Selasa, 06 September 2016

Sindrom Stevens Johnson Definisi Penyebab Dan Pengobatan Serta Gejala Klinis Sindrom Stevens Johnson Menurut Ilmu Kedokteran

Pusatmedik.org - Sindrom Stevens Johnson Definisi Penyebab Dan Pengobatan Serta Gejala Klinis Sindrom Stevens Johnson Menurut Ilmu Kedokteran – Sudah pernahkah anda mendengar mengenai Sindrom Stevens Johnson atau disingkat SSJ? Mungkin sebagian dari anda masih asing mengenai sindrom yang satu ini. Sindrom ini disebabkan oleh adanya reaksi alergi.
http://www.pusatmedik.org/2016/09/sindrom-stevens-johnson-definisi-penyebab-dan-pengobatan-serta-gejala-klinis-sindrom-stevens-johnson-menurut-ilmu-kedokteran.html
Google Image: Sindrom Stevens Johnson Definisi Penyebab Dan Pengobatan Serta Gejala Klinis Sindrom Stevens Johnson Menurut Ilmu Kedokteran
Sindrom ini memiliki banyak nama lain diantaranya yaitu sindrom de Friessinger-Rendu, eritema poliform bulosa, eritema eksudativum multiform mayor, dermatostomatitis, sindrom muko-kutaneo-okular, dan lain sebagainya. Adapun gejala sindrom ini dapat terjadi berkisar antara 1 hingga 14 hari berupa malaise, demam, batuk, nyeri dada, muntah, korizal, sakit menelan, atralgia, dan juga  pegal pada otot yang sangat bervariasi sekali baik dalam derajat berat maupun kombinasi gejala tersebut. Selengkapnya mengenai Sindrom Stevens Johnson, silahkan simak pada ulasan berikut. 

Sindrom Stevens Johnson Definisi Penyebab Dan Pengobatan Serta Gejala Klinis Sindrom Stevens Johnson Menurut Ilmu Kedokteran


Definisi Sindrom Stevens Johnson
Sindrom Stevens-Johnson atau yang biasa disingkat SSJ adalah sebuah kumpulan gejala klinis berupa erupsi mukokutaneus yang dapat ditandai dengan trias kelainan yang terjadi pada kulit vesikulobulosa, mata, dan juga mukosa orifisium yang disertai dengan gejala umum yang berat.

Sinonim dari Sindrom Stevens Johnson antara lain yaitu: sindrom de Friessinger-Rendu, eritema poliform bulosa, eritema eksudativum multiform mayor, dermatostomatitis, sindrom muko-kutaneo-okular, dan lain sebagainya.

Penyebab Sindrom Stevens Johnson
Adapun penyebab dari Sindrom Stevens Johnson adalah reaksi dari alergi.

Gambaran Klinik Sindrom Stevens Johnson
Adapun gejala prodromal dapat terjadi berkisar antara 1 hingga 14 hari berupa malaise, demam, batuk, nyeri dada, muntah, korizal, sakit menelan, atralgia, dan juga  pegal pada otot yang sangat bervariasi sekali baik dalam derajat berat maupun kombinasi gejala tersebut.
Sesudah itu akan muncul lesi di:
  1. Bagian kulit berupa papel, vesikel, eritema, ataupun bula secara simetris yang terjadi hampir di seluruh tubuh.
  2. Bagian Mukosa berupa bula, erosi, ekskoriasi,vesikel, perdarahan dan juga kusta yang berwarna merah. Bula dapat terjadi secara mendadak yaitu dalam waktu 1 sampai 14 hari gejala-gejala prodormal, muncul di bagian membran mukosa, mulut, anorektal, membran hidung, meatus uretra, serta daerah vulvovaginal. Stomatitis ulseratif serta krusta hemoragis adalah gambaran utamanya.
  3. Bagian Mata berupa konjungtivitas kataralis, kelopak mata edema serta sulit dibuka, blefarokonjungtivitis, iritis, iridosiklitis, pada kasus yang berat dapat terjadi erosi dan juga perforasi pada kornea yang bisa menyebabkan kebutaan.
    Adapun cedera mukosa okuler adalah faktor pencetus yang dapat menyebabkan ocular cicatricial pemphigoid, yaitu inflamasi kronik yang berasal dari mukosa okuler dan bisa menyebabkan kebutaan. Adapun waktu yang dibutuhkan mulai dari onset hingga munculnya ocular cicatricial pemphigoid ini sangat bervariasi yaitu mulai dari hitungan bulan hingga 31 tahun.

