Selasa, 20 Desember 2016

ISPA Definisi Gejala Penyebab Dan Pengobatan serta Pencegahan ISPA Menurut Ilmu Kedokteran

Pusatmedik.org - ISPA Definisi Gejala Penyebab Dan Pengobatan serta Pencegahan ISPA Menurut Ilmu Kedokteran – ISPA atau infeksi saluran pernafasan akut merupakan salah satu infeksi yang harus diwaspadai karena bisa kalau tidak segera ditangani bisa berakibat fatal bahkan bisa menyebabkan kematian.
http://www.pusatmedik.org/2016/12/ispa-definisi-gejala-penyebab-dan-pengobatan-serta-pencegahan-ispa-menurut-ilmu-kedokteran.html
Google Image: ISPA Definisi Gejala Penyebab Dan Pengobatan serta Pencegahan ISPA Menurut Ilmu Kedokteran
Untuk itu penting sekali mengenal ISPA lebih jauh, dan topik ini akan coba kami bahas pada kesempatan kali ini.

ISPA Definisi Gejala Penyebab Dan Pengobatan serta Pencegahan ISPA Menurut Ilmu Kedokteran


Definisi ISPA
ISPA (Infeksi saluran pernapasan akut) merupakan infeksi yang parah yang terjadi pada bagian sinus, saluran udara, paru-paru, atau tenggorokan. Adapun infeksi yang terjadi biasanya disebabkan oleh virus meskipun bakteri juga dapat menyebabkan kondisi ini.

Keadaan ini menyebabkan fungsi pernapasan jadi terganggu. Apabila tak segera ditangani, maka ISPA bisa menyebar ke seluruh bagian sistem pernapasan tubuh. Jika tubuh tidak dapat memperoleh cukup oksigen akibat infeksi yang terjadi maka kondisi ini dapat berakibat fatal, bahkan bisa mengakibatkan mematikan.

Kondisi ISPA haruslah dianggap sebagai sebuah kondisi darurat, untuk itu apabila mencurigai terjadinya ISPA, segeralah cari bantuan medis. Sebab kondisi ini berpotensi untuk menyebar dari satu orang ke orang lainnya. Bagi yang menderita kelainan pada sistem kekebalan tubuh serta orang yang telah lanjut usia lebih mudah terserang ISPA. Terlebih lagi anak-anak, yang sistem kekebalan tubuhnya belum terbentuk dengan sempurna.

Seseorang dapat tertular ISPA ketika orang tersebut tak sengaja menghirup udara yang di dalamnya terdapat virus ataupun bakteri. Virus ataupun bakteri ini biasanya dikeluarkan oleh penderita ISPA lewat bersin ataupun ketika batuk. Di samping itu, cairan yang mengandung virus ataupun bakteri yang menempel di permukaan benda dapat menular ke orang-orang yang lain ketika mereka menyentuhnya.

Hal ini disebut penularan secara tak langsung. Oleh karena itu untuk menghindari tersebarnya virus dan bakteri, sebaiknya cuci tangan dengan teratur terutama sesudah Anda melakukan kegiatan di tempat umum yang banyak orang.

Gejala
ISPA dapat menimbulkan gejala terutama jika terjadi pada hidung serta paru-paru. Gejala-gejalanya adalah sebagai berikut:
  1. Para-paru terasa terhambat.
  2. Hidung tersumbat ataupun berair.
  3. Batuk-batuk serta tenggorokan terasa sakit.
  4. Sering merasa kelelahan.
  5. Tubuh terasa sakit.

Jika ISPA bertambah parah, gejala-gejala yang lebih serius dapat muncul, seperti:
  1. Demam tinggi serta menggigil.
  2. Kesulitan bernapas.
  3. Kesadaran yang menurun, bahkan pingsan.
  4. Tingkat oksigen di dalam darah rendah.

