Sabtu, 27 Agustus 2016

Pterigium Definisi Penyebab Dan Pengobatan serta Gejala Klinis Penyakit Pterigium Menurut Ilmu Kedokteran

Pusatmedik.org - Pterigium Definisi Penyebab Dan Pengobatan serta Gejala Klinis Penyakit Pterigium Menurut Ilmu Kedokteran – Organ mata merupakan organ yang sangat penting bagi manusia. Karena dengan mata kita bisa melihat dunia, dan dengan mata kita bisa melakukan banyak aktivitas, diantaranya seperti membaca artikel ini. Untuk itu mata harus dirawat dan dijaga dengan baik agar terus sehat sampai kita menutup usia. Ada banyak keluhan pada mata yang bisa dialami oleh seseorang, diantaranya yaitu pterigium.
http://www.pusatmedik.org/2016/08/pterigium-definisi-penyebab-dan-pengobatan-serta-gejala-klinis-penyakit-pterigium-menurut-ilmu-kedokteran.html
Google Image: Pterigium Definisi Penyebab Dan Pengobatan serta Gejala Klinis Penyakit Pterigium Menurut Ilmu Kedokteran
Pterigium atau pterigium merupakan kondisi mata yang dapat ditandai dengan tumbuhnya sebuah selaput yang menutupi daerah putih di bagian bola mata. Kondisi tersebut bisa terjadi baik pada salah satu mata maupun kedua mata sekaligus. Penyakit ini termasuk lesi non kanker dan jarang sekali menyebabkan komplikasi yang berbahaya (sampai menelan jiwa). Akan tetapi jika terus-menerus tumbuh dan tidak segera ditangani, maka penyakit pterigium ini bisa menyebar hingga ke kornea mata dan dapat mengganggu penglihatan bagi penderitanya. Penjelasan lebih banyak dapat anda baca pada bahasan berikut ini.

Pterigium Definisi Penyebab Dan Pengobatan serta Gejala Klinis Penyakit Pterigium Menurut Ilmu Kedokteran


Definisi Pterigium
Kelainan pterigium ini bisa dijumpai pada seluruh kelompok umur. Umumnya berada di sisi nasal baik bilateral maupun unilateral.

Penyebab Pterigium
Adapun patogenesis pterigium sampai saat ini masih belum jelas, akan tetapi diduga akibat terjadinya iritasi kronik diantaranya yaitu akibat terkena debu, panas, asap, angin dan sinar matahari. Meski penyebab pterigium masih belum diketahui secara pasti, akan tetapi penyakit atau kondisi ini banyak sekali dialami oleh mereka yang lebih sering melakukan aktivitas yang berada di luar ruangan. Selain itu mata yang terlalu kering juga diduga dapat menjadi faktor pemicu munculnya pterigium ini.

Gambaran Klinis Pterigium
Adapun gambaran klinis dari pterigium diantaranya yaitu:
  1. Penderita mengeluh matanya lekas merah, mudah berair, dan terdapat rasa yang mengganjal. Jika penebalan jaringan ini sudah mencapai pupil maka kemampuan penglihatan bisa terganggu.
  2. Pterigium terlihat sebagai penebalan yang berupa lipatan mukosa dengan bentuk segitiga dan puncaknya di kornea. Adapun jaringan ini kaya akan pembuluh darah yang semuanya menuju puncak dari pterigium.
Pada umumnya, pterigium hanya berupa tumbuhnya selaput di bagian putih mata. Meskipun demikian, kondisi ini tetaplah mungkin disertai dengan gejala-gejala yang lain diantaranya meliputi:
  1. Mata memerah
  2. Timbul iritasi, terasa gatal, ataupun perih pada bagian mata.
  3. Mata terasa mengganjal.
  4. Lama kemalaman pandangan menjadi samar atau kabur.
Periksakanlah mata Anda jika mengalami gejala-gejala seperti yang telah disebutkan di atas. Karena pemeriksaan serta penanganan yang dilakukan secara dini dapat menjauhkan Anda dari berbagai kemungkinan adanya komplikasi.

