Senin, 22 Agustus 2016

Definisi Penyebab Dan Pengobatan serta Gejala Klinis Penyakit Periodontitis Menurut Ilmu Kedokteran

Pusatmedik.org - Definisi Penyebab Dan Pengobatan serta Gejala Klinis Penyakit Periodontitis Menurut Ilmu Kedokteran – Memiliki gigi yang bersih dan sehat adalah keinginan semua orang. Namun kenyataannya tidak semua orang dapat memilikinya. Masalah pada gigi ternyata ada banyak sekali macamnya, selain karies gigi dan juga gigi berlubang masih ada lagi periodontitis. Namun pada kesempatan kali ini kita hanya akan membahas mengenai periodontitis saja.
http://www.pusatmedik.org/2016/08/definisi-penyebab-dan-pengobatan-serta-gejala-klinis-penyakit-periodontitis-menurut-ilmu-kedokteran.html
Google Image: Definisi Penyebab Dan Pengobatan serta Gejala Klinis Penyakit Periodontitis Menurut Ilmu Kedokteran
Periodontitis adalah infeksi gusi berat dan bisa menyebabkan kerusakan di jaringan lunak serta tulang penyangga gigi. Keadaan ini sebaiknya tidak dianggap enteng namun harus segera diobati. Karena selain dapat menyebabkan gigi tanggal, bakteri-bakteri yang ada dalam jaringan gusi dapat masuk menuju aliran darah serta dapat menyerang organ tubuh yang lainnya, misalnya jantung dan paru-paru. Apabila hal seperti ini terjadi, maka komplikasi yang lebih serius dapat dialami penderita periodontitis, seperti misalnya seperti rheumatoid arthritis, stroke, gangguan pernapasan, bahkan sampai penyakit jantung koroner.
 
Di samping itu, jika periodontitis dialami ibu yang sedang hamil, maka bayi dalam kandungan dapat berisiko lahir prematur ataupun mempunyai berat badan lebih rendah dari bayi rata-rata. Jika periodontitis dialami oleh penderita diabetes, maka kondisinya bisa semakin memburuk. Untuk itu penting sekali memahami penyakit ini secara lebih mendalam. Dan jika anda mengalami hal ini segeralah periksa ke dokter agar bisa segera diobati.

Definisi Penyebab Dan Pengobatan serta Gejala Klinis Penyakit Periodontitis Menurut Ilmu Kedokteran


Definisi Periodontitis
Peradangan pada jaringan periodontium namun lebih dalam danmerupakan lanjutan dari peradangan pada ginggiva.

Penyebab Periodontitis
Adapun sebagian besar periodontitis adalah akibat dari adanya penumpukan plak dan juga karang gigi (tartar) yang berada diantara gigi dan juga gusi.
Akan terbentuk sebuah kantong diantara gigi serta gusi, dan dapat meluas ke bawah berada diantara akar gigi serta tulang dibawahnya. Kantong tersebut mengumpulkan plak di dalam suatu lingkungan yang bebas oksigen sehingga mempermudah pertumbuhan bakteri. Apabila keadaan inti dirusak maka gigi akan lepas.

Gambaran Klinis Periodontitis
Terdapat beberapa jenis periodontitis, akan tetapi yang paling umum yaitu periodontitis akut di mana sebagian penderitanya merupakan orang dewasa. Orang yang menderita periodontitis akan merasakan gejala, diantaranya seperti:
  1. Gusi akan membengkak dan berwarna merah ataupun keunguan.
  2. Apabila disentuh, maka gusi akan terasa lunak.
  3. Mulut akan terasa tidak enak serta napas akan menjadi bau (halitosis).
  4. Terjadi penyusutan pada gusi sehingga membuat ukuran gigi tampak lebih tinggi dari keadaan biasanya.
  5. Terjadi perdarahan pada gusi.
  6. Keluar nanah di bagian yang membatasi antara gigi dan juga gusi.
  7. Jarak antara gigi yang satu dengan gigi  yang lainnya akan terasa renggang.
  8. Gigi bisa tanggal.

Diagnosis Periodontitis

Adapun diagnosis dari periodontitis dapat ditegakkan dari rasa nyeri pada ginggiva. Temuilah dokter dengan segera jika gusi Anda mengalami peradangan yang ditandai dengan adanya bengkak berwarna kemerahan yang disertai dengan rasa nyeri dan juga pendarahan. Semakin cepat periodontitis ini ditangani, maka semakin besar pula peluang Anda untuk terhindar dari komplikasi-komplikasi yang lebih parah.

Di samping dari pembengkakan dan juga pendarahan gusi yang telah terjadi, periodontitis ini juga bisa didiagnosis dengan gampang oleh dokter yaitu dengan mengecek ada tidaknya  penumpukan plak yang ada di dasar gigi, adanya penyusutan gusi, sdan juga kedalaman kantong gusi yang telah terbentuk.
Adapun untuk mengetahui tingkat dari kerusakan tulang yang diakibatkan oleh periodontitis, maka dokter biasanya menggunakan pemeriksaan X-ray.

Penatalaksanaan Periodontitis
Apabila periodontitis belum parah, maka dokter biasanya meresepkan antibiotik baik oral maupun topikal untuk menghilangkan bakteri-bakteri penyebab infeksi. Di samping itu, scaling ataupun pembersihan kerak dengan menggunakan perangkat ultrasonik juga dibutuhkan untuk menghilangkan karang-karang gigi dan juga bakteri yang berasal dari permukaan gigi ataupun di bagian bawah gusi.

Apabila bakteri dan juga plak telah menumpuk di akar-akar gigi, maka cara atau metode root planing dibutuhkan untuk membersihkan dan juga mencegah penumpukan yang lebih lanjut, dan juga dapat menghaluskan permukaan akar.

Pada kasus yang sudah parah, biasanya dokter menerapkan prosedur operasi. Hal ini dilakukan berdasarkan tingkat dari keparahan tersebut, yaitu mulai dari operasi yang dilakukan untuk mengurangi kantong-kantong pada gusi, operasi yang dilakukan untuk mencangkok jaringan-jaringan lunak yang telah rusak akibat periodontitis, serta operasi cangkok tulang yang dilakukan untuk memperbaiki tulang-tulang yang ada di dekat akar gigi yang sudah hancur.

Untuk lebih jelasnya tata laksana periodontitis adalah sebagai berikut:
  1. Karang gigi, food impaction, saku gigi, serta penyebab lokal yang lainnya harus lah dibersihkan ataupun diperbaiki.
  2. Adapun antibiotik terpilih yaitu Amoksisilin dengan dosis 500 mg sebanyak 3 x sehari dalam waktu 5 hari.
  3. Penderita periodontitis dianjurkan untuk berkumur dalam waktu ½–  menit dengan menggunakan larutan povidon sebanyak 1%, dilakukan 3 kali dalam sehari.
  4. Jika sudah sangat goyah, maka gigi harus dicabut.

Pencegahan Periodontitis
Adapun periodontitis dapat dicegah dengan cara merawat dan menjaga kebersihan gigi supaya terbebas dari bakter-bakteri yang menyebabkannya. Gosok gigi sebaiknya dilakukan setiap selesai makan ataupun paling tidak sebanyak dua kali dalam sehari, yaitu pagi hari dan juga malam sebelum pergi tidur. Bersihkan sela-sela gigi memakai benang gigi. Di samping itu, rutin menemui dokter gigi setiap enam bulan sekali yang dilakukan untuk mengetahui perkembangan dari kesehatan gigi Anda.
Blogger
Disqus
Pilih Sistem Komentar Yang Anda Sukai