Kamis, 18 Agustus 2016

Definisi Penyebab Dan Pengobatan Serta Gejala Klinis Penyakit Parotitis Epidemika Menurut Ilmu Kedokteran

Pusatmedik.org - Definisi Penyebab Dan Pengobatan Serta Gejala Klinis Penyakit Parotitis Epidemika Menurut Ilmu Kedokteran – Mungkin anda sudah pernah mendengar penyakit satu ini yaitu gondongan. Penyakit ini termasuk penyakit yang menular dan masih banyak terjadi di Indonesia.
http://www.pusatmedik.org/2016/08/definisi-penyebab-dan-pengobatan-serta-gejala-klinis-penyakit-parotitis-epidemika-menurut-ilmu-kedokteran.html
Google Image: Definisi Penyebab Dan Pengobatan Serta Gejala Klinis Penyakit Parotitis Epidemika Menurut Ilmu Kedokteran
Penyakit ini dalam istilah medis disebut sebagai Parotitis Epidemika dan terkadan juga disebut sebagai Mumps, adalah infeksi virus menular dan bisa menyebabkan pembengkakan di kelenjar parotid yang disertai rasa nyeri. Selebihnya mengenai penyakit parotitis epidemika silahkan simak ulasan berikut.

Definisi Penyebab Dan Pengobatan Serta Gejala Klinis Penyakit Parotitis Epidemika Menurut Ilmu Kedokteran


Definisi Parotitis Epidemika
Parotitis Epidemika merupakan penyakit infeksi akut serta menular dan disebabkan virus. Virus dapat menyerang pada kelenjar air liur yang ada di mulut dan terutama menyerang kelenjar parotis yang berada di tiap-tiap sisi muka yang berada tepat di bawah serta di depan telinga seseorang.

Penyebab Parotitis Epidemika
Mumps disebabkan paramyxovirus. Virus ini dapat ditularkan lewat percikan ludah bersin ataupun batuk penderita ataupun karena bersentuhan dengan benda-benda yang telah terkontaminasi ludah penderita. Jika dibanding dengan campak ataupun cacar air, gondongan ini tidak terlalu menular. Penyakit ini kebanyakan menyerang anak-anak yang berusia 5-10 tahun, dan jarang ditemukan pada anak-anak yang berumur di bawah 2 tahun. Jika pernah menderita gondongan, seseorang biasanya akan mempunyai kekebalan seumur hidupnya.

Gambaran Klinis Parotitis Epidemika
Gejala bisa timbul dalam waktu antara 12-24 hari sesudah terinfeksi, awalnya mengalami demam, menggigil, nafsu makan berkurang, sakit kepala, tidak enak badan. Lalu terjadi pembengkakan pada kelenjar-kelenjar liur, dan yang sangat jelas terlihat di hari kedua serta berlangsung dalam waktu 5-7 hari. Biasanya kelenjar yang terkena yaitu kelenjar parotis, kelenjar ludah yang berada diantara telinga serta rahang. Selain itu gambaran klinis yang diantaranya adalah sebagai berikut.

  1. Gondongan paling sering dialami oleh anak-anak serta orang muda yang berusia 5 hingga 15 tahun. Gejalanya yaitu terasa nyeri saat mengunyah dan juga menelan. Akan lebih terasa lagi jika menelan cairan asam misalnya seperti cuka dan juga air jeruk.
  2. Adapun pembengkakan yang terasa nyeri terjadi di sisi muka serta di bawah telinga. Kelenjar di bawah dagu menjadi lebih besar dan juga membengkak. Penderita juga menderita demam. Suhu tubuh bisa meningkat sampai 39,5oC.
    Komplikasi mungkin saja terjadi pada anak lelaki umur belasan tahun, terasa nyeri pada bagian perut dan juga alat kelamin. Untuk penderita remaja perempuan, rasa nyeri akan terasa di bagian payudara. Biasanya komplikasi yang serius terjadi bila virus gondong ini menyerang otak serta susunan syarat. Ini dapat menyebabkan radang pada selaput otak dan juga jaringan selaput otak.
  3. Sedangkan penularan penyakit ini bisa lewat kontak langsung yang dilakukan dengan penderita, misalnya seperti persentuhan dengan percikan cairan muntah dan juga air seni dari penderita ataupun melalui udara saat penderita bersin ataupun batuk.

