Sabtu, 24 Desember 2016

Autisme Definisi Gejala Penyebab Dan Pengobatan serta Penanganan Penyakit Autisme Menurut Ilmu Kedokteran

Pusatmedik.org - Autisme Definisi Gejala Penyebab Dan Pengobatan serta Penanganan Penyakit Autisme Menurut Ilmu Kedokteran - Berdasarkan dari data Badan Pusat Statistik (BPS), diperkirakan terdapat sekitar 2,4 juta orang penderita atau penyandang autisme di Negara Indonesia tahun 2010. Sedangkan jumlah penduduk Indonesia saat itu jumlahnya mencapai 237,5 juta jiwa, itu artinya terdapat sekitar satu penderita atau penyandang autisme untuk setiap 100 bayi lahir.
http://www.pusatmedik.org/2016/12/autisme-definisi-gejala-penyebab-dan-pengobatan-serta-penanganan-penyakit-autisme-menurut-ilmu-kedokteran.html
Google Image: Autisme Definisi Gejala Penyebab Dan Pengobatan serta Penanganan Penyakit Autisme Menurut Ilmu Kedokteran
Penting sekali mewaspadai gejala-gejala autisme sedini mungkin, karena autisme termasuk kondisi yang tak bisa disembuhkan. Meskipun demikian, ada berbagai jenis penanganan dan langkah-langkah pengobatan  intensif yang dapat membantu penyandang autisme untuk dapat menyesuaikan diri dengan kehidupan sehari-hari, dan  mencapai potensi mereka dengan maksimal. Bahasan lengkap mengenai autisme dapat anda simak pada uraian berikut.

Autisme Definisi Gejala Penyebab Dan Pengobatan serta Penanganan Penyakit Autisme Menurut Ilmu Kedokteran


Definisi
Autisme atau yang disebut ASD (Autism Spectrum Disorder) merupakan gangguan perkembangan pada saraf yang dapat memengaruhi kemampuan seorang anak dalam berkomunikasi, perilaku, dan interaksi sosial. ASD tidak hanya mencakup autisme, namun juga melingkupi sindrom Heller, sindrom Asperger, dan PPD-NOS (gangguan perkembangan pervasive).

Gejala serta Diagnosis Autisme
Umumnya, gejala autisme sudah terdeteksi di usia awal perkembangan seorang anak sebelum mencapai usia 3 tahun. Gejala serta tingkat keparahan dari autisme cenderung bervariasi untuk setiap penyandang. Namun, gejala-gejala tersebut bisa dikelompokkan menjadi dua kategori utama.

Kategori yang pertama yaitu gangguan interaksi sosial serta komunikasi. Gejala ini bisa meliputi masalah kepekaan dengan lingkungan sosial serta gangguan pemakaian bahasa verbal dan non verbal.
 
Sedangkan kategori kedua meliputi minat, pola pikir, serta perilaku yang terbatas dan bersifat pengulangan. Contohnya gerakan repetitif, misalnya saja mengetuk-ngetuk ataupun meremas tangan, dan merasa kesal ketika rutinitas tersebut terganggu.
 
Selain itu penyandang autisme cenderung mempunyai masalah dalam belajar serta kondisi kejiwaan lain, seperti gangguan hyperactive ataupun ADHD (Attention Deficit Hyperactivity Disorder), gangguan kecemasan, ataupun depresi.

Penyebab
Ada sejumlah faktor, diantaranya seperti pengaruh genetika serta lingkungan, yang diperkirakan bisa menyebabkan kelainan ini. Tetapi, Sampai sekarang belum diketahui penyebab pastinya. Dalam kasus tertentu, autisme dapat dipicu penyakit tertentu.
 
Penyandang Autisme Dewasa serta Permasalahannya
Terkadang kondisi autisme baru terdeteksi sampai pengidap nya sudah dewasa. Proses diagnosis ketika dewasa bisa membantu para pengidap dan keluarga untuk mengerti dan memahami autisme serta memutuskan jenis bantuan dan penanganan yang diperlukan.
 
Sebagian dari penyandang autisme dewasa merasakan kesulitan untuk mencari pekerjaan sebab adanya tuntutan serta perubahan sosial dalam suatu pekerjaan. Pusat layanan yang khusus autisme dapat membantu mereka mencari pekerjaan yang sesuai dengan kemampuan mereka.
 
