Selasa, 20 September 2016

Tetanus Definisi Penyebab Dan Pengobatan serta Gejala Klinis Penyakit Tetanus Menurut Ilmu Kedokteran

Pusatmedik.org - Tetanus Definisi Penyebab Dan Pengobatan serta Gejala Klinis Penyakit Tetanus Menurut Ilmu Kedokteran – Mendengar kata tetanus, mungkin sebagian orang merasa ngeri, karena termasuk penyakit yang mematikan. Lalu apa sebenarnya penyakit tetanus itu? Benarkah tetanus terjadi karena adanya luka akibat besi yang berkarat? Jika anda penasaran, silahkan simak informasi berikut ini.
http://www.pusatmedik.org/2016/09/tetanus-definisi-penyebab-dan-pengobatan-serta-gejala-klinis-penyakit-tetanus-menurut-ilmu-kedokteran.html
Google Image: Tetanus Definisi Penyebab Dan Pengobatan serta Gejala Klinis Penyakit Tetanus Menurut Ilmu Kedokteran
Definisi Tetanus
Tetanus merupakan suatu penyakit yang diakibatkan oleh racun hasil dari bakteri Clostridium tetani serta menyerang otot rangka. Tetanus disebut juga sebagai lockjaw sebab terjadi kejang di bagian otot rahang. Tetanus lebih banyak ditemukan di negara berkembang. Jika tanpa imunisasi, maka angka kematian penyakit tetanus berkisar antara 35 hingga 70% tergantung jenis kelamin, masa inkubasi, umur, letak geografi, dan juga penatalaksanaan.

Penyebab Tetanus
Adapun penyebabnya adalah Bakteri an-aerob yaitu Clostridium tetani. Spora yang berasal dari Clostridium tetani bisa hidup selama bertahun-tahun dalam tanah serta kotoran hewan. Apabila bakteri tetanus masuk dalam tubuh manusia, dapat terjadi infeksi baik di bagian luka yang dalam ataupun luka yang dangkal.

Sesudah proses persalinan, dapat terjadi infeksi di rahim ibu dan juga pusar bayi baru lahir (disebut juga tetanus neonatorum). Adapun yang menyebabkan munculnya gejala-gejala infeksi merupakan racun yang dihasilkan bakteri, bukan akibat bakterinya.

Gambaran Klinis Tetanus
  1. Adapun gejala yang biasanya muncul selama 5 hingga 10 hari sesudah terinfeksi, akan tetapi dapat juga muncul dalam waktu antara 2 hari hingga 50 hari sesudah terinfeksi.
  2. Gejala-gejala yang sering ditemukan pada penderita tetanus yaitu kekakuan pada rahang dan sangat sulit dibuka atau biasa disebut sebagai trismus  sebab  yang  pertama  terserang  yaitu  otot  bagian rahang.
  3. Kemudian muncul gejala yang lain yaitu bisa berupa rasa gelisah, sakit pada kepala, gangguan saat sedang menelan, timbul demam, merasa menggigil, kejang pada bagian otot, nyeri pada bagian tenggorokan, dan kaku pada bagian kuduk, lengan serta pada bagian tungkai.
  4. Kejang atau kekakuan di bagian otot-otot wajah yang dapat menyebabkan ekspresi penderitanya seperti sedang menyeringai atau yang bisa juga disebut sebagai risus sardonikus yaitu dengan kedua alis yang terangkat.
  5. Kejang atau kekakuan pada otot-otot perut, pada punggung, dan juga leher dapat menyebabkan kepala serta tumit penderita penyakit tetanus ini tertarik menuju ke belakang sedangkan bagian badannya melengkung menuju ke depan yang juga sering disebut epistotonus.
  6. Kejang atau kekakuan pada otot sfingter pada perut bagian bawah dapat menyebabkan retensi urin serta konstipasi.
  7. Adapun gangguan-gangguan yang ringan, misalnya seperti suara berisik, goncangan atau aliran angin, dapat memicu kekejangan otot disertai nyeri dan juga keringat yang berlebihan.
  8. Sedangkan selama kejang penderita tak bisa berbicara sebab otot dadanya kaku ataupun terjadi kejang pada tenggorokan sehingga menyebabkan kekurangan oksigen yang dapat menyebabkan gangguan pernafasan.
    Umumnya tidak terjadi demam sedangkan laju pernafasan serta denyut jantung dan refleks-refleks umumnya meningkat. Tetanus ini juga dapat terbatas di sekelompok otot yang ada di sekitar luka. Kejang-kejang di sekitar luka tersebut dapat menetap hingga beberapa minggu.

