Jumat, 02 September 2016

Sifilis Definisi Penyebab Dan Pengobatan serta Gejala Klinis Penyakit Sifilis Menurut Ilmu Kedokteran

Pusatmedik.org - Sifilis Definisi Penyebab Dan Pengobatan serta Gejala Klinis Penyakit Sifilis Menurut Ilmu Kedokteran – Mungkin sebagian dari anda sudah pernah mendengar tentang penyakit raja singa atau yang dalam istilah medisnya biasa disebut sebagai sifilis. Lalu apa sifilis itu? Apa penyebabnya? Dan bagaimana cara menyembuhkannya? Jika ingin tahu informasi lengkap tentang sifilis, silahkan simak ulasan berikut ini.
http://www.pusatmedik.org/2016/09/sifilis-definisi-penyebab-dan-pengobatan-serta-gejala-klinis-penyakit-sifilis-menurut-ilmu-kedokteran.html
Google Image: Sifilis Definisi Penyebab Dan Pengobatan serta Gejala Klinis Penyakit Sifilis Menurut Ilmu Kedokteran
Definisi Sifilis
Sifilis atau juga sering disebut sebagai 'raja singa' adalah sebuah penyakit yang disebabkan oleh semacam bakteri yang memiliki nama Treponema pallidum. Adapun bakteri yang asalnya dari famili spirochaetaceae tersebut, mempunyai ukuran yang kecil sekali dan bisa hidup hampir di semua bagian tubuh.

Sifilis Definisi Penyebab Dan Pengobatan serta Gejala Klinis Penyakit Sifilis Menurut Ilmu Kedokteran


Penyebab Sifilis
Adapun bakteri ini masuk dalam tubuh manusia lewat selaput lendir (contohnya vagina, mulut atau lewat kulit). Spirochaeta yang menjadi penyebab sifilis bisa ditularkan dari  orang ke orang lewat hubungan genito-genital (atau kelamin-kelamin) serta oro-genital atau seks oral.

Selain itu infeksi ini juga bisa ditularkan melalui seorang ibu kepada bayi yang dikandungnya selama masa hamil.

Gambaran klinik Sifilis
Adapun gejala biasanya mulai muncul dalam waktu antara 1–13 minggu sesudah terinfeksi; dan rata-rata antara 3–4 minggu. Infeksi ini dapat menetap hingga bertahun-tahun serta jarang sekali menyebabkan kerusakan pada organ jantung, kerusakan otak dan kematian.
Infeksi yang disebabkan oleh  Treponema pallidum dapat berkembang lewat 4 tahapan yaitu:
  1. Fase Primer.
    Terbentuk ulkus atau luka yang tidak terasa nyeri atau cangker di tempat yang telah terinfeksi; namun yang tersering yaitu pada bagian penis, vulva ataupun vagina. Cangker juga dapat ditemukan di bagian anus, lidah, tenggorokan, rektum, bibir, jari-jari tangan, leher rahim, ataupun bagian tubuh yang lainnya. Luka tersebut sebenarnya tidak mengeluarkan darah, akan tetapi jika digaruk dapat mengeluarkan cairan yang jernih dan sangat menular.
    Selain itu kelenjar getah bening di bagian yang terdekat biasanya juga akan membesar, namun tanpa disertai nyeri. Bagian luka tersebut hanyalah menyebabkan sedikit gejala saja sehingga sering tidak dihiraukan. Luka tersebut biasanya akan membaik dalam waktu antara 3–12 minggu serta sesudahnya penderita terlihat sehat secara keseluruhan seperti orang normal.
  2. Fase Sekunder.
    Pada fase sekunder biasanya dapat dimulai dengan adanya ruam kulit, yang dapat muncul dalam waktu antara 6–12 minggu sesudah terinfeksi. Ruam ini dapat berlangsung hanya dalam waktu yang sebentar ataupun selama beberapa bulan saja. Meski tidak diobati, ruam-ruam ini dapat menghilang.
    Akan tetapi dalam beberapa minggu ataupun beberapa bulan kemudian akan timbul ruam yang baru. Di fase sekunder ini sering kali ditemukan luka di bagian mulut, di kelenjar getah bening yang ada di seluruh tubuhnya, terjadi peradangan pada organ-organ tubuh.
    Selain itu di daerah perbatasan antara kulit dan juga selaput lendir serta pada daerah kulit yang cukup lembap, dapat terbentuk daerah yang agak menonjol (kondiloma lata). Gejala-gejala yang lainnya yaitu merasa kurang enak badan (malaise), mual, kehilangan nafsu makan, lelah, anemia, serta demam.
  3. Fase Laten.
    Sesudah penderita sembuh dari keadaan fase sekunder, maka penyakit akan mulai memasuki fase laten yang mana tidak terlihat gejala sama sekali. Pada fase ini dapat berlangsung selama bertahun-tahun ataupun berpuluh-puluh tahun dan bahkan bisa sampai sepanjang hidup penderita. Di awal-awal fase laten kadang-kadang luka yang infeksius ini dapat kembali timbul .
  4. Fase Tersier.
    Sedangkan pada fase tersier ini penderita tidak lagi dapat menularkan penyakitnya. Gejalanya juga bervariasi mulai yang ringan hingga sangat parah.

