Jumat, 23 September 2016

Tifus Abdominalis Definisi Penyebab Dan Pengobatan serta Gejala Klinis Penyakit Tifus Abdominalis Menurut Ilmu Kedokteran

Pusatmedik.org - Tifus Abdominalis Definisi Penyebab Dan Pengobatan serta Gejala Klinis Penyakit Tifus Abdominalis Menurut Ilmu Kedokteran – Sudah tahukah anda mengenai penyaki tifus abdominalis atau yang sering juga disebut sebagai demam tifus?  Tifus abdominalis ini merupakan infeksi yang disebabkan bakteri Salmonella typhii. Penyakit tifus abdominalis merupakan salah satu jenis penyakit yang menular dan biasanya dapat ditularkan lewat makanan yang sudah tercemar oleh urin ataupun tinja dari penderitanya.
http://www.pusatmedik.org/2016/09/tifus-abdominalis-definisi-penyebab-dan-pengobatan-serta-gejala-klinis-penyakit-tifus-abdominalis-menurut-ilmu-kedokteran.html
Google Image: Tifus Abdominalis Definisi Penyebab Dan Pengobatan serta Gejala Klinis Penyakit Tifus Abdominalis Menurut Ilmu Kedokteran (pict From UNDIP)
Meski penyaki ini dapat menular, namun penyakit ini bisa dicegah dengan cara menjaga kebersihan lingkungan dan kebersihan individu, yang salah satunya yaitu dengan rajin mencuci tangan. Hal ini tujuannya adalah agar kita terhindar dari paparan bakteri Salmonella typhii yang menjadi penyebab penyakit tifus abdominalis ini. Selengkapnya tentang tifus abdominalis akan kami bahas pada kesempatan kali ini.

Tifus Abdominalis Definisi Penyebab Dan Pengobatan serta Gejala Klinis Penyakit Tifus Abdominalis Menurut Ilmu Kedokteran


Definisi Tifus Abdominalis
Demam Tifoid ataupun tifus abdominalis merupakan suatu infeksi yang akibat bakteri Salmonella typhii dan ditularkan lewat makanan yang sudah tercemari oleh tinja dan juga urine penderita.

Penyebab Tifus Abdominalis
Adapun bakteri Salmonella typhii adalah penyebab dari tifus abdominalis.

Gambaran klinik Tifus Abdominalis
  1. Gambaran-gambaran klinis dari tifus abdominalis ini bervariasi mulai dari yang sangat ringan hingga yang berat dengan adanya komplikasi yang cukup berbahaya.
  2. Biasanya gejalanya akan mulai timbul dengan bertahap dalam waktu antara 8–14 hari sesudah terinfeksi.
  3. Gejalanya dapat berupa demam intermitten (pada pagi hari lebih rendah jika dibandingkan dengan sore hari), nyeri sendi, sakit kepala, bibir kering dan juga pecah, sakit tenggorokan, lidah kotor yang tertutupi oleh selaput putih, penurunan nafsu makan, sembelit, dan juga nyeri perut saat berkemih dan juga terjadi batuk yang di sertai dengan perdarahan dari hidung.
  4. Apabila pengobatan tidak segera dimulai maka dapat menyebabkan suhu tubuh secara perlahan-lahan akan meningkat hanya dalam waktu antara 2–3 hari, yaitu dapat mencapai 39,4–40°C dalam waktu 10–14 hari. Kemudian panas akan mulai turun dengan bertahap di akhir minggu yang ke-3 dan juga akan kembali normal di minggu ke-4.
  5. Sedangkan terjadinya demam seringkali disertai dengan denyut jantung lambat dan juga kelelahan yang sangat luar biasa.
  6. Untuk kasus yang berat dapat terjadi delirium, stupor ataupun koma.
  7. Sekitar 10% penderita dapat mengalami sekelompok bintik-bintik kecil yang memiliki warna merah muda di bagian dada dan juga perut di minggu kedua dan dapat berlangsung dalam waktu antara 2–5 hari.

