Rabu, 21 Desember 2016

Kanker Darah Definisi Jenis Gejala Penyebab Dan Pengobatan Serta Penanganan Penyakit Kanker Darah Menurut Ilmu Kedokteran

Pusatmedik.org - Kanker Darah Definisi Jenis Gejala Penyebab Dan Pengobatan Serta Penanganan Penyakit Kanker Darah Menurut Ilmu Kedokteran – Mendengar kata kanker saja mungkin sebagian orang merasa takut. Karena kanker termasuk dalam penyakit yang serius dan bisa mematikan. Salah satu macam penyakit kanker yaitu penyakit kanker darah, yang akan menjadi bahasan kita kali ini.
http://www.pusatmedik.org/2016/12/kanker-darah-definisi-jenis-gejala-penyebab-dan-pengobatan-serta-penanganan-penyakit-kanker-darah-menurut-ilmu-kedokteran.html
Google Image: Kanker Darah Definisi Jenis Gejala Penyebab Dan Pengobatan Serta Penanganan Penyakit Kanker Darah Menurut Ilmu Kedokteran
Penyakit kanker darah memiliki gejala yang menyerupai penyakit biasa seperti flu, untuk itulah sebagian besar orang terlambat mengetahui bahwa dirinya terserang kanker darah. Sehingga penanganannya pun juga lebih sulit. Untuk itu penting sekali bagi kita semua mengetahui gejala, penyebab, dan pengobatan penyakit kanker darah. Jika anda ingin tahu lebih jauh, silahkan lanjutkan membaca.

Kanker Darah Definisi Jenis Gejala Penyebab Dan Pengobatan Serta Penanganan Penyakit Kanker Darah Menurut Ilmu Kedokteran


Definisi
Kanker darah ataupun leukemia merupakan kanker yang menyerang bagian sel-sel yang akan membentuk sel darah di dalam sumsum tulang. Normalnya, sel-sel darah putih berkembang secara teratur ketika tubuh memerlukannya untuk memberantas berbagai infeksi yang muncul.

Tetapi berbeda dengan penderita kanker darah. Bagian sumsum tulang justru memproduksi sel darah putih yang tidak normal, tidak bisa berfungsi dengan baik, serta jumlahnya berlebihan. Jumlah yang berlebihan mengakibatkan penumpukan di dalam sumsum tulang yang menyebabkan sel darah yang sehat jadi berkurang.

Jenis Kanker Darah
Berdasarkan kecepatan perkembangannya, leukemia dikelompokkan menjadi akut  serta kronis.

Leukemia akut berkembang cepat akibat penambahan dari jumlah sel-sel darah putih yang tidak normal yang pesat serta penyebarannya dalam aliran darah. Leukemia jenis ini perlu penanganan segera.

Sedangkan leukemia kronis berkembang dengan perlahan-lahan dalam jangka panjang. Gejala-gejalanya cenderung tak segera dirasakan sehingga sering terdiagnosis sesudah bertahun-tahun. Sel darah putih yang harusnya sudah mati namun tetap hidup serta menumpuk di dalam aliran darah, di sumsum tulang, dan organ-organ lainnya yang terkait.

Leukemia bisa dikategorikan menurut jenis dari sel-sel darah putih yang telah diserang. Leukemia yang menyerang sel limfa disebut leukemia limfotik sedangkan yang menyerang sel mieloid disebut dengan leukemia mielogen. Berdasarkan dari dua pengelompokan tersebut, ada empat jenis leukemia yang sering terjadi. Berikut penjelasan untuk tiap-tiap jenis.
  1. Leukemia limfotik akut/ ALL (acute lymphocytic leukemia)
    ALL bisa menghambat fungsi limfosit dan bisa menyebabkan pengidapnya mengalami infeksi serius. Leukemia ini biasanya di idap anak-anak, namun juga bisa menyerang dewasa.
  2. Leukemia mielogen akut/ AML  (acute myelogenous leukemia)
    Jenis ini umumnya menyerang dewasa. Namun AML juga bisa diidap anak-anak dan remaja. Kanker ini membentuk sel mieloid yang tak sempurna serta bisa menyumbat pembuluh darah.
  3. Leukemia limfotik kronis CLL (chronic lymphocytic leukemia)
    Jenis ini hanya dialami orang dewasa biasanya baru terdeteksi setelah stadium lanjut sebab pasien cenderung tak merasakan gejala-gejalanya dalam waktu lama.
  4. Leukemia mielogen kronis/ CML (Chronic myelogenous leukemia)
    Jenis ini umumnya dialami oleh orang dewasa. CML punya dua tahap. Di tahap pertama, sel abnormal n berkembang secara perlahan-lahan. Kemudian ketika memasuki tahap yang kedua, jumlah sel abnormal bertambah dengan pesat yang membuat kondisi pasien menurun drastis.