Diagnosis Tetanus
Adapun diduga terkena tetanus apabila terjadi kekakuan pada otot ataupun kejang pada orang yang mempunyai luka. Untuk dapat memperkuat diagnosis dapat dilakukan pembiakan bakteri yang berasal dari apusan lukanya.

Penatalaksanaan Tetanus
  1. Bagi penderita tetanus haruslah segera dirujuk menuju ke rumah sakit sebab ia harus selalu berada dalam pengawasan dan juga perawatan. Sebelum pasien dirujuk lakukan hal-hal  yang akan kami bahas berikut ini.
    Selanjutnya jika anak yang menderita tetanus sudah selesai dirawat, maka berikan tetanus toksoid sebanyak 3 kali dengan jeda waktu 1 bulan.
  2. Pertahankanlah jalan napas serta keseimbangan cairan.
  3. Segera mungkin berikan human tetanus immunoglobulin dengan dosis 5000 IU i.m yang berguna untuk menawarkan racun atau toksin yang masih belum bersenyawa dengan bagian otot.
  4. Jika yang ada hanyalah ATS suntikkan i.m ataupun i.v 20.000 sampai 40.000 IU/hari dalam waktu 3 hari ataupun 20.000 IU/hari bagi pasien anak-anak dalam waktu 2 hari.
  5. Berikanlah penisilin prokain dengan dosis 2 juta IU i.m bagi orang dewasa ataupun bisa juga diberikan dengan dosis 50.000 IU/kgBB/hari dalam waktu 10 hari bagi anak untuk eradikasi pada kuman.
  6. Berikanlah diazepam yang berguna untuk mengendalikan kejang-kejang dengan titrasi dosis sebanyak 5 sampai 10 mg i.v. untuk anak-anak dan  juga 40 sampai 120 mg/hari untuk orang dewasa.
  7. Cegahlah penyebaran racun secara lebih lanjut dengan cara eksplorasi luka dan juga membersihkan lukanya dengan menggunakan H202 sebanyak 3%. Port d’entre yang lain diantaranya seperti OMSK ataupun gangren gigi juga perlu dibersihkan dahulu.
  8. Selain itu untuk menetralisir racun maka dapat diberikan immunoglobulin tetanus. Sedangkan antibiotik tetrasiklin dan juga penisilin dapat diberikan dengan tujuan untuk mencegah terbentuknya racun lebih lanjut lagi.
    Adapun obat lainnya juga bisa diberikan terutama untuk menenangkan penderita dan juga untuk mengendalikan kejang serta mengendurkan otot-ototnya. Penderita penyakit tetanus ini biasanya dirawat di kamar rumah sakit serta ditempatkan di dalam ruangan yang cukup tenang.

Penyakit tetanus memang sangat berbahaya namun sebenarnya penyakit ini dapat dicegah dengan cara ikut melakukan imunisasi tetanus toksid atau yang sering disingkat TT. Sekian informasi yang bisa kami sampaikan mengenai Tetanus Definisi Penyebab Dan Pengobatan serta Gejala Klinis Penyakit Tetanus Menurut Ilmu Kedokteran semoga bermanfaat.

Blogger
Disqus
Pilih Sistem Komentar Yang Anda Sukai