Minggu, 11 September 2016

Sistitis Akut Definisi Penyebab Dan Pengobatan serta Gejala Klinis Penyakit Sistitis Akut Menurut Ilmu Kedokteran

Pusatmedik.org - Sistitis Akut Definisi Penyebab Dan Pengobatan serta Gejala Klinis Penyakit Sistitis Akut Menurut Ilmu Kedokteran – Sudah pernahkah anda mendengar mengenai sistitis? Sistitis merupakan inflamasi ataupun peradangan yang terjadi pada kandung kemih. Adapun bakteri merupakan penyebab yang utama bagi sebagian besar dari pengidap sistitis. Penyakit sistitis ini termasuk dari infeksi pada saluran kemih yang sangat umum terjadi, yang terutama dialami oleh wanita.
http://www.pusatmedik.org/2016/09/sistitis-akut-definisi-penyebab-dan-pengobatan-serta-gejala-klinis-penyakit-sistitits-akut-menurut-ilmu-kedokteran.html
Google Image: Sistitis Akut Definisi Penyebab Dan Pengobatan serta Gejala Klinis Penyakit Sistitis Akut Menurut Ilmu Kedokteran
Hal ini karena ukuran uretra (yaitu saluran utama yang berguna untuk pembuangan urine menuju luar tubuh) yang ada pada wanita lebih pendek jika dibandingkan dengan pada pria dan letaknya juga lebih dekat dengan bagian anus. Oleh sebab itu, bakteri yang berasal dari anus semakin lebih mudah untuk berpindah dan juga masuk menuju saluran kemih. Berikut ini adalah penjelasan lengkap mengenai sistitis.

Definisi Sistitis Akut
Sistitis merupakan infeksi yang terjadi pada kandung kemih. Adapun infeksi pada kandung kemih umumnya dapat terjadi pada wanita, yang terutama sekali pada masa reproduktif. Bahkan ada beberapa wanita yang menderita infeksi pada kandung kemih ini secara berulang.

Penyebab Sistitis Akut
Adapun penyebabnya yaitu E.coli  (merupakan organisme yang paling sering terjadi, yaitu dapat ditemukan pada 80 hingga 90% kasus); Selain itu juga bisa disebabkan oleh Klebsiella, Proteus mirabilis, Pseudomonas, dan juga grup B Streptococcus.

Gambaran Klinik Sistitis Akut
  1. Adapun infeksi kandung kemih ini biasanya dapat menyebabkan desakan yang dialami oleh pasien untuk melakukan buang air kecil serta mengalami rasa terbakar ataupun rasa nyeri ketika sedang buang air kecil.
  2. Adapun rasa nyeri ini biasanya dirasakan pada tulang kemaluan bagian atas dan juga sering dirasakan pada bagian punggung sebelah bawah.
  3. Gejala-gejala yang lainnya yaitu  nokturia (sering kali buang air kecil terutama di malam hari).
  4. Selain itu urin akan tampak berawan dan juga mengandung darah.
  5. Kadang-kadang infeksi kandung kemih ini tidak menimbulkan gejala-gejala dan baru diketahui ketika pemeriksaan urin atau urinalisis untuk alasan yang lainnya.
  6. Sistitis yang tanpa disertai dengan gejala terutama seringkali terjadi pada orang yang memiliki usia lanjut, yang dapat menderita inkontinensia uri.

