Senin, 26 Desember 2016

Bidai Tulang Kering Definisi Gejala Penyebab Dan Pengobatan serta Pencegahan Bidai Tulang Kering Menurut Ilmu Kedokteran

Pusatmedik.org - Bidai Tulang Kering Definisi Gejala Penyebab Dan Pengobatan serta Pencegahan Bidai Tulang Kering Menurut Ilmu Kedokteran – Olahraga merupakan salah satu gaya hidup sehat yang sebaiknya kita lakukan secara rutin. Meski begitu terkadang saat kita sedang berolahraga ada kemungkinan untuk mengalami cedera, apalagi jika kita melakukannya tanpa pemanasan, atau memakai alas kaki yang tidak tepat.
http://www.pusatmedik.org/2016/12/bidai-tulang-kering-definisi-gejala-penyebab-dan-pengobatan-serta-pencegahan-bidai-tulang-kering-menurut-ilmu-kedokteran.html
Google Image: Bidai Tulang Kering Definisi Gejala Penyebab Dan Pengobatan serta Pencegahan Bidai Tulang Kering Menurut Ilmu Kedokteran
Salah satu cedera yang bisa terjadi saat kita melakukan olahraga terutama lari adalah bidai tulang belakang. Mengenai bidai tulang belakang ini akan kita bahas selengkapnya di kesempatan kali ini. Jika anda tertarik, silahkan lanjutkan membaca.

Definisi Gejala Penyebab Dan Pengobatan serta Pencegahan Bidai Tulang Kering Menurut Ilmu Kedokteran


Pengertian
Bidai tulang kering     atau shin splints merupakan istilah umum yang digunakan untuk menggambarkan tentang rasa sakit yang ada di sekitar atau sepanjang tulang kering.

Penyebab
Adapun terjadinya tekanan yang berulang pada bagian tulang kering atau tulang tibia dan juga jaringan ikat) sebuah jaringan yang memiliki fungsi untuk melekatkan otot-otot pada tulang) diyakini sebagai penyebab terjadinya gejala bidai tulang kering.

Bidai tulang kering ini berisiko terjadi ketika seseorang melakukan kegiatan olahraga lari, yang terutama pada saat awal-awal melakukannya ketika kaki kita masih belum terbiasa. Jika Anda melakukan lari di permukaan keras ataupun terjal, maka risiko terjadinya bidai tulang kering akan semakin meningkat.

Selain olahraga lari, kondisi seperti ini juga biasa terjadi pada kegiatan olahraga yang berisi gerakan-gerakan ‘mulai dan berhenti’ dengan cara tiba-tiba, misalnya seperti tenis, bola basket, atau badminton.
Adapun beberapa faktor risiko yang lainnya diantaranya yaitu:
  1. Mempunyai permukaan kaki yang cukup datar ataupun terlalu melengkung menuju ke dalam.
  2. Mempunyai otot betis yang terlalu kencang.
  3. Mempunyai jaringan penghubung antara otot-otot betis ke tulang-tulang tumit atau tendon achilles yang kencang.
  4. Mempunyai pergelangan kaki yang cukup lemah.
  5. Obesitas atau kelebihan berat badan.
  6. Menggunakan sepatu olahraga yang kurang tepat.
  7. Mengikuti latihan-latihan militer.

Gejala
Tulang kering letaknya ada di anggota kaki bagian bawah. Rasa nyeri yang terjadi pada sepanjang tulang tersebut biasanya yang paling terasa adalah di bagian dalam. Sedangkan kaki bagian bawah terkadang terlihat sedikit bengkak.

Tingkat dari keparahan rasa sakit di bidai tulang kering tak terlepas dari kapan waktu kemunculannya. Ada beberapa penderita yang nyerinya baru dapat dirasakan ketika sedang melakukan kegiatan atau aktivitas, dan ada pula yang merasakan nyeri baik sebelum maupun sesudah melakukan aktivitas, akan tetapi di tengah-tengah aktivitas tidak terasa.

