Sabtu, 10 Desember 2016

Asma Definisi Penyebab Dan Pengobatan serta Tanda dan Gejala Penyakit Asma Menurut Ilmu Kedokteran

Pusatmedik.org - Asma Definisi Penyebab Dan Pengobatan serta Tanda dan Gejala Penyakit Asma Menurut Ilmu Kedokteran - Menderita penyakit asma tentu sangat mengganggu karena dapat menghambat aktivitas sehari-hari oleh sebab itu penting sekali mengetahui faktor-faktor apa saja yang bisa menyebabkan asma. Penyakit asma bisa dialami oleh siapa-pun di semua golongan umur, mulai dari anak-anak hingga orang tua baik laki-laki maupun perempuan.
http://www.pusatmedik.org/2016/12/asma-definisi-penyebab-dan-pengobatan-serta-tanda-gejala-penyakit-asma-menurut-ilmu-kedokteran.html
Google Image: Asma Definisi Penyebab Dan Pengobatan serta Tanda dan Gejala Penyakit Asma Menurut Ilmu Kedokteran
Penyakit asma biasanya berlangsung lama (kronis) serta sering kambuh. Asma bisa diderita seseorang sejak kecil dan biasanya muncul karena faktor genetik. Namun ada juga asma yang muncul saat seseorang sudah dewasa biasanya penyebabnya adalah faktor lingkungan. Selengkapnya mengenai asma dapat anda simak pada ulasan berikut.

Asma Definisi Penyebab Dan Pengobatan serta Tanda dan Gejala Penyakit Asma Menurut Ilmu Kedokteran


Definisi
Asma merupakan jenis penyakit kronis atau jangka panjang di saluran pernapasan yang dapat ditandai dengan adanya peradangan serta penyempitan di saluran napas yang dapat menimbulkan sesak ataupun sulit bernapas. Di samping sulit bernapas, para penderita asma juga dapat mengalami gejala lain diantaranya seperti nyeri dada, mengi, dan batuk-batuk. Asma dapat diderita oleh semua usia, baik muda maupun tua.

Penyebab
Meski penyebab asma belum diketahui dengan pasti, namun terdapat beberapa hal yang sering menjadi pemicunya, diantaranya seperti asap rokok, bulu binatang, debu, aktivitas fisik, infeksi virus, udara dingin, atau bahkan terkena paparan zat kimia. Bagi penderita asma saluran pernapasannya sangat sensitif jika dibandingkan dengan orang lain yang tidak mengalami kondisi ini.

Saat paru-paru teriritasi oleh hal- atu benda yang menjadi pemicu asma, maka otot-otot pada saluran pernapasan penderita penyakit asma menjadi kaku sehingga membuat saluran tersebut menjadi sempit. Di samping itu, dapat terjadi peningkatan dalam produksi dahak yang membuat para penderitanya semakin sulit bernafas.

Diagnosis
Untuk mengetahui apakah pasien menderita asma, maka seorang dokter perlu melakukan beberapa tes terkait penyakit asma. Akan tetapi sebelum tes dilakukan, biasanya dokter akan mengajukan beberapa pertanyaan kepada pasien mengenai gejala-gejala apa saja yang selama ini dirasakan, waktu kemunculan gejala-gejala tersebut, dan juga riwayat kesehatan pasien beserta keluarganya.

Apabila seluruh keterangan yang telah diberikan kepada pasien mengarah pada gejala penyakit asma, maka dokter dapat melakukan tes dengan tujuan untuk memperkuat diagnosis. Adapun jenis tes yang biasanya dilakukan diantaranya adalah sebagai berikut.
  1. Spirometri
  2. CT Scan
  3. Rontgen
  4. Pengukuran Status Alergi
  5. Tes APE (Arus Puncak Ekspirasi)
  6. Uji Provokasi Bronkus

Jika seseorang terdiagnosis menderita asma ketika masa kanak-kanak, gejalanya mungkin dapat menghilang saat dia remaja serta muncul kembali ketika usianya lebih dewasa. Akan tetapi gejala-gejala asma yang tergolong berat atau menengah di masa kanak-kanak, cenderung tetap ada meski dapat juga muncul kembali. Meskipun demikian, asma dapat muncul di umur berapa pun dan tak selalu berawal dari saat masih kanak-kanak.

Pengobatan
Terdapat dua tujuan dalam mengobati penyakit asma, yaitu dengan meredakan gejala serta mencegah gejala kambuh. Adapun untuk mendukung tujuan itu, dibutuhkan rencana pengobatan dari seorang dokter yang disesuaikan kondisi pasien. Rencana-rencana pengobatan diantaranya meliputi cara mengenali serta menangani gejala-gejala yang memburuk, dan obat-obatan apa saja yang harus digunakan atau dikonsumsi.

Penting sekali bagi pasien untuk mengenali segala hal yang bisa memicu penyakit asma mereka kambuh supaya mereka bisa menghindarinya. Apabila gejala asma muncul, maka obat yang biasanya direkomendasikan oleh dokter adalah inhaler pereda.
 
Jika terjadi serangan asma dan gejala-gejalanya terus memburuk (baik secara perlahan maupun cepat) meski sudah ditangani menggunakan inhaler ataupun obat-obatan yang lainnya, maka penderita haruslah segera memperoleh penanganan dokter di rumah sakit. Meskipun jarang sekali terjadi, serangan asma dapat saja membahayakan nyawa. Untuk penderita asma kronis, terjadinya peradangan di saluran napas yang telah berlangsung lama serta telah terjadi berulang-ulang dapat menyebabkan penyempitan permanen.

Komplikasi asma
Adapun beberapa dampak yang mungkin terjadi akibat penyakit asma yang tak ditangani dengan tepat diantaranya adalah sebagai berikut.
  1. Tubuh sering merasa lelah.
  2. Masalah psikologis (merasa cemas, stres, atau bahkan depresi).
  3. Gangguan pertumbuhan serta pubertas pada anak-anak.
  4. Menurunnya performa baik di sekolah (anak-anak) maupun di pekerjaan (orang dewasa).
  5. Pneumonia.
  6. Gagal pernapasan.
  7. Status asmatikus (keadaan asma yang parah dan tidak respon dengan terapi-terapi normal).
  8. Kerusakan yang terjadi pada sebagian ataupun seluruh paru-paru.
  9. Dan yang paling fatal namun jarang terjadi yaitu kematian.

Cara mengendalikan penyakit asma
Apabila Anda atau keluarga anda kebetulan mengidap asma ataupun hidup dengan asma dalam waktu yang lama, maka jangan cemas dengan keadaan ini sebab asma adalah penyakit yang masih bisa dikendalikan asalkan Anda:
  1. Mampu mengenali dan juga menghindari pemicu asma.
  2. Disiplin dalam mengikuti rencana-rencana penanganan asma yang telah dibuat bersama dokter anda.
  3. Mengenali serangan-serangan asma dan juga melakukan langkah-langkah pengobatan yang tepat.
  4. Memonitor kondisi atau keadaan saluran napas Anda.
  5. Menggunakan obat-obatan asma sesuai saran dokter dan diminum secara teratur.

Apabila penggunaan inhaler untuk pereda penyakit asma reaksi cepat semakin meningkat, maka segeralah mengkonsultasikannya kepada dokter supaya rencana penanganan penyaki asma Anda segera disesuaikan kembali. Di samping itu, sangat disarankan untuk melakukan program vaksinasi influenza serta pneumonia secara rutin untuk mencegah semakin memburuknya penyakit asma akibat kedua penyakit tersebut.
Blogger
Disqus
Pilih Sistem Komentar Yang Anda Sukai