Diagnosis Sistitis Akut
Adapun diagnosis dapat ditegakkan berdasarkan dari gejalanya yang khas.
  1. Dapat diambil contoh urin dari aliran tengah (midstream), supaya urin tidak tercemari oleh bakteri yang berasal dari vagina ataupun ujung penis. Urin ini kemudian diperiksa menggunakan mikroskop untuk mengetahui adanya sel-sel darah merah ataupun sel darah putih ataupun zat yang lainnya.
  2. Dilakukan penghitungan jumlah bakteri dan juga dibuat biakan untuk dapat menentukan jenis dari bakterinya. Apabila terjadi infeksi, maka umumnya satu jenis bakteri dapat ditemukan dalam jumlah banyak.
  3. adapun bagi pria, urin yang diambil dari aliran tengah biasanya sudah cukup untuk menegakkan sebuah diagnosis.
  4. Sedangkan pada wanita, contoh dari urin ini kadang-kadang dicemari oleh bakteri-bakteri yang berasal dari vaginanya, sehingga perlu pengambilan contoh urin yang langsung berasal dari kandung kemih yang dapat dilakukan dengan cara menggunakan kateter.
Adapun pemeriksaan lainnya yang dapat dilakukan untuk membantu dalam menegakkan diagnosis dari sistitis adalah:
  1. Dilakukan rontgen, untuk menggambarkan organ ginjal, ureter dan juga kandung kemih.
  2. Dilakukan sistouretrografi, untuk dapat mengetahui adanya sebauh arus balik urin yang berasal dari kandung kemih serta penyempitan uretra.
  3. Dilakukan Uretrogram retrograd, yang bertujuan untuk mengetahui adanya sebuah penyempitan, divertikula.
  4. Dilakukan sistoskopi, yang bertujuan untuk melihat keadaan kandung kemih yang dilakukan secara langsung yaitu dengan menggunakan serat optik.

Penatalaksanaan Sistitis Akut
Adapun pengobatan yang dapat dilakukan yaitu:
  1. Untuk penderita dengan usia lanjut, infeksi yang terjadi tanpa gejala umumnya tidak memerlukan pengobatan.
  2. Sedangkan untuk sistitis yang ringan, maka langkah pertama yang dapat dilakukan yaitu minum banyak cairan. Adapun aksi pembilasan ini dapat membuang banyak bakteri yang berasal dari tubuh, sedangkan bakteri yang tersisa dapat dilenyapkan oleh pertahanan-pertahanan alami dalam tubuh.
  3. Adapun pemberian antibiotik peroral misalnya saja seperti kotrimoksazol ataupun siprofloksasin yang diberikan dalam waktu 5 hari biasanya cukup efektif, selama masih belum timbul komplikasi.
  4. Apabila infeksinya sudah kebal, maka biasanya antibiotik dapat diberikan dalam waktu antara 7 hingga 10 hari.
  5. Sedangkan untuk meringankan kejang pada otot maka dapat diberikan atropin.
  6. Gejala yang seringkali dapat dikurangi dengan cara membuat suasana urin jadi basa, adalah dengan cara meminum baking soda namun dilarutkan terlebih dahulu ke dalam air.
  7. Sedangkan pembedahan dapat dilakukan dengan tujuan untuk mengatasi penyumbatan yang terjadi pada aliran kemih atau uropati obstruktif ataupun bertujuan untuk memperbaiki kelainan pada struktur yang menyebabkan terjadinya infeksi menjadi lebih mudah terjadi.

Umumnya sebelum pembedahan ini dilakukan maka pasien diberikan terlebih dahulu antibiotik yang tujuannya untuk mengurangi resiko terjadinya penyebaran infeksi pada seluruh bagian tubuh.

Pencegahan Sistitis Akut
Sistitis yang seringkali kambuh tentu saja sangat mengganggu kenyamanan dan aktivitas sehari-hari. Ada beberapa langkah sederhana guna menghindari terjadinya inflamasi ini serta mencegahnya kambuh, yaitu:
  1. Janganlah menahan buang air kecil.
  2. Hindarilah penggunaan sabun mandi ataupun sabun pembersih untuk organ intim yang terdapat kandungan parfum.
  3. Perbanyak minum untuk mencegah berkembangnya bakteri di dalam kandung kemih.
  4. Kenakanlah celana dalam yang berbahan katun lembut.
  5. Seka organ intim yaitu dari depan menuju belakang (dari bagian vagina menuju anus) sesudah membasuh.

Blogger
Disqus
Pilih Sistem Komentar Yang Anda Sukai