Di samping itu ada pula penderita kondisi bidai tulang kering ini yang merasakan nyeri baik sebelum, selama, maupun setelah melakukan aktivitas sehingga cukup mengganggu performa. Sedangkan tingkat keparahan rasa nyeri atau sakit yang terakhir yaitu rasa nyeri yang sangat parah sehingga membuat penderitanya tak sanggup untuk melakukan kegiatan atau aktivitas apa pun.

Diagnosis
Segeralah temui dokter apabila sakit pada bagian tulang kering tak kunjung reda meskipun sudah diistirahatkan lama atau bahkan malah makin parah. Di samping itu Anda juga sangat dianjurkan untuk segera mungkin memeriksakan kondisi bagian kaki kepada dokter apabila tulang kering semakin membengkak ataupun terasa panas.

Adapun diagnosis kondisi bidai tulang kering umumnya dilakukan oleh dokter dengan menanyakan gejala-gejala yang dirasakan oleh pasien, aktivitas atau kegiatan yang dilakukannya sebelum munculnya rasa nyeri atau rasa sakit, serta melihat adanya tanda-tanda terjadinya inflamasi di tulang kering.
 
Sedangkan pemeriksaan yang lebih detail dengan memakai metode pemindaian (contohnya saja pemeriksaan X-ray) mungkin dilakukan jika dokter mencurigai nyeri yang dialami pasien disebabkan oleh hal lain, seperti:
  1. Sindrom kompartemen ataupun pembengkakan pada bagian otot kaki yang disertai penekanan di pembuluh darah dan juga saraf.
  2. Retak tulang kering
  3. Kurangnya pasokan darah yang menuju kaki bagian bawah
  4. Radikulopati
  5. Hernia otot
  6. Tumor
  7. Penyakit Paget pada tulang
  8. Infeksi

Pengobatan
Adapun pengobatan ataupun pemulihan pada bidai tulang kering sangat sederhana. Dokter umumnya akan menyarankan Anda untuk cukup beristirahat dari aktivitas-aktivitas yang berat ataupun olahraga yang melibatkan penekanan-penekanan pada tulang kering selama dua minggu. Janganlah nekat untuk berlari jika nyeri belum pulih. Pada masa pemulihan, lari bisa diganti yoga ataupun berenang jika Anda ingin bugar.

Kompreslah bagian yang nyeri menggunakan kantong es setiap dua ataupun tiga jam sekali dalam waktu 10-15 menit. Jika diperlukan, Anda dapat mengonsumsi obat pereda rasa sakit, seperti ibuprofen ataupun parasetamol.

Apabila rasa nyeri mereda sesudah disitirahatkan dua minggu serta tulang kering pulih, Anda boleh melakukan olahraga lari, tetapi haruslah dilakukan secara bertahap. Jarak lari juga tak boleh jauh, usahakan untuk memulai setengah jarak yang biasa di tempuh. Disarankan untuk melakukannya di atas permukaan datar dan tak keras.

Sesudah satu bulan, baru jarak tempuh dapat ditambah serta lebar langkah lari dapat mulai ditingkatkan sesudah satu setengah bulan. Apabila nyeri kembali terasa ataupun kambuh ketika Anda mulai berolahraga kembali, segeralah hentikan aktivitas serta temui dokter.

Pencegahan
  1. Terdapat beberapa cara yang dapat dilakukan untuk mencegah bidai tulang keringantara lain yaitu:
  2. Melakukan pemanasan sebelum berolah raga.
  3. Gunakanlah sepatu olehraga yang sesuai, terutama sol atau bantalan pilihlah yang mendukung bentuk dari kaki Anda.
  4. Tingkatkanlah kadar latihan, fleksibilitas serta kekuatan Anda dengan bertahap.
  5. Sebisa mungkin janganlah lakukan olahraga pada permukaan yang keras.

Blogger
Disqus
Pilih Sistem Komentar Yang Anda Sukai