Kamis, 08 September 2016

Sirosis Hati Definisi Penyebab Dan Pengobatan serta Gejala Klinis Penyakit Sirosis Hati Menurut Ilmu Kedokteran

Pusatmedik.org - Sirosis Hati Definisi Penyebab Dan Pengobatan serta Gejala Klinis Penyakit Sirosis Hati Menurut Ilmu Kedokteran - Hati merupakan organ padat yang paling besar dalam tubuh manusia. Organ hati umumnya merupakan organ yang tangguh sebab bisa terus bekerja meskipun telah terluka. Hati berusaha memperbaiki diri sendiri sampai organ ini terluka parah serta tidak dapat berfungsi lagi.
http://www.pusatmedik.org/2016/09/sirosis-hati-definisi-penyebab-dan-pengobatan-serta-gejala-klinis-penyakit-sirosis-hati-menurut-ilmu-kedokteran.html
Google Image: Sirosis Hati Definisi Penyebab Dan Pengobatan serta Gejala Klinis Penyakit Sirosis Hati Menurut Ilmu Kedokteran
Sirosis merupakan kerusakan hati dalam jangka panjang ataupun kronis yang bisa menyebabkan luka di hati. Perkembangan penyakit ini perlahan-lahan dapat mengakibatkan jaringan yang sehat digantikan dengan jaringan rusak. Pada akhirnya, organ hati tidak dapat menjalankan fungsinya lagi dengan baik. Sedangkan jaringan yang telah rusak dapat menghambat aliran darah menuju hati. Fungsi dari hati dalam memproses hormon, nutrisi, obat dan juga racun yang diproduksi oleh tubuh akan melambat. Selain itu produksi protein dan juga unsur lain di dalam hati akan terhambat.
http://www.pusatmedik.org/2016/09/sirosis-hati-definisi-penyebab-dan-pengobatan-serta-gejala-klinis-penyakit-sirosis-hati-menurut-ilmu-kedokteran.html
Google Image: Sirosis Hati Definisi Penyebab Dan Pengobatan serta Gejala Klinis Penyakit Sirosis Hati Menurut Ilmu Kedokteran
Adapun kerusakan pada hati akibat sirosis tidak dapat diperbaiki dan bahkan dapat menyebar lebih luas sampai akhirnya hati tidak dapat berfungsi dengan benar. Keadaan inilah yang seringkali disebut sebagai gagal hati. Sebelum penyakit sirosis menyebabkan terjadinya gagal hati, perkembangannya dapat berlangsung hingga bertahun-tahun. Penanganan yang biasanya dilakukan hanyalah untuk memperlambat perkembangan dari penyakitnya. Selengkapnya mengenai sirosis ini dapat anda simak di bawah ini.

Sirosis Hati Definisi Penyebab Dan Pengobatan serta Gejala Klinis Penyakit Sirosis Hati Menurut Ilmu Kedokteran


Definisi Sirosis Hati
Sirosis merupakan kelainan hati yang mana terdapat fibrosis, nekrosis, dan juga regenerasi.

Penyebab Sirosis Hati
Adapun penyebabnya meliputi infeksi virus, bahan kimia, parasit, obat-obatan, obstruksi bilier, dan kelainan bawaan. Beberapa kondisi yang bisa menyebabkan sirosis yaitu virus hepatitis B dan juga virus hepatitis C. Selain itu yaitu mengonsumsi minuman keras yang berlebihan, dan juga beberapa kondisi yang lainnya yang dapat merusak jaringan hati.

