Jumat, 26 Agustus 2016

Pneumonia Definisi Penyebab Dan Pengobatan Serta Gejala Klinis Penyakit Pneumonia Menurut Ilmu Kedokteran

Pusatmedik.org - Pneumonia Definisi Penyebab Dan Pengobatan Serta Gejala Klinis Penyakit Pneumonia Menurut Ilmu Kedokteran – Pernahkah anda mendengar mengenai pneumonia? Pneumonia merupakan peradangan jaringan yang ada di salah satu ataupun kedua paru-paru yang sering disebabkan oleh infeksi. Ketika menderita pneumonia, maka sekumpulan kantong-kantong udara dengan ukuran kecil yang ada di bagian ujung saluran pernapasan pada paru-paru akan membengkak dan juga penuh cairan.
http://www.pusatmedik.org/2016/08/pneumonia-definisi-penyebab-dan-pengobatan-serta-gejala-klinis-penyakit-pneumonia-menurut-ilmu-kedokteran.html
Google Image: Pneumonia Definisi Penyebab Dan Pengobatan Serta Gejala Klinis Penyakit Pneumonia Menurut Ilmu Kedokteran
Pneumonia adalah penyebab kematian pada anak-anak yang tertinggi di dunia. WHO memperkirakan ada sekitar 1,1 juta anak yang ada di dunia meninggal setiap tahun diakibatkan oleh penyakit ini. Di Indonesia sendiri penderita pneumonia menduduki peringkat yang ke-8 terbesar di seluruh dunia terkait dengan angka kematian anak-anak akibat pneumonia. Di tahun 2008 saja, pneumonia sudah merenggut sekitar 38.000 anak Indonesia.

Berdasarkan uraian di atas maka bisa dikatakan memahami penyakit pneumonia ini sangatlah penting mengingat begitu bahayanya dan bahkan bisa merengut nyawa seseorang. Jika anda ingin tahu lebih lanjut mengenai pneumonia, silahkan lanjutkan membaca uraian berikut.

Pneumonia Definisi Penyebab Dan Pengobatan Serta Gejala Klinis Penyakit Pneumonia Menurut Ilmu Kedokteran


Definisi Pneumonia
Pneumonia merupakan peradangan paru yang diakibatkan oleh infeksi bakteri, jamur, maupun virus. Adapun pneumonia secara klinis dapat dibedakan atas penyakit pneumonia lobaris, dan juga bronkopneumonia aspirasi contohnya yaitu akibat aspirasi dari minyak tanah. Kuman-kuman penyebab pneumonia ada banyak macamnya serta berbeda-beda menurut sumber penularan (nosokomial atau komunitas).

Jenis komunitas yaitu sebanyak 47 – 74% yang disebabkan oleh bakteri, sedangkan 5 – 20% disebabkan oleh virus ataupun mikoplasma, dan sebanyak 17 – 43% belum diketahui penyebabnya. Pengobatan untuk jenis komunitas ini sangatlah memuaskan apapun jenis penyebabnya.

Penyebab Pneumonia
Adapun penyebab dari pneumonia diantaranya yaitu:
 
1.Bakteri (merupakan hal yang paling sering menyebabkan terjadinya pneumonia pada orang dewasa):
  1. Staphylococcus aureus
  2. Streptococcus pneumoniae
  3. Hemophilus influenzae
  4. Legionella

2.Virus diantaranya yaitu virus influenza dan chicken-pox atau cacar air
 
3.Organisme yang mirip bakteri yaitu Mycoplasma pneumoniae (yang terutama terjadi pada anak-anak dan juga dewasa muda)
 
4.Jenis jamur tertentu.
-Adapun pneumonia yang terjadi pada anak-anak sering kali disebabkan oleh virus-virus  pernafasan, dan biasanya puncaknya akan terjadi pada usia antara 2 – 3 tahun. Sedangkan pada usia-usia sekolah, pneumonia ini sering kali disebabkan oleh bakteri jenis Mycoplasma pneumoniae.
 
Vaksin PCV atau Pneumococcal Conjugate Vaccine serta vaksin influenza sangatlah dianjurkan untuk orang yang memiliki risiko tinggi menderita pneumonia.