Diagnosis Sindrom Stevens Johnson
Adapun diagnosis dari Sindrom Stevens Johnson ini dapat ditujukan terhadap manifestasi sesuai dari trias kelainan kulit, mata, mukosa, dan juga hubungannya dengan faktor-faktor penyebabnya yang secara klinis dapat dilihat dengan adanya lesi berbentuk target, mata sapi atau bisa juga iris, kelainan yang terjadi pada mukosa, dan juga demam.

Di samping itu juga dapat didukung dengan melakukan pemeriksaan laboratorium yang antara lain yaitu pemeriksaan pada imunologik, pemeriksaan pada darah tepi, biakan kuman dan juga uji resistensi yang dapat diambil dari darah dan juga tempat lesi, serta dari pemeriksaan histopatologik yaitu biopsi pada kulit.

Penatalaksanaan Sindrom Stevens Johnson
Pada umumnya penderita dari sindrom stevens Johnson atau yang sering disingkat SSJ ini datang dengan keadaan atau kondisi umum yang cukup berat sehingga beberapa terapi yang dapat diberikan biasanya antara lain :
  1. Diberikan cairan serta elektrolit, dan juga kalori serta protein secara parenteral.
  2. Diberikan antibiotik dengan spektrum yang luas, selanjutnya dapat dilakukan berdasarkan dari hasil biakan dan juga uji resistensi kuman yang berasal dari sediaan lesi kulit serta darah.
  3. Diberikan kortikosteroid parenteral yaitu berupa deksamentason dengan dosis awal sebanyak 1mg/kg BB bolus, setelah itu dalam waktu 3 hari dapat diberikan 0,2-0,5 mg/kg BB setiap 6 jam. Adapun untuk penggunaan steroid sistemik sebenarnya masih kontroversi
    sebagian ada yang mengganggap jika penggunaan steroid sistemik yang diberikan kepada anak dapat menyebabkan penyembuhan dalam waktu yang lambat dan juga efek samping yang diberikan hasilnya signifikan
    akan tetapi sebagian lagi ada juga yang beranggapan bahwa pemberian steroid ini sangat menguntungkan dan juga dapat menyelamatkan nyawa penderitanya.
  4. Dapat juga diberikan Antihistamin jika memang perlu. Pemberian Antihistamin ini terutama jika ada rasa gatal. Sedangkan untuk pemberian Feniramin hidrogen maleat bisa diberikan dengan menggunakan dosis untuk anak usia antara 1 hingga 3 tahun sebanyak 7,5 mg/dosis
    sedangkan untuk anak dengan usia antara 3 hingga 12 tahun dapat diberikan sebanyak 15 mg/dosis, yaitu diberikan sebanyak 3 x dalam sehari.
  5. Sedangkan untuk bula yang ada di bagian kulit dapat dirawat dengan menggunakan kompres basah yaitu berupa larutan Burowi.
  6. Selain itu tidak diperbolehkan memakai steroid topikal untuk lesi kulit.
  7. Adapun untuk terapi infeksi sekunder yang dilakukan dengan pemberian antibiotika bersifat bakterisida, jarang sekali menimbulkan alergi, berspektrum luas, dan juga tidak bersifat nefrotoksik
    contohnya saja yaitu pemberian klindamisin dengan cara i.v dengan dosis antara 8 sampai 16 mg per kilogram berat badan per hari, yang diberikan sebanyak 2 x dalam sehari.

Itulah sedikit uraian yang dapat kami sampaikan mengenai Sindrom Stevens Johnson Definisi Penyebab Dan Pengobatan Serta Gejala Klinis Sindrom Stevens Johnson Menurut Ilmu Kedokteran, semoga dapat menambah wawasan dan juga bermanfaat bagi para pembaca semua. Sekian dan terima kasih.

Blogger
Disqus
Pilih Sistem Komentar Yang Anda Sukai