Diagnosis Tifus Abdominalis
  1. Adapun diagnosis dapat ditegakkan berdasarkan dari gejala-gejala dan juga hasil pemeriksaan secara fisik.
  2. Untuk dapat memperkuat diagnosis, maka dapat dilakukan biakan darah, air kemih, tinja, ataupun jaringan tubuh yang lainnya guna menemukan bakteri yang menjadi penyebabnya.

Penatalaksanaan Tifus Abdominalis
Pasien perlu melakukan tirah baring, yang dilaksanakan guna mencegah terjadinya komplikasi. Selain itu diet haruslah mengandung kalori dan juga protein yang cukup dan sebaiknya rendah serat, serta mengkonsumsi makanan yang lunak.

Pengobatan: 
Biasanya dengan menggunakan antibiotik yang tepat, maka lebih dari 99% orang yang menderita penyakit ini bisa disembuhkan.
 
Adapun antibiotik bagi penderita tifoid diantaranya yaitu:
 
  1. Kloramfenikol
    Dewasa  diberikan sebanyak 4 x 500 mg dalam waktu 14 hari, Anak-anak diberikan 50-100 mg/kgBB sebanyak 4  x sehari dalam waktu 10 hingga 14 hari.
  2. Tiamfenikol
    Dewasa diberikan dengan dosis 500 mg sebanyak 4 x dalam sehari dalam waktu antar 5 hingga 7 hari dan bebas panas, Anak- anak diberikan dengan dosis 50 mg/kgBB sebanyak 4 x dalam sehari dalam waktu antara 5 – 7 hari dan bebas panas.
  3. Ampisilin
    Dewasa diberikan dengan 500 mg  sebanyak 4 x dalam sehari dalam waktu antara 10 hingga 14 hari. Anak-anak diberikan dengan dosis antara 50 sampai 100 mg/kgBB sebanyak 4 x dalam sehari dalam waktu 10 – 14 hari.
Dilakukan terapi simtomatik (anti emetik, anti piretik)

Roburansia.

Dilakukan terapi cairan, kadang-kadang makanan yang diberikan lewat infus sampai penderita bisa mencerna makanan.

Apabila terjadi perforasi pada usus maka dapat diberikan antibiotik yang berspektrum luas (sebab berbagai jenis bakteri bisa masuk menuju ke dalam rongga-rongga perut) dan mungkin juga perlu dilakukan pembedahan yang dilakukan dengan tujuan untuk memperbaiki ataupun mengangkat bagian dari usus yang telah mengalami perforasi.

Pencegahan:
Adapun pencegahan yang dapat dilakukan diantaranya yaitu:
  1. Pencegahan terhadap carier serta kasus relaps.
  2. Melakukan perbaikan sanitasi lingkungan.
  3. Melakukan perbaikan hygiene makanan dan juga hygiene perorangan

Melakukan imunisasi:
  1. Vaksin tifus per-oral atau ditelan dapat memberikan perlindungan hingga sebesar 70%.
  2. Adapun vaksin ini hanyalah diberikan kepada orang yang sudah terpapar oleh bakteri jenis Salmonella typhii dan juga orang-orang yang mempunyai risiko tinggi terkena penyakit ini (termasuk diantaranya yaitu para petugas laboratorium dan juga para pelancong).
− Bagi para pelancong sebaiknya hindarilah mengkonsumsi makanan yang berupa sayuran mentah dan juga jenis makanan yang lainnya yang disajikan ataupun disimpan di tempat dengan suhu ruangan.

− Selain itu sebaiknya mereka memilih jenis makanan yang masih cukup panas atau jenis makanan yang dibekukan, mengkonsumsi minuman kaleng serta buah-buahan yang  berkulit dan mengkonsumsinya dengan cara dikupas.
 
Itulah sedikit informasi yang bisa kami sampaikan mengenai Tifus Abdominalis Definisi Penyebab Dan Pengobatan serta Gejala Klinis Penyakit Tifus Abdominalis Menurut Ilmu Kedokteran, semoga dapat  bermanfaat dan menambah wawasan bagi para pembaca.

Blogger
Disqus
Pilih Sistem Komentar Yang Anda Sukai