Diagnosis Pterigium
Adapun diagnosis dapat ditegakkan dengan melihat adanya penebalan mukosa yang terdapat pada selaput mata seseorang. Anda mungkin juga akan menjalani berbagai pemeriksaan mata yang dilakukan dengan lebih saksama yang bertujuan untuk memastikan bagaimanakah kondisi mata Anda. Apabila dibutuhkan, maka dokter akan menganjurkan beberapa tes untuk mengukur kemampuan dari penglihatan dan juga memeriksa perubahan pada lengkungan yang ada di bagian kornea Anda.

Penatalaksanaan Pterigium
Setelah pemeriksaan selesai, maka dokter akan mengetahui sejauh mana tingkat keparahan dari pterigium yang ada. Adapun kondisi ini biasanya tidak memerlukan penanganan khusus apabila masih tergolong ringan dan juga tidak mengganggu penglihatan ataupun kenyamanan mata Anda. Meskipun demikian, Anda biasanya tetap disarankan untuk melakukan pemeriksaan mata yang dilakukan secara berkala gunanya memantau perkembangan dari pterigium tersebut.

Berbeda jika pterigium telah terbukti menghalangi kemampuan penderita untuk melihat ataupun mengganggu kenyamanan Anda. Biasanya dalam hal ini (pterigium yang sudah parah), dokter akan menyarankan langkah-langkah penanganan yang dapat meliputi obat-obatan yang berasal dari dokter dan juga operasi. Berikut ini hal-hal yang biasa dilakukan oleh dokter dalam menangani penderita pterigium.
  1. Jika dalam keadaan meradang maka dapat diberikan astringen-dekongestan sebanyak 1 tetes yaitu  3 – 4 x dalam sehari yang berupa kombinasi seng-sulfat sebanyak 0,25% dengan fenilefrin sebanyak 0,12% atau nafazolin sebanyak 0,7%.
  2. Pterigium yang lebih lanjut dan sudah mengganggu penglihatan maka diperlukan pembedahan yaitu dilakukan dengan rujuk menuju ke rumah sakit.
Penggunaan obat-obatan, contohnya seperti obat tetes mata dengan kandungan steroid dan juga lubrikasi, bisa dilakukan dengan tujuan untuk mencegah terjadinya inflamasi ataupun meringankan gejala. Akan tetapi, kadang-kadang obat saja tak cukup sehingga operasi yang dilakukan untuk mengangkat pertumbuhan pterigium biasanya dianjurkan. Hal ini karena bisa saja berpotensi menyebabkan komplikasi. Adapun prosedur operasi hanyalah dianjurkan jika:
  1. Penanganan yang lain terbukti tidak lagi efektif.
  2. Kemampuan penglihatan pada pasien terancam mulai mengalami penurunan.
Setelah operasi selesai dilakukan, terdapat beberapa jenis obat-obatan yang biasanya diberikan dokter yang tujuannya untuk menurunkan adanya risiko komplikasi sekaligus untuk mencegah pterigium agar tidak kembali tumbuh. Adapun pemantauan kondisi bagi mata pasien juga dilakukan dalam waktu sekitar satu tahun.

Adapun selain dilakukan penanganan medis, maka Anda bisa menghindari pajanan yang berasal dari lingkungan sekitar, misalnya seperti sinar matahari, debu, atau asap yang bisa memicu pterigium. Caranya yaitu dengan memakai kacamata hitam, menggenakan payung saat matahari terik ataupun memakai topi saat bepergian. Langkah-langkah ini juga dapat berguna untuk mencegah terjadinya pterigium kembali lagi.

Sekian informasi yang dapat kami sampaikan tentang Pterigium Definisi Penyebab Dan Pengobatan serta Gejala Klinis Penyakit Pterigium Menurut Ilmu Kedokteran, semoga bermanfaat dan bisa menambah wawasan para pembaca.

Blogger
Disqus
Pilih Sistem Komentar Yang Anda Sukai