Sekarang ini Indonesia, yang khususnya Jakarta, ada sejumlah organisasi yang khusus penyandang autisme. Diantaranya yaitu:
  1. YAI (Yayasan Autisma Indonesia)
  2. Yayasan MPATI  (Masyarakat Peduli Autis Indonesia).
  3. YPAC (Yayasan Pembinaan Anak Cacat).

Pengobatan
Autisme termasuk jenis kelainan yang tak dapat disembuhkan. Tetapi, banyak sekali layanan bantuan pendidikan dan terapi perilaku khusus berguna untuk meningkatkan kemampuan penderita autisme. Aspek-aspek penting perkembangan anak yang  menjadi fokus yaitu kemampuan berkomunikasi, akademis, berinteraksi, serta kognitif.

Penanganan autisme memiliki tujuan untuk mengembangkan kemampuan penyandang autisme semaksimal mungkin supaya mereka dapat menjalani kehidupan sehari-hari. Langkah-langkah penanganan yang biasanya dianjurkan yaitu:
  1. Terapi perilaku serta komunikasi yang dilakukan supaya penyandang autisme mudah beradaptasi. Misalnya terapi perilaku kognitif ataupun CBT (Cognitive Behavioural Therapy).
  2. Pemberian obat-obatan. Meski tak dapat menyembuhkan autisme, obat-obatan diberikan untuk mengendalikan gejala-gejala tertentu. Misalnya, antidepresan untuk mengendalikan gangguan-gangguan kecemasan, melatonin untuk membantu mengatasi gangguan tidur, penghambat pelepasan SSRI atau selektif serotonin untuk menangani depresi, ataupun obat anti-psikotik untuk membantu menangani perilaku agresif dan membahayakan.
  3. Terapi keluarga supaya orang tua ataupun saudara dapat belajar cara yang benar berinteraksi dengan para penyandang autisme
  4. Terapi psikologi. Adapun penanganan ini dianjurkan jika penyandang autisme mengidap masalah kejiwaan yang lain, seperti adanya gangguan kecemasan.

Pengajaran serta Pelatihan Orang Tua
Adapun peran orang tua untuk anak-anak penyandang autisme sangat penting. Partisipasi aktif dari orang tua dapat mendukung serta membantu meningkatkan kemampuan anak. Mencari informasi sebanyak-banyaknya tentang autisme dan penanganannya sangatlah dianjurkan bagi orang tua. Anda dapat mencari informasi lebih banyak lewat MPATI (Masyarakat Peduli Autis Indonesia) dan Yayasan Autisma Indonesia.

Berusaha membantu anak untuk berkomunikasi juga bisa mengurangi kecemasan serta memperbaiki perilakunya, sebab komunikasi merupakan hambatan khusus untuk anak-anak dengan autisme. Adapun kiat-kiat yang mungkin berguna meliputi:
  1. Gunakan kata-kata yang sederhana.
  2. Memanfaatkan bahasa tubuh yang berguna untuk memperjelas maksud perkataan Anda.
  3. Selalu menyebut nama sang anak ketika mengajaknya bicara.
  4. Berbicaralah dengan pelan serta jelas.
  5. Berikan waktu kepada anak untuk memproses kata-kata atau kalimat lahAnda.
  6. Janganlah berbicara ketika di sekeliling berisik.

Metode-metode Pengobatan yang Seharusnya Dihindari
Terdapat beberapa metode pengobatan alternatif dan dianggap dapat mengatasi autisme, namun keefektifan nya belum terbukti sama sekali dan bahkan sangat berpotensi membahayakan. Metode tersebut diantaranya adalah:
  1. Pola makan khusus, contohnya makanan bebas gluten.
  2. Terapi oksigen hiperbarik yaitu menggunakan oksigen di dalam ruang udara yang bertekanan tinggi.
  3. Terapi khelasi, yaitu pemakaian obat-obatan ataupun zat tertentu untuk membantu menghilangkan zat logam (yang terutama merkuri) di dalam tubuh.
  4. Terapi neurofeedback, yaitu pasien melihat gelombang otaknya lewat monitor serta diajari cara mengubahnya.


Blogger
Disqus
Pilih Sistem Komentar Yang Anda Sukai