Gambaran klinis Pneumonia
 
- Adapun secara klinis gambaran dari pneumonia bakterialis sangat beragam berdasarkan jenis kuman penyebab, beratnya penyakit, dan usia penderita. Beberapa bakteri penyebab dapat memberikan gambaran khas, misalnya pneumonia lobaris akibat S.pneumoniae, ataupun empiema serta pneumatokel akibat S.aureus.
 
- Klasifikasi pneumonia bagi balita disesuaikan dengan manajemen terpadu bagi balita sakit misalnya batuk disertai napas cepat (usia<2bulan> 60x/menit,usia 2bulan–1tahun>50 x/menit, usia 1-5 tahun>40x/menit)
 
- Pada dasarnya gejala-gejala klinisnya bisa dikelompokkan menjadi:
  1. Gejala-gejala umum infeksi yaitu: demam, lesu, sakit kepala, dan lain-lain.
  2. Gejala umum untuk penyakit saluran pernapasan bagian bawah misalnya seperti: takipneu, retraksi ataupun napas cuping hidung, dispneu, dan sianosis.
  3. Tanda-tanda pneumonia yaitu: perkusi pekak bagi pneumonia lobaris, serta ronki basah halus dan nyaring pada bronkopneumonia serta bronkofoni positif.
  4. Batuk bisa kering maupun berdahak mukopurulen, purulen, dan bahkan mungkin berdarah.
  5. Terdapat tanda di ekstrapulmonal
- Adapun Leukositosis jelas terjadi pada pneumonia bakteri serta pada sputum bisa dibiak kuman yang menjadi penyebabnya.
 
- Diagnosis pasti bisa ditegakkan dengan cara foto toraks, sedangkan untuk uji serologi bisa menentukan jenis infeksi yang lainnya. Selain untuk memastikan diagnosis, menggunakan foto toraks juga bisa digunakan untuk menilai apakah ada komplikasi.

Diagnosis Pneumonia
  1. Pada anak-anak yang berusia di bawah 2 bulan, tak dikenal diagnosis pneumonia.
  2. Sedangkan pada pemeriksaan dada yang dilakukan dengan menggunakan stetoskop, terdengar suara ronki.
  3. Adapun pemeriksaan penunjang yang lain yaitu: rontgen dada, gas darah arteri pembiakan dahak, dan hitung jenis darah.

Penatalaksanaan Pneumonia
 
- Penderita pneumonia bisa dirawat di rumah, akan tetapi jika keadaannya berat maka penderita harus dirawat dokter di rumah sakit untuk memperoleh perawatan yang memadai, contohnya cairan intravena jika sangat sesak, oksigen, dan sarana rawat lainnya. Sedangkan pada bayi memerlukan perhatian yang lebih khusus lagi.
 
- Dapat diberikan kotrimoksazol yaitu 2x2 tablet. Dosis anak-anak:
  1. Usia 2–12 bula: 2x¼ tablet
  2. Usia 1–3 tahun: 2x½ tablet
  3. Usia 3–5 tahun: 2x1 tablet

- Adapun untuk Antibiotik pengganti yaitu amoksisilin ataupun ampisilin.
 
- Sedangkan pada kasus dimana sebuah rujukan tidak memungkinkan maka dapat diberikan injeksi amoksisilin ataupun gentamisin.
 
- Pada orang yang sudah dewasa terapi kausal yang dilakukan secara empiris yaitu penisilin prokain dengan dosis 600.000 – 1.200.000 IU dalam sehari ataupun ampisilin 1 gram sebanyak 4 x dalam sehari yang terutama pada penderita batuk produktif.
 
- Jika penderita alergi dengan golongan penisilin maka bisa diberikan eritromisin 500mg sebanyak 4xsehari. Demikian juga jika diduga penyebabnya adalah mikoplasma (batuk kering).
 
- Selain itu tergantung dari jenis batuknya bisa diberikan kodein dengan dosis 8 mg sebanyak 3 x dalam sehari ataupun brankodilator (salbutamol atau teofilin).
 
Sekian informasi yang dapat kami sampaikan mengenai Pneumonia Definisi Penyebab Dan Pengobatan Serta Gejala Klinis Penyakit Pneumonia Menurut Ilmu Kedokteran, semoga dapat bermanfaat bagi para pembaca.

Blogger
Disqus
Pilih Sistem Komentar Yang Anda Sukai