Jumat, 09 Desember 2016

Angin Duduk Definisi Penyebab Dan Pengobatan serta Tanda dan Gejala Klinis Penyakit Angin duduk Menurut Ilmu Kedokteran

Pusatmedik.org - Angin Duduk Definisi Penyebab Dan Pengobatan serta Tanda dan Gejala Klinis Penyakit Angin duduk Menurut Ilmu Kedokteran – Istilah “angin duduk” sebenarnya hanya ada di Indonesia saja. Ketika mendengar istilah tersebut sebagian masyarakat akan merasa ketakutan, karena tidak sedikit orang yang terkena kondisi ini  berakhir dengan kematian.
http://www.pusatmedik.org/2016/12/angin-duduk-definisi-penyebab-dan-pengobatan-serta-tanda-dan-gejala-klinis-penyakit-angin-duduk-menurut-ilmu-kedokteran.html
Google Image: Angin Duduk Definisi Penyebab Dan Pengobatan serta Tanda dan Gejala Klinis Penyakit Angin duduk Menurut Ilmu Kedokteran
Untuk itu betapa penting bagi kita semua mengenal angin duduk lebih jauh sehingga kita bisa mengenali lebih dini jika mengalami kondisi ini dan segera mencari pertolongan medis agar tidak terlambat.

Angin Duduk Definisi Penyebab Dan Pengobatan serta Tanda dan Gejala Klinis Penyakit Angin duduk Menurut Ilmu Kedokteran


Definisi
Angin duduk atau yang dalam istilah kedokteran disebut angina merupakan sebuah kondisi ketika  penderitanya mengalami nyeri pada dada akibat otot-otot organ jantung kurang mendapatkan pasokan darah. Adapun terganggunya pasokan darah bisa terjadi akibat adanya pengerasan atau penyempitan pada pembuluh darah. Biasanya serangan angin duduk terjadi secara tiba-tiba.

Penyebab
Agar bisa bekerja dengan baik, organ jantung memerlukan asupan darah yang mengandung banyak oksigen secara cukup. Adapun darah untuk organ jantung akan dialirkan lewat dua pembuluh besar (pembuluh koroner). Angin duduk terjadi saat pembuluh koroner mengalami penyempitan atau pengerasan.

Berdasarkan hal-hal yang bisa memicu penyempitan pada pembuluh koroner, maka angin duduk dapat terbagi menjadi dua jenis:

•Angin duduk stabil
Adapun kondisi ini dapat dipicu oleh aktivitas fisik, salah satunya yaitu olahraga. Sebab saat seseorang melakukan olahraga, maka jantungnya membutuhkan lebih banyak lagi asupan darah. Asupan darah tersebut tak akan ter cukupi apabila pembuluh koroner tersumbat. Serangan angin duduk yang stabil juga bisa dipicu oleh hal lain, seperti makan berlebihan, merokok, stres, dan udara dingin.

•Angin duduk tak stabil
Kondisi ini bisa dipicu oleh pembekuan darah atau timbunan lemak atau yang mengurangi atau menghalangi aliran darah yang menuju jantung. Tak seperti angin duduk yang stabil, nyeri yang diakibatkan oleh angin duduk tak stabil masih terus ada meski penderitanya sudah beristirahat serta mengonsumsi obat angina. Apabila dibiarkan, maka serangan angin duduk tak stabil dapat berkembang lebih jauh menjadi serangan jantung.

