Sabtu, 24 Desember 2016

Albinisme Definisi Gejala Penyebab Dan Pengobatan serta Pencegahan Penyakit Albinisme Menurut Ilmu Kedokteran

Pusatmedik.org - Albinisme Definisi Gejala Penyebab Dan Pengobatan serta Pencegahan Penyakit Albinisme Menurut Ilmu Kedokteran – Pernahkah anda mendengar mengenai albinisme? Jika anda belum pernah mendengar mengenai penyakit ini atau ingin tahu lebih banyak lagi mengenai penyakit ini, maka tidak ada salahnya melanjutkan membaca.
http://www.pusatmedik.org/2016/12/albinisme-definisi-gejala-penyebab-dan-pengobatan-serta-pencegahan-penyakit-albinisme-menurut-ilmu-kedokteran.html
Google Image: Albinisme Definisi Gejala Penyebab Dan Pengobatan serta Pencegahan Penyakit Albinisme Menurut Ilmu Kedokteran
Karena pada kesempatan kali ini kita akan membahas mengenai definisi, gejala, penyebab, dan pengobatan albinisme. Berikut uraian lengkapnya.

Albinisme Definisi Gejala Penyebab Dan Pengobatan serta Pencegahan Penyakit Albinisme Menurut Ilmu Kedokteran


Definisi
Albinisme merupakan suatu kelainan yang dapat terjadi sejak lahir dimana penderitanya mengalami kekurangan melanin atau bahkan sama sekali tak mempunyai pigmen tersebut. Keadaan ini menjadikan kulit, rambut, dan mata penderita tampak berwarna sangat pucat, sampai cenderung putih.

Albinisme dapat diderita oleh sekelompok etnis manapun di dunia. Sedangkan sebutan “albino” biasanya lebih akrab di kalangan masyarakat yang merujuk pada penderita kelainan ini. Meski albinisme tak dapat disembuhkan seumur hidup, namun kondisi ini tak mencegah penderitanya untuk dapat menjalani kehidupan dengan normal.

Gejala
Warna kulit serta rambut penderita albinisme ini berbeda-beda, tergantung dari tingkatan melanin yang dihasilkan tubuh. Meski penderita albinisme yang sering kita jumpai punyai karakteristik kulit pucat dan rambut pirang, namun ada sebagian yang rambutnya cokelat. Kekurangan pigmen melanin membuat kulit penderita albinisme sangat mudah terbakar bisa terpapar sinar matahari langsung.

Untuk penderita albinisme, sengatan sinar matahari tak boleh disepelekan sebab bukan tak mungkin dapat mengarah pada berbagai komplikasi yang serius, seperti kanker kulit. Pada mata, kurangnya pigmen melanin tak hanya t mengubah warna iris, namun juga bisa menyebabkan pandangan terganggu (rabun dekat, mata silindris, juling, rabun jauh, serta nistagmus) dan sensitif terhadap cahaya.

Penyebab
Albinisme disebabkan karena adanya perubahan ataupun mutasi di salah satu gen dimana tugasnya adalah membantu memproduksi melanin oleh sel melanocytes yang ada dalam mata serta kulit. Akibat adanya perubahan gen ini maka produksi melanin jadi terganggu. Albinisme dibagi menjadi 2 yaitu albinisme okular serta okulokutaneus. Albinisme okular adalah jenis yang jarang sekali ditemukan.

Keadaan ini lebih berdampak terhadap penglihatan penderitanya daripada menyebabkan terjadinya perubahan warna mata, kulit, atau rambut. Albinisme okular disebabkan karena mutasi gen kromosom-X serta sebagian besar penderitanya laki-laki.

