Rabu, 14 September 2016

Skizofrenia Definisi Penyebab Dan Pengobatan serta Gejala Klinis Penyakit Skizofrenia Dan Gangguan Psikotik Kronik Lain Menurut Ilmu Kedokteran

Pusatmedik.org - Skizofrenia Definisi Penyebab Dan Pengobatan serta Gejala Klinis Penyakit Skizofrenia Dan Gangguan Psikotik Kronik Lain Menurut Ilmu Kedokteran - Akhir-akhir ini, sering kita melihat ada orang yang jiwanya terganggu atau biasa juga disebut sakit jiwa, berada di tepi jalan ataupun tempat umum lainnya. Semakin hari pasien yang ada di rumah sakit jiwa juga semakin bertambah, sebab konflik-konflik dalam hidup ini kini semakin hari semakin rumit. Mungkin anda juga pernah melihat orang yang berperilaku aneh contohnya tertawa dan menangis sendiri, serta suka menyendiri, hal ini merupakan ciri-ciri orang yang mentalnya terganggu.
http://www.pusatmedik.org/2016/09/skizofrenia-definisi-penyebab-dan-pengobatan-serta-gejala-klinis-penyakit-skizofrenia-dan-gangguan-psikotik-kronik-lain-menurut-ilmu-kedokteran.html
Google Image: Skizofrenia Definisi Penyebab Dan Pengobatan serta Gejala Klinis Penyakit Skizofrenia Dan Gangguan Psikotik Kronik Lain Menurut Ilmu Kedokteran
Jika ada orang yang suka menangis dan tertawa sendiri, serta suka menyendiri, mungkin saja orang tersebut sedang mengalami gangguan psikotik atau gangguan skizofrenia. Skizofrenia atau psikotik adalah gangguan pada individu yang dapat mencakup gangguan pada emosi, perilaku, pikiran, dan juga persepsi seseorang. Hal tersebutlah yang menyebabkan seseorang berperilaku aneh yang orang awam sering menyebutnya sebagai “orang gila”. Di kesempatan kali ini kami akan mencoba memaparkan mengenai skizofrenia serta gangguan psikotik kronik lainnya secara lebih mendalam.

Skizofrenia Definisi Penyebab Dan Pengobatan serta Gejala Klinis Penyakit Skizofrenia Dan Gangguan Psikotik Kronik Lain Menurut Ilmu Kedokteran


Definisi Skizofrenia
Skizofrenia adalah salah satu macam gangguan jiwa atau psikosis yang serangannya dapat timbul akut. Adapun setiap pasien yang telah dicurigai menderita skizofrenia haruslah segera diperiksakan ke psikiater sesudah disingkirkan kemungkinan adanya kelainan-kelainan organik.

Penyebab Skizofrenia
Pada dasarnya, penyebab yang pasti skizofrenia masih belum diketahui. Akan tetap sejumlah ahli meyakini perkembangan kondisi ini tak lepas dari peran dari kombinasi antara faktor-faktor genetika dengan lingkungan. Dugaan tentang pengaruh yang lainnya yaitu kelainan yang terjadi dalam zat-zat kimia dalam otak, diantaranya seperti asam glutamat dan juga dopamin.

Selain itu para ahli yang melakukan penelitian berdasarkan pencitraan otak juga telah mengatakan bahwa terdapat perbedaan dalam struktur di otak dan juga sistem saraf para penderita skizofrenia dengan orang-orang yang sehat.

Faktor genetika, zat-zat kimia dalam otak, struktur otak, serta sistem saraf adalah bagian dari faktor dari dalam, faktor dari luar atau lingkungan dapat berupa stres dan juga penyalahgunaan narkoba. Trauma dan stress diduga sebagai pemicu utama skizofrenia. Adapun hal-hal yang menyebabkan seseorang mengalami stres, yaitu kehilangan pekerjaan, rumah, dan kehilangan orang yang sangat dicintai, pelecehan seksual,  perceraian, dan sebagainya.