Gambaran Klinis Sirosis Hati
  1. Adapun beberapa penderita sirosis yang ringan tidak mempunyai gejala dan juga terlihat sehat selama bertahun-tahun. Sedangkan pada penderita yang lainnya ada yang mengalami kehilangan nafsu makan, merasa sakit, dan penurunan berat badan.
  2. Jika aliran empedu telah tersumbat dalam waktu bertahun-tahun, maka dapat terjadi sakit kuning atau jaundice, merasa gatal-gatal dan juga timbul nodul kecil pada kulit yang berwarna kuning terutama di sekeliling bagian kelopak mata.
  3. Malnutrisi sering terjadi sebab buruknya nafsu makan serta terganggunya penyerapan lemak serta vitamin-vitamin yang larut di dalam lemak, yang biasanya disebabkan oleh kurangnya produksi garam-garam empedu.
  4. Kadang terjadi batuk darah ataupun muntah darah sebab adanya perdarahan yang berasal dari vena varikosa yang ada di ujung bawah kerongkongan atau varises esofageal. Adapun pelebaran pembuluh darah adalah akibat dari tekanan darah yang tinggi dalam vena yang asalnya dari usus menuju hati.
    Terjadinya tekanan darah yang tinggi ini disebut juga sebagai hipertensi portal dan munculnya bersamaan dengan buruknya fungsi hati, juga dapat menyebabkan terkumpulnya cairan yang ada dalam perut (asites).
  5. Dapat juga menyebabkan gagal ginjal dan juga ensefalopati hepatikum.
−Gejala penyakit hati yang lainnya dapat terjadi, misalnya seperti:
  1. kemerahan di bagian telapak tangan atau eritema palmaris
  2. kelemahan otot
  3. vena-vena kecil yang dapat memberikan gambaran menyerupai laba2
  4. jari-jari tangan melekuk menuju ke atas atau kontraktur telapak tangan
  5. pembesaran payudara dan juga pinggul pada laki-laki atau ginekomastia
  6. rambut rontok
  7. pembesaran kelenjar ludah pada pipi
  8. fungsi saraf abnormal atau neuropati perifer
  9. buah zakar mengecil atau atrofi testis

Diagnosis Sirosis Hati
  1. USG dapat menunjukkan adanya pembesaran pada hati.
  2. Scanning hati dengan menggunakan isotop radioaktif dapat menunjukkan gambaran dari daerah organ hati yang masih dapat berfungsi dan juga daerah hati yang telah menjadi jaringan parut.
  3. Adapun diagnosis pasti dapat dibuat berdasarkan dari pemeriksaan mikroskopis dari jaringan-jaringan hati atau biopsi.

Penatalaksanaan Sirosis Hati
Adapun pengobatan untuk sirosis diantaranya berupa :
  1. berusaha menghilangkan sumber racun contohnya yaitu alkohol
  2. memberikan asupan makanan yang sesuai, termasuk diantaranya yaitu vitamin tambahan
  3. dilakukan pengobatan terhadap adanya komplikasi.

Gradasi penyakit:
  1. Untuk grade A :  Albumin normal
    Adapun penatalaksanaannya yaitu :  Berhati-hati dengan obat rematik dan juga analgetik
  2. Untuk grade B:  salah satunya ada
  3. Untuk grade C: adanya  kelainan pada kesadaran
  4. Penatalaksanaan untuk grade B dan juga C:
    dapat dilakukan dengan cara banyak istirahat.
  5. Segera rujuk pasien menuju ke rumah sakit.

Pencegahan terhadap Sirosis Hati
Adapun pencegahan sirosis yang disebabkan karena konsumsi minuman keras yang dilakukan secara berlebihan bisa dilakukan dengan cara membatasi diri mengonsumsi minuman beralkohol.

Di samping itu, sirosis dapat disebabkan oleh terjadinya penyakit hepatitis. Adapun hepatitis B dan juga C merupakan penyakit menular yang dapat diderita lewat hubungan seks yang dilakukan secara tidak aman ataupun berbagi jarum suntik yang biasanya dilakukan di antara sesama pemakai narkotika suntik.

Supaya tidak terjangkit oleh penyakit hepatitis B dan juga hepatitis C, maka sebaiknya Anda memakai kondom ketika berhubungan seks secara bebas dan juga tidak berbagi dengan orang lain jarum suntik. Selain itu vaksinasi juga sudah tersedia untuk membantu mencegah terjadinya penyakit hepatitis B, akan tetapi saat ini masih belum tersedia vaksin bagi hepatitis C.

Sekian informasi yang dapat kami sampaikan mengenai Sirosis Hati Definisi Penyebab Dan Pengobatan serta Gejala Klinis Penyakit Sirosis Hati Menurut Ilmu Kedokteran, semoga menambah wawasan dan bermanfaat bagi para pembaca.

Blogger
Disqus
Pilih Sistem Komentar Yang Anda Sukai