Sedangkan untuk albinisme okulokutaneus merupakan albinisme yang umum. Kondisi ini bisa berdampak pada rambut, mata, dan kulit, dan sering disebut sebagai albinisme yang komplit. Berdasarkan dari ciri-ciri fisik penderitanya, maka albinisme okulokutaneus dibagi menjadi 4 tipe:
  1. Tipe pertama
    Sejak lahir penderita albinisme okulokutaneus memiliki ciri-ciri kulit dan rambut dan berwarna putih, serta bagian mata berwarna biru. Meski sebagian besar tak menunjukkan peningkatan pigmentasi sampai dewasa, tetapi terdapat beberapa penderita yang mulai produksi melanin ketika memasuki usia kanak-kanak.
  2. Tipe Kedua
    Ketika lahir kulit penderita akan terlihat putih dengan mata cokelat ataupun abu-abu kebiruan. Rambutnya berwarna kuning, merah, atau cokelat kemerahan. Seiring perkembangan umur, sengatan sinar matahari bisa menimbulkan bintik-bintik, lentigo (bercak berwarna cokelat)
    atau bahkan terdapat tahi lalat di kulit penderita. Penderitanya sebagian besar dapat ditemukan pada orang-orang Afrika-Amerika, orang-orang Afrika sub-Sahara, dan Amerika asli.
  3. Tipe Ketiga
    Penderita umumnya mempunyai ciri-ciri rambut serta kulit berwarna kemerahan, dan mata berwarna cokelat. Banyak ditemukan pada masyarakat Afrika selatan.
  4. Tipe Keempat
    Adapun kondisi banyak diidap orang-orang dari keturunan Asia Timur serta ciri-cirinya mirip dengan Albinisme okulokutaneus tipe kedua.

Diagnosis
Albinisme dapat didiagnosis secara langsung oleh dokter semenjak penderita lahir lewat ciri-ciri fisik mereka (seperti warna rambut, mata, dan kulit) yang sesuai dengan penjelasan di atas. Untuk mengetahui ada tidaknya masalah pada penglihatan, maka dokter spesialis mata dapat melakukan beberapa pemeriksaan, diantaranya pemeriksaan menggunakan alat khusus slit lamp, pemeriksaan pada bentuk lengkungan kornea (mendiagnosis silinder), pengecekan pupil, pemeriksaan arah penglihatan pada mata (mendiagnosis juling), serta pemeriksaan gerakan mata (mendiagnosis nistagmus).

Pengobatan
Meski tak ada obat yang bisa menyembuhkan albinisme, maka pengobatan ataupun perawatan ditujukan untuk membantu memaksimalkan penglihatan penderita dan melindungi kulit mereka. Pada sebagian besar bayi yang menderita albinisme mengalami gangguan penglihatan yang parah dalam beberapa bulan setelah lahir. Sesudah itu, penglihatan dapat berkembang secara signifikan meski tak akan pernah mencapai penglihatan normal. Oleh karena itu, penderita albinisme umumnya

seumur hidup harus memakai kacamata atau lensa kontak yang diresepkan oleh dokter spesialis mata sesuai dengan kondisi terkait, misalnya yang khusus untuk rabun jauh, rabun dekat, atau silinder, serta menjalani pemeriksaan mata secara rutin tiap tahunnya.

Jika Anda menderita albinisme dan mengalami fotofobia (penglihatan sensitif terhadap sinar matahari), dokter bisa menyarankan pemakaian kacamata yang mampu menangkal ultraviolet atau kacamata berlensa gelap.
 
Penanganan albinisme melalui jalur operasi biasanya jarang dilakukan. Namun untuk beberapa kondisi, seperti mata juling dan nistagmus, operasi perbaikan otot-otot mata bisa direkomendasikan agar kondisi-kondisi tersebut tidak terlihat secara jelas dari luar.
 
Selain pemeriksaan mata yang harus dilakukan rutin tiap tahun, pemeriksaan kulit juga tidak kalah pentingnya bagi penderita albinisme agar dokter mengetahui seberapa besar risiko mereka terkena kanker kulit, serta memberikan saran-saran pencegahannya.
 
Jika Anda penderita albinisme, sebisa mungkin jangan melakukan aktivitas di luar rumah ketika cuaca sedang panas terik. Jika terpaksa pergi ke luar, selalu gunakan krim tabir surya serta pakaian yang bisa melindungi diri dari paparan sinar matahari secara langsung.


Blogger
Disqus
Pilih Sistem Komentar Yang Anda Sukai