Penyebab ISPA

Di bawah ini merupakan beberapa mikroorganisme penyebab terjadinya ISPA yang telah diketahui.
  1. Adenovirus
    Merupakan gangguan pernapasan diantaranya seperti pilek, bronkitis, serta pneumonia dapat diakibatkan oleh virus ini dan mempunyai 50 jenis lebih.
  2. Rhinovirus
    Ini merupakan jenis virus yang dapat menyebabkan pilek. Namun pada anak kecil serta orang dengan sistem imun yang lemah, pilek dapat berubah menjadi ISPA di tahap yang serius.
  3. Pneumokokus
    Ini merupakan jenis bakteri yang dapat menyebabkan meningitis. Namun bakteri ini dapat memicu gangguan pernapasan yang lain, seperti pneumonia.
Sistem imun seseorang berpengaruh sekali dalam melawan infeksi bakteri atau virus. Risiko seseorang mengalami ISPA akan meningkat saat kekebalan tubuh lemah. Dan biasanya cenderung dialami anak-anak serta orang lansia atau orang yang memiliki kelainan atau penyakit dengan sistem imun yang lemah.

ISPA lebih mudah dialami orang yang sakit jantung ataupun punya gangguan paru-parunya. Perokok berisiko tinggi mengalami ISPA dan cenderung sulit untuk dipulihkan.

Diagnosis
Untuk mendiagnosis ISPA, maka dokter biasanya memeriksa sistem pernapasan pasien. Suara napas pasien akan diperiksa dengan tujuan untuk mengetahui apakah terdapat penumpukan cairan ataupun terjadinya peradangan di paru-paru. Hidung serta tenggorokan juga diperiksa. Pemeriksaan CT scan serta X-ray mungkin dibutuhkan jika ISPA yang telah memasuki tahap lanjutan. Keadaan paru-paru Anda dapat diamati dengan menggunakan kedua prosedur yang telah disebutkan di atas.

Adapun prosedur tes fungsi organ paru-paru dilakukan untuk mengetahui seberapa jauhkah pernapasan pasien terganggu serta perkembangan kondisinya. Untuk mengetahui seberapa banyak oksigen masuk ke paru-paru, maka prosedur oksimetri nadi bisa dilakukan dan untuk menentukan jenis bakteri atau virus penyebab ISPA, maka sampel dahak dapat diambil untuk diteliti.

Pengobatan
Belum ada jenis obat yang efektif membasmi kebanyakan virus yang sering menyerang manusia. Sedangkan pengobatan yang dilakukan umumnya hanya untuk meredakan gejala-gejala yang muncul akibat adanya infeksi virus.

Jika infeksi terjadi akibat bakteri, serangkaian tes dapat dilakukan untuk mengetahui macam atau jenis bakteri. Sesudah itu, dokter dapat menentukan antibiotik yang tepat untuk membunuh bakteri penyebabnya.

Pencegahan ISPA
Tindakan pencegahan merupakan cara terbaik untuk menangani ISPA. Di bawah ini merupakan beberapa pola hidup yang higienis dan dapat dilakukan sebagai upaya tindakan pencegahan ISPA.
  1. Hindarilah menyentuh bagian wajah, yang terutama sekali bagian mulut, hidung, dan juga mata, supaya Anda terlindung dari tertular-nya penyebaran virus dan juga bakteri.
  2. Teratur dalam mencuci tangan terutama sesudah melakukan kegiatan atau beraktivitas di tempat-tempat umum.
  3. Perbanyaklah mengonsumsi makanan yang kaya vitamin terutama sekali vitamin C. Karena vitamin sangat membantu untuk meningkatkan serta menjaga sistem kekebalan (imun) tubuh Anda.
  4. Ketika Anda sedang bersin, pastikanlah menutupnya dengan menggunakan tisu ataupun tangan. Ini dilakukan untuk membantu mencegah penyebaran penyakit ISPA yang dapat menular ke orang lain.
  5. Hindari merokok.

Blogger
Disqus
Pilih Sistem Komentar Yang Anda Sukai