Selasa, 30 Agustus 2016

Tips cara mengenal tanda-tanda sikecil sudah siap dan ingin untuk masuk sekolah

Pusatmedik.org - Tips cara mengenal tanda-tanda sikecil sudah siap dan ingin untuk masuk sekolah - masing-masing anak mempunyai sifat yang berbeda, tumbuh dalam lingkungan yang tidak sama juga, sehingga anda akan dibingungkan karena adanya berbagai pendapat. Sebagian besar orang percaya jika pendidikan usia dini memang sangat penting, sehingga menyarankan anak anda untuk bersekolah ketika usia dini.
http://www.pusatmedik.org/2016/08/tips-cara-mengenal-tanda-tanda-sikecil-sudah-siap-dan-ingin-untuk-masuk-sekolah.html
Google Image: Tips cara mengenal tanda-tanda sikecil sudah siap dan ingin untuk masuk sekolah
Selain itu ada yang mengatakan jika dunia anak merupakan dunia bermain sehingga mereka menganggap tidak baik memaksa anak untuk sekolah di usia dininya. Padahal anak mempunyai perbedaan satu dengan yang lain, sehingga mereka semua tidak sama. Sehingga sebagai orang tua perlu tahu tips cara mengenal tanda-tanda sikecil sudah siap dan ingin untuk masuk sekolah serta ketahui juga solusi dalam mengatasi keinginan bersekolah sang anak yang terkadang terlalu lambat dan bahkan terlalu cepat di usianya. Dibawah ini penjelasannya.


