Rabu, 21 September 2016

Tetanus Neonatorum Definisi Penyebab Dan Pengobatan Penyakit Tetanus Neonatorum Menurut Ilmu Kedokteran

Pusatmedik.org - Tetanus Neonatorum Definisi Penyebab Dan Pengobatan Penyakit Tetanus Neonatorum Menurut Ilmu Kedokteran – Tetanus merupakan salah satu penyakit yang berbahaya, untuk itu di Indonesia imunisasi tetanus diwajibkan, yang biasanya diberikan pada balita dan anak-anak SD.
http://www.pusatmedik.org/2016/09/tetanus-neonatorum-definisi-penyebab-dan-pengobatan-penyakit-tetanus-neonatum-menurut-ilmu-kedokteran.html
Google Image: Tetanus Neonatorum Definisi Penyebab Dan Pengobatan Penyakit Tetanus Neonatorum Menurut Ilmu Kedokteran
Bahkan sejak tahun 1985 syarat daftar nikah juga harus melampirkan surat keterangan suntik tetanus bagi calon wanita. Hal ini tujuannya untuk memberikan kekebalan terhadap tetanus neonatorum pada bayi pasangan tersebut setelah menikah. Lalu apa sebenarnya tetanus neonatorum itu? Jika anda ingin tahu lebih banyak, silahkan simak uraian berikut.

Tetanus Neonatorum Definisi Penyebab Dan Pengobatan Penyakit Tetanus Neonatorum Menurut Ilmu Kedokteran


Definisi Tetanus Neonatorum
Tetanus neonatorum adalah penyebab kejang yang dijumpai pada bayi yang baru dan bukan karena trauma pada kelahiran ataupun asfiksia, akan tetapi disebabkan infeksi selama neonatal, yang diantaranya terjadi sebagai akibat proses pemotongan tali pusat ataupun perawatan yang tak aseptik.

Tetanus neonaturom merupakan penyakit tetanus yang dialami oleh neonatus atau bayi yang berumur kurang dari 1 bulan. Adapun spora kuman akan masuk dalam tubuh bayi lewat pintu masuk satu-satunya pada bayi yaitu tali pusat, hal ini bisa terjadi saat pemotongan bagian tali pusat saat bayi lahir dan perawatannya sebelum puput atau terlepasnya tali pusat.

Misalnya saja pemotongan tali pusat dengan menggunakan gunting yang tak steril atau sesudah tali pusat dipotong kemudian dibubuhi abu, daun-daunan, minyak, dan sebagainya.

Kebanyakan tetanus neonatorum dialami oleh bayi yang lahir menggunakan bantuan dukun peraji yang masih belum pernah mengikuti penataran yang diadakan Departemen Kesehatan. Dulunya dermatol dipakai sebagai obat untuk pusar namun sekarang sudah tidak dibenarkan lagi memakai obat ini karena ternyata dermatol bisa dihinggapi spora dari clostridium tetani.

Masa inkubasi tetanus neonatorum adalah 3-28 hari, dan rata-rata adalah 6 hari, jika masa inkubasinya kurang 7 hari maka biasanya penyakit menjadi lebih parah serta angka kematiannya jadi tinggi.

Penyebab Tetanus Neonatorum
Adapun penyebabnya yaitu kuman Clostridium Tetani, merupakan kuman yang dapat mengeluarkan toksin atau racun dan juga menyerang bagian sistem saraf pusat bayi. Kuman atau Basil ini memiliki sifat an aerob, yang berbentuk spora selama berada di luar tubuh manusia serta bisa mengeluarkan toksin yang bisa menghancurkan sel-sel darah merah, dan merusak leukosit serta menyebabkan tetanospasmin, yaitu racun atau toksin yang memiliki sifat neurotropik yang bisa menyebabkan ketegangan serta spasme otot.

Gambaran Klinis Tetanus Neonatorum
Adapun masa tunas biasanya terjadi dalam waktu 3-10 hari, kadang hingga beberapa minggu apabila infeksinya ringan. Penyakit tetanus neonatorum ini biasanya terjadi secara mendadak dengan ketegangan pada otot yang semakin bertambah terutama di bagian rahang dan juga leher, dan dalam waktu 24 jam maka penyakit kan menjadi nyata yaitu dengan adanya trismus.