Gambaran Klinis Skizofrenia
  1. Adapun penderita psikosis yang akut mungkin memiliki tingkah laku gaduh serta mengacau ataupun mungkin saja didahului dengan gejala awal (prodromal) yaitu berupa penarikan diri dari hubungan-hubungan sosial, gangguan yang nyata dalam fungsi dan peran misalnya saja sebagai pencari nafkah, berperilaku aneh, gangguan yang nyata dalam higiene atau kebersihan diri dan berpakaian, bicara melantur, efek yang tumpul, tak serasi, atau mendatar, menunjukkan ide atau gagasan yang aneh ataupun pikiran magis misalnya seperti takhayul, adanya ilusi, gagasan-gagasan mirip waham yang ada sangkut pautnya dengan diri sendiri, dan lain sebagainya.
  2. Adapun untuk menegakkan diagnosis adanya gangguan skizofrenia ini maka harus dipenuhi kriteria-kriteria diagnostik berikut ini:
  3. Sedikitnya satu satu dari beberapa macan tanda ini dalam suatu fase atau inkoherensi dan tingkah laku yang kacau atau disorganized.
  4. Menurunnya fungsi penyesuaian di dalam bidang pekerjaan, dalam hubungan social dan juga perawatan dirinya.
  5. Gejala-gejala tersebut berlangsung secara terus menerus dalam waktu minimal 6 bulan yang dapat mencakup fase aktif baik dengan ataupun tanpa fase prodromal dan juga fase residual yaitu masa-masa sesudah fase aktif yang dapat menunjukkan sedikitnya ada 2 gejala prodromal.
  6. Dan yang terakhir yaitu tidak terdapat kelainan organik.

Diagnosis Skizofrenia
Ada problem yang kronik dengan gambaran sebagai berikut:
  1. Penarikan diri individu secara sosial
  2. Memiliki minat atau motivasi yang rendah, pengabaian terhadap diri sendiri
  3. Inkoheren dan juga disorganized

Penatalaksanaan Skizofrenia
  1. Jika pasien sangat gaduh serta sangat gelisah sehingga dapat mengganggu lingkungan ataupun dapat membahayakan bagi dirinya sendiri maupun orang lain yang ada di sekitarnya maka penderita haruslah segera dirawat.
  2. Berikanlah klorpromazin dengan dosis 100 mg sebanyak 3 x dalam sehari yang bisa dinaikkan (yaitu sesudah 1 minggu) dengan dosis menjadi 200 mg yang dapat diberikan sebanyak 3 x dalam sehari jika belum terlihat adanya perbaikan.
    Jika sudah ada respons dari pasien maka dosis dapat dipertahankan dalam waktu 4 minggu hingga pasien merasa tenang dan bisa kembali beraktivitas dan bisa mengurus dirinya sendiri seperti sedia kala.
  3. Selanjutnya setiap minggu dosisnya dapat diturunkan secara perlahan dan bertahap serta diberikan dosis rumat (yaitu biasanya dapat diberikan sebanyak 3  x  50  sampai 100  mg)  yang dipertahankan dalam waktu  3  bulan
  4. Adapun obat pilihan lainnya yang dapat diberikan adalah haloperidol dengan dosis 1 hingga 5 mg sebanyak 3 x dalam sehari.
  5. Sedangkan pada pasien yang sangat sukar untuk ditemui, maka dianjurkan untuk pemberian injeksi menggunakan flufenazin dekanoat yang dilakukan sekali dalam sebulan.
  6. Sebaiknya gunakan dosis efektif yang terkecil yang tujuannya untuk mengurangi adanya efek samping yang mungkin saja terjadi.
  7. Bagi penderita skizofrenia dan gangguan psikotik kronik lain haruslah dijauhkan dari benda-benda berbahaya yang bisa membahayakan dirinya sendiri atau orang lain yang ada di sekitarnya.
    Selain itu kebersihan diri dan juga kebutuhan hidupnya sehari-hari haruslah tetap diperhatikan agar terhindar dari berbagai penyakit yang lain yang bisa mempersulit penyembuhan pasien.


Blogger
Disqus
Pilih Sistem Komentar Yang Anda Sukai