Tips cara mengenal tanda-tanda sikecil sudah siap dan ingin untuk masuk sekolah


  1. Kesiapan fisik
    Aspek fisik mencakup motorik kasar maupun halus. Untuk motorik kasar, seperti anak mampu menggerakkan fungsi anggota tubuhnya dalam melakukan gerakan-gerakan misalnya berjalan, memanjat, lempar bola, naik tangga, bahkan ketika melakukan dua gerakan misalnya melompat, dengan melempar bola.
    Sedangkan kegiatan belajar dalam masa TK lebih banyak akan mengandalkan motorik kasar. Sehingga, ketika seorang anak telah bergerak, itu diharapkan nantinya di TK mampu mengembangkan aspek fisik misalnya keseimbangan, fleksibilitas, dan daya tahan. Jadi jika kekuatan kaki anak sudah baik namun keseimbangannya kurang pasti akan mudah jatuh. Seluruh aspek fisik bagian motor anak, juga harus dikembangkan ketika TK berikutnya.
    Adapun keterampilan motorik halus juga akan sejalan dalam ajaran yang diberikan jenjang TK. Anak-anak disini belajar untuk memotong, masukkan bola, flip, dan memilih biji-bijian. Sehingga itu semua bisa bekerja jika didukung fisik yang baik tentunya. 
  2. Kesiapan emosional
    Setidaknya, saat anak berada di dalam kelas, akan duduk sendiri, tak tergantung dengan siapa pun, serta mereka juga akan mengikuti perintah. Sedangkan kesiapan emosional lain yang ditunjukkan anak ialah menerima situasi baru. Pastinya ini sangat normal ketika beberapa hari pertama, biasanya anak menangis karena situasi yang berbeda dengan keadaan rumahnya. Namun, anak-anak akan lebih siap, setelah beberapa hari, selanjutnya mampu berbaur bersama dengan teman-temannya serta siap menerima bimbingan maupun instruksi. Anak tersebut tidak akan joging lagi ketika dikelas serta diminta duduk di sampingnya.
    Cuma menyiapkan kesiapan dari sosialisasinya saja. Artinya, bila anak tidak takut bertemu dengan orang-orang, ini sudah menunjukkan minat menjadi teman, sehingga dia sudah siap. Hal tersebut harus dipersiapkan. Disamping itu Anak-anak bukan hanya tidak takut bertemu dengan orang lain, namun juga bersedia mendengarkan orang lain. Sehingga kemampuan ini sangat penting untuk mensosialisasikan ketika guru berbicara dan anak-anak tersebut berlari-lari, dengan rangsangan emosional sang anak kurang lengkap. Sehingga anak-anak harus diajarkan bagaimana cara menjadi pendengar sebelum masuk dalam TK. 
  3. Kesiapan Kognitif
    Misalnya kemampuan bahasa dari anak-anak TK bisa memahami instruksi dari guru. Diharapkan anak untuk memberikan berbagai pendapat, perasaan, atau pikiran, walaupun belum secara sistematis. Sehingga, anak juga harus mempunyai keyakinan jika kosakatanya sesuai untuk usianya.
    Tetapi bagaimana dengan kemampuan membaca dan menulis? Sebenarnya kemampuan itu bukan merupakan prasyarat sebelum masuk TK. Tapi bila anak sudah mampu melakukan hal ini, disarankan supaya orang tua mencarikan sekolah yang sesuai untuknya. Bila anak sudah mempunyai kemampuan dalam menghitung, contohnya, serta dia dirawat dalam lingkungan sekolah pembibitan anak-anak yang bahkan masih belum bisa menghitung dari o hingga 10, bahkan akan mungkin kehilangan potensinya.
    Bagi anak-anak seperti itu akan memerlukan penanganan secara khusus. Artinya, anda tidak dapat menggeneralisasi bersama dengan teman lainnya karena potensi yang tidak sama. Jadi, anda juga harus benar-benar melihat kelebihan setiap anak serta harus dilakukan dengan individual.
    Sebagian orang tua tidak berharap jika pada anak-anak TK tersebut diajarkan membaca dan menulis seperti soal matematika anak SD. Yang dilakukan dalam jenjang TK mengajari anak-anak ilmu dasar dan hal tersebut juga dilakukan melalui metode bermain. Seperti mengakui bentuk surat, bentuk angka dan warna. 
  4. Kesiapan sosial
    Dalam masa TK, anak-anak akan berkumpul bersama teman-teman yang baru ditemuinya. Dia akan mencoba beradaptasi terhadap lingkungan sekolah barunya. Dia akan tahu bagaimana aturan barunya, hidup bersama serta mendengarkan "pelajaran" yang disampaikan guru ketika belajar bersama dengan teman-temannya.
    Biasanya ini adalah kesiapan pandangan sosial dan kemampuan anak agar tidak takut terhadap orang asing, berani untuk memasuki lingkungan barunya dan jangan ragu berkomunikasi. Seperti seorang anak di sekolah yang masih menangis saat ditinggal ibunya. Itu berarti jika anak masih takut ada di lingkungannya yang baru. Berbeda dengan siap, namun mereka biasanya akan menikmati saat mereka bertemu dengan teman baru. 
  5. Tanda-tanda Anak Siap Sekolah.
    Biasanya anak akan minta sekolah. Mulanya anda akan menganggap jika anak hanyalah ikut-ikutan ingin sekolah ketika melihat kakak atau teman-temannya yang telah bersekolah. Tapi, sebenarnya itu merupakan perwujudan jika dalam dirinya, memang sudah siap untuk bersekolah. Pada hal ini, anda juga harus cepat tanggap. Sehingga jelaskan apa dan bagaimana yang dinamakan sekolah itu. Beritahu juga, di sekolah tak hanya bermain, tapi juga harus mau belajar.
    Bila sesudah anda jelaskan anak masih tetap ingin bersekolah, maka tunggu apalagi, pastinya anak akan melakukan apa yang sudah dia senangi. Serta secara tidak langsung masalah yang mungkin akan terjadi saat bersekolah nanti, misalnya susah bergaul, tentunya anak akan merasa mampu untuk menghadapinya.
demikianlah ulasan Tips cara mengenal tanda-tanda sikecil sudah siap dan ingin untuk masuk sekolah , semoga bermanfaat untuk anda si kecil .

Blogger
Disqus
Pilih Sistem Komentar Yang Anda Sukai