Selain itu pada tetanus neonatorum ini perjalanan penyakitnya lebih cepat dan juga berat, anamnesis yang lebih spesifik yaitu:
  1. Tiba-tiba tubuh bayi menjadi panas
  2. Bayi yang awalnya bisa menetek namun tiba-tiba menjadi sulit menetek atau trismus sebab kejang pada bagian otot rahang dan juga tenggorok
  3. Mulut bayi menjadi mecucu menyerupai mulut ikan (merupakan gejala yang khas)
  4. Kejang-kejang terutama jika terkena rangsangan cahaya, sentuhan, dan suara
  5. Kadang disertai dengan sesak nafas dan bagian wajah bayi membiru
  6. Mengalami kaku kuduk hingga opistotonus (kepala menjadi mendongak ke atas)
  7. Bagian dinding abdomen menjadi kaku, mengeras dan kadang terjadi kejang
  8. Dahi berkerut, bagian alis mata terangkat, bagian sudut mulut tertarik menuju ke bawah, muka mengalami rhisus sardonikus
  9. Suhu tubuh meningkat
  10. Ekstermitas biasanya terulur serta kaku
  11. Tiba-tiba bayi menjadi sensitif terhadap rangsangan, menjadi gelisah dan kadang menangis
  12. Adapun tetanus neonatorum harus mempunyai kriteria, diantaranya yaitu bayi terlahir hidup, bisa menangis dan juga menetek secara normal minimal 2 hari, namun di bulan pertama hidupnya muncul gejala sulit untuk menetek yang disertai dengan kekakuan an ataupun kejang otot.

Diagnosis Tetanus Neonatorum
Kejang-kejang pada bayi yang berusia di bawah 1 bulan.

Penatalaksanaan Tetanus Neonatorum
Bayi yang menderita penyakit ini sebaiknya dirujuk untuk segera dirawat menuju ke rumah sakit sebab sering terjadi komplikasi yang terutama sepsis. Sebelumnya pasanglah infus cairan rumat berupa glukosa sebanyak 5% NaCl (4:1) dengan jumlah 75cc/kgBB/hari, lalu diberikan:
  1. Diberikan ATS dengan dosis 10.000 IU/hari dalam waktu 2 hari berturut-turut
  2. Diberikan Ampisilin dengan dosis 100 mg/kgBB/hari secara i.v. yang dilanjutkan hingga 10 hari
  3. Diberikan Diazepam i.v. secara perlahan-lahan dengan titrasi dosis hingga kejang menghilang, maksimal diberikan2,5 mg; lalu dilanjutkan dengan dosis 3–4 mg/kgBB/hari diberikan dalam cairan infus.
  4. Tali pusat sebaiknya dibersihkan atau dikompres dengan menggunakan alkohol 70% atau dapat juga menggunakan betadin 10%.
  5. Selalu perhatikan jalan nafas serta tanda-tanda vital yang lainnya, jika perlu berikan oksigen.

Pencegahan Tetanus Neonatorum
  1. Berikanlah imunisasi TT kepada ibu hamil sebanyak 3 kali sebelum masa trimester ke III secara berturut-turut.
  2. Lakukanlah pemotongan dan juga perawatan tali pusat dengan cara steril.

Komplikasi Tetanus Neonatorum
Adapun komplikasi yang mungkin terjadi diantaranya adalah:
  1. Bronkhopneumonia
  2. Asfiksia yang diakibatkan oleh obstruksi jalan nafas karena lendir
  3. Sianosis yang diakibatkan oleh obstruksi jalan nafas karena lendir
  4. Sepsis neonatorum

Itulah sedikit informasi yang bisa kami sampaikan mengenai Tetanus Neonatorum Definisi Penyebab Dan Pengobatan Penyakit Tetanus Neonatorum Menurut Ilmu Kedokteran, semoga bermanfaat.

Blogger
Disqus
Pilih Sistem Komentar Yang Anda Sukai