Diagnosis Sifilis
Adapun diagnosis dapat ditegakkan berdasarkan dari gejala-gejalanya. Diagnosis ini bisa ditegakkan secara pasti berdasarkan dari hasil pemeriksaan laboratorium serta pemeriksaan fisik. Baik pada fase primer maupun sekunder, diagnosis sifilis ini dapat ditegakkan berdasarkan dari hasil pemeriksaan mikroskopis cairan yang berasal dari luka yang ada di bagian kulit ataupun mulut.

Dapat juga dilakukan pemeriksaan antibodi terhadap contoh darah. Sedangkan untuk neurosifilis, dapat dilakukan pungsi lumbal yang berguna untuk memperoleh contoh cairan serebrospinal. Sedangkan pada fase tersier ini, diagnosis dapat ditegakkan berdasarkan dari gejala dan juga hasil pemeriksan dari antibodi.

Penatalaksanaan Sifilis
Adapun obat pilihan yang bisa diberikan yaitu Benzatin  penisilin G namun dosisnya tergantung dari stadium yaitu:
  1. Std I serta II  sebanyak:  4,8 juta unit
  2. Std laten sebanyak:  7,2 juta unit
Caranya yaitu dengan injeksi intramuskular 2,4 juta unit /kali dengan interval satu minggu
Sedangkan obat alternatifnya yaitu:
  1. Tetrasiklin sebanyak 500 mg 4 x dalam sehari ataupun
  2. Eritromisin sebanyak 500 mg 4 x dalam sehari
Lamanya pengobatan sebulan (std I serta II) dan lebih lama bagi std laten.

Evaluasi tes serologis atau VDRL:
sebulan sesudah pengobatan selesai, maka ulangi lagi tes serologis sifilis:
  1. Titer turun maka  tidak diberi pengobatan lagi
  2. Titer naik maka dilakukan  pengobatan ulang
  3. Titer tetap maka observasi 1 bulan
sebulan sesudah c:
  1. Titer turun maka tidak diberi pengobatan
  2. Titer naik ataupun tetap maka pengobatan ulang
Pemantauan untuk TSS:
Di bulan ke-I, II, VI,  serta XII dan tiap 6 bulan di tahun kedua
 
Pencegahan serta Edukasi Sifilis
  1. Edukasi mengenai penyakit, cara penularan, cara mencegah dan pengobatan
  2. Sebisa mungkin penanganan pada pasangan seksualnya.


Blogger
Disqus
Pilih Sistem Komentar Yang Anda Sukai