Beberapa faktor yang bisa meningkatkan risiko terjadinya angin duduk. di antaranya:
  1. Kolesterol tinggi.
    Kadar kolesterol yang tinggi berpotensi menumpuk dalam pembuluh darah sehingga menyebabkan darah sulit mengalir menuju jantung.
  2. Menderita diabetes.
    Kadar gula yang tinggi akibat diabetes, bisa merusak dinding arteri dan bisa meningkatkan kadar kolesterol dalam tubuh.
  3. Hipertensi
    Apabila aliran darah terhalang, maka jantung akan semakin kuat memompa serta meningkatkan tekanan supaya darah t dapat mengalir. Jika hal ini terus terjadi, tekanan tinggi tersebut bisa merusak dinding arteri ataupun menyebabkan pengerasan di bagian pembuluh tersebut.
  4. Stres
    Saat stres, tubuh memproduksi hormon yang bisa mempersempit pembuluh darah. Stres  juga bisa meningkatkan tekanan darah.
  5. Obesitas
    Orang-orang yang mengalami obesitas lebih rentan mengalami beberapa kondisi yang bisa meningkatkan risiko menderita angin duduk, seperti hipertensi, kolesterol tinggi, dan diabetes.
  6. Merokok
    Merokok bisa merusak dinding arteri serta menyebabkan penimbunan kolesterol yaqng membuat darah kesulitan membawa oksigen yang akan diedarkan.
  7. Riwayat.
    Jika kita pernah menderita penyakit yang berhubungan jantung atau ada anggota keluarga yang mempunyai riwayat tersebut, maka risiko untuk terkena angin duduk jadi lebih tinggi.
  8. Kurang berolahraga
    Kurang olahraga berisiko menderita angin duduk sebab akan rentan mengalami obesitas, kolesterol tinggi, hipertensi, dan diabetes.
  9. Umur
    Orang lanjut usia lebih berisiko mengalami angin duduk jika dibandingkan dengan orang muda. Terutama pria, peningkatan risiko angin duduk atau angina dimulai pada usia 45 tahun, dan pada wanita dimulai usia 55 tahun.

Diagnosis
Saat mendiagnosis angin duduk, dokter umumnya akan menanyakan seputar gejala-gejala yang dialami pasien. Dokter juga akan bertanya apakah pasien punya keluarga berpenyakit jantung ataupun suka melakukan kebiasaan yang bisa memicu kondisi tersebut. Untuk semakin menguatkan diagnosis, ada beberapa pemeriksaan sederhana yang bisa dilakukan oleh dokter, seperti pengukuran berat badan dan tekanan darah, serta pemeriksaan darah untuk melihat kadar gula, kolesterol, dan fungsi ginjal.

Kondisi yang ada kaitannya dengan ginjal penting sekali untuk dideteksi sebab ada beberapa obat angina atau angin duduk yang tak boleh digunakan penderita penyakit ginjal. Di samping itu ada beberapa pemeriksaan lebih lanjut yang digunakan untuk memastikan diagnosis angina atau angin duduk diantaranya seperti ekokardiogram, elektrokardiogram (ekg), tes ketahanan jantung, aktivitas fisik dapat berupa olahraga treadmill di dalam ruangan, ct scan, mri scan, skintigrafi jantung, dan angiografi jantung.

Pengobatan
Adapun pengobatan angin duduk atau angina bertujuan untuk mengurangi tingkat keparahan gejala-gejalanya serta menurunkan risiko penderitanya untuk terkena serangan jantung ataupun mengalami kematian. Untuk angin duduk dengan gejala-gejala ringan ataupun menengah sebenarnya masih dapat ditangani tanpa obat-obatan, diantaranya yaitu dengan cara:
  1. Mengonsumsi makanan yang bergizi seimbang ataupun yang kaya serat, seperti sayur-sayuran, buah-buahan, dan biji-bijian utuh. Hindari mengonsumsi makanan yang kandungan garamnya banyak.
  2. Janganlah makan melebihi kalori atau porsi yang dibutuhkan tubuh.
  3. Seimbangkan-lah antara aktivitas fisik dengan istirahat. Alangkah baiknya jika minta nasihat dokter anda mengenai olahraga yang cocok dan sehat untuk keadaan Anda.
  4. Hindarilah stres dan jika mengalaminya tangani dengan segera.
  5. Lakukan program diet penurunan berat badan apabila Anda mengalami obesitas.
  6. Hindarilah asap rokok.
  7. Batasilah konsumsi minuman keras.
  8. Kontrol secara rutin kadar gula darah apabila Anda menderita diabetes.

Apabila angin duduk tak cukup diatasi dengan cara penerapan gaya hidup yang sehat, maka dokter bisa meresepkan beberapa obat seperti obat-obatan untuk mencegah pembekuan darah seperti clopidogrel dan ticagrelor, Statin, Aspirin, obat-obatan nitrat, obat untuk menghambat saluran kalsium, Nicorandil, obat penghambat beta, Ivabradine, Ranolazine, dan obat untuk menghambat enzim pengubah angiotensin.

Apabila gejala angin duduk sangat parah dan tak dapat diatasi lagi dengan obat-obatan, maka tindakan operasi dapat dipertimbangkan oleh dokter untuk mencegah serangan jantung.
Blogger
Disqus
Pilih Sistem Komentar Yang Anda Sukai