Diagnosis Parotitis Epidemika
Diagnosis dapat ditegakkan berdasarkan dari gambaran klinik. Selain itu juga bisa ditegakkan berdasarkan gejala serta hasil pemeriksaan dari fisik yang menunjukkan pembengkakan pada daerah temporomandibuler (di antara rahang dan telinga), terutama sekali bila sedang terjadi wabah. Sedangkan pada pemeriksaan laboratorium dapat mengidentifikasi virus mumps serta antibodi terhadapnya, akan tetapi biasanya jarang sekali dilakukan.

Penatalaksanaan Parotitis Epidemika
  1. Istirahat di rumah atau di tempat tidur sampai suhu tubuh kembali normal. Jika perlu berikan obat penurun panas. Pakailah obat kumur dengan baik untuk membersihkan selaput-selaput lendir di mulut. Usahakanlah untuk minum yang banyak serta mengunyah permen karet.
  2. Karena terdapat adanya gangguan saat menelan atau mengunyah, maka sebaiknya diberikan makanan yang lunak sehingga penderita gondongan tidak perlu terlalu banyak mengunyah serta hindari minuman yang asam sebab dapat menimbulkan rasa nyeri. Selain itu vitamin A, C, dan juga zinc bisa membantu mendukung kekuatan sistem imun.
  3. Selain itu obat pereda rasa nyeri diantaranya seperti Acetaminophen dan juga Ibuprofen dapat digunakan untuk mengatasi rasa sakit di kepala dan juga rasa tidak nyaman.
  4. Adapun rasa tidak nyaman yang terjadi di kelenjar parotis yang mengalami pembengkakan dapat diredakan dengan cara memberikan kompres hangat ataupun dingin.
  5. Apabila terjadi pembengkakan di bagian testis, maka sebaiknya penderita gondongan menjalani tirah baring. Selain itu kompres dingin dapat diberikan untuk membantu meredakan nyeri. Apabila terjadi mual dan juga muntah yang diakibatkan oleh pankreatitis, maka dapat diberikan cairan lewat infus.

Pencegahan Perotitis Epidemika
Gondongan bisa dicegah dengan menggunakan vaksin. Pencegahan gondongan dapat dilakukan baik secara aktif yaitu dengan vaksin parotitis maupun secara pasif yaitu dengan penyuntikan menggunakan zat kekebalan yaitu berupa gama globulin.

Vaksin biasanya dapat diberikan sebagai bagian dari s vaksin MMR yaitu mumps-measles-rubella ataupun gondongan-campak-rubela. Adapun seri MMR ini dapat diberikan pada anak-anak yang dimulai pada usia antara 12-15 bulan, serta dapat diulangi ketika usia 4-6 tahun ataupun 11-12 tahun. Adapun vaksin disuntikkan lewat otot paha ataupun lengan atas.
Umumnya orang-orang yang sebaiknya tidak menerima vaksinasi gondongan adalah:
  1. Orang yang mempunyai reaksi alergi berat dengan vaksin ataupun komponen dari vaksin (misalnya seperti gelatin ataupun antibiotik neomisin)
  2. Wanita yang sedang hamil (untuk wanita yang mendapatkan vaksinasi gondongan haruslah menghindari kehamilan dalam waktu 3 bulan sesudah mendapatkan vaksinasi)
  3. Orang-orang dengan sistem imun lemah
  4. Orang-orang yang sedang menderita demam tinggi ataupun mengalami  infeksi saluran pernapasan atas atau ISPA yang berat (imunisasi alangkah baiknya ditunda terlebih dahulu hingga gejala-gejala tersebut menghilang).
Blogger
Disqus
Pilih Sistem Komentar Yang Anda Sukai