maka bisa juga menggunakan cairan NaCl sebanyak 0,9%. Di daerah yang terjadi wabah kolera, kadang-kadang cairan akan diberikan lewat selang  yang  kemudian dimasukkan  lewat  hidung yang akan menuju  ke  lambung para penderita.
Penggunaan antibiotik yang dapat diberikan diantaranya yaitu:

1.Tetracycline
  1. Anak–anak sebanyak 12,5 mg/kg Berat Badan ( sebanyak 4 x dalam sehari dalam waktu 3 hari)
  2. Dewasa sebanyak 500 mg (diberikan 4 x dalam sehari dalam waktu 3 hari)

2.TMP atau Trimethoprim dan SMX atau Sulfamethoxazole
  1. Anak-anak diberikan TMP sebanyak 5 mg/kg Berat Badan serta SMX sebanyak 25 mg/kg Berat Badan (sebanyak 2 x dalam sehari dalam waktu 3 hari)
  2. Dewasa diberikan TMP sebanyak 160 mg dan juga SMX sebanyak 800 mg (yaitu 2 x dalam sehari dalam waktu 3 hari)
  3. Jika dehidrasi telah diatasi maka tujuan pengobatan yang selanjutnya yaitu menggantikan cairan yang telah hilang akibat diare dan juga muntah. Adapun makanan padat dapat diberikan sesudah muntah-muntah berhenti serta nafsu makan telah kembali normal.
  4. Pengobatan awal dapat dilakukan dengan pemberian tetrasiklin ataupun antibiotik lainnya dapat membunuh bakteri, selain itu biasanya dapat menghentikan  diare  dalam waktu  48  jam.
  5. Adapun lebih dari 50% para penderita kolera berat dan tidak segera diobati meninggal dunia dan kurang dari 1% para penderita yang memperoleh penggantian cairan adekuat, meninggal.

Pencegahan Penyakit Kolera:
  1. Adapun pencegahan kolera bisa dilakukan dengan cara melakukan penjernihan cadangan air serta pembuangan tinja yang dibuat dengan mematuhi standar sangatlah penting dalam mencegah munculnya kolera.
  2. Adapun usaha yang lainnya dan tak kalah penting yaitu meminum air yang telah dimasak terlebih dahulu dan juga menghindari mengkonsumsi sayuran yang masih mentah ataupun ikan dan juga kerang yang dimasak kurang matang.
  3. Sedangkan pemberian antibiotik tetrasiklin dapat membantu mencegah penyakit kolera pada orang-orang yang bersama-sama dalam menggunakan perabotan rumah tangga dengan orang yang telah terinfeksi kolera.
Blogger
Disqus
Pilih Sistem Komentar Yang Anda Sukai