Secara umum, leukemia terjadi karena produksi sel-sel darah putih terlalu cepat yang menyebabkan banyak sel-sel yang belum terbentuk dengan sempurna dan akhirnya  menyebabkan kekebalan tubuh penderitanya tak berfungsi secara maksimal.

Gejala
Gejala kanker darah sangatlah beragam. Setiap penderita umumnya mengalami indikasi berbeda-beda, tergantung jenis kankernya. Indikasi-indikasi kanker ini j cenderung sulit dikenali sebab cenderung mirip kondisi lain, diantaranya seperti flu. Oleh sebab itu, sebaiknya kita mewaspadai gejala umum yang tak kian membaik ataupun mereda, seperti:
  1. Kelelahan atau lemas yang berkelanjutan.
  2. Demam.
  3. Sakit kepala.
  4. Menggigil.
  5. Muntah-muntah.
  6. Nyeri pada tulang ataupun sendi.
  7. Keringat berlebihan, yang terutama di malam hari.
  8. Berat badan turun.
  9. Pembengkakan di  limfa noda, hati, ataupun limpa.
  10. Mudah mengalami pendarahan (seperti sering mimisan) ataupun memar.
  11. Muncul infeksi parah ataupun sering terjadi.
  12. Muncul bintik-bintik merah di kulit.
Apabila anak Anda atau Anda mengalami gejala-gejala tersebut, periksakan lah diri dengan segera ke dokter.

Penyebab serta Faktor Risiko
Penyebab dasar leukemia belum diketahui dengan pasti. Namun ada sejumlah faktor yang telah diduga dapat meningkatkan risiko orang untuk terkena Leukemia, yaitu:
  1. Faktor keturunan.
  2. Kelainan genetik.
  3. Pernah melakukan pengobatan kanker seperti kemoterapi atau radioterapi
  4. Pengaruh kelainan darah, seperti myelodysplastic syndrome.
  5. Pernah mengalami pajanan radiasi tingkat tinggi ataupun zat-zat kimia tertentu.
  6. Merokok.

Diagnosis dan Pengobatan
Dokter akan menanyakan gejala yang ada sebelum dilakukan pemeriksaan kondisi fisik. Jika diduga mengidap kanker darah, misal karena ada pembengkakan di limfa noda, hati, ataupun limpa, dokter menganjurkan pemeriksaan secara lebih mendetail diantaranya meliputi tes darah dan biopsi sumsum tulang.

Sesudah diagnosis leukemia positif, dokter mendiskusikan langkah-langkah pengobatan yang tepat. Berikut ini merupakan metode pengobatan yang biasanya dianjurkan:
  1. Kemoterapi untuk membunuh sel kanker.
  2. Radioterapi untuk menghancurkan serta menghambat pertumbuhan sel kanker.
  3. Terapi terfokus yaitu untuk menyerang bagian rentan pada sel-sel kanker.
  4. Terapi biologis yaitu untuk membantu sistem imun (kekebalan tubuh) mengenali serta menyerang sel-sel kanker.
  5. Transplantasi sel induk (stem cell) untuk mengganti sumsum tulang yang rusak dengan yang masih sehat. Sel induk yang digunakan dapat berasal dari tubuh pasien atau tubuh pendonor. Kemoterapi ataupun radioterapi biasanya dilakukan sebagai langkah-langkah persiapan sebelum menjalani sebuah prosedur transplantasi ini.

Blogger
Disqus
Pilih Sistem Komentar Yang Anda Sukai