Rabu, 21 Desember 2016

Kembar Siam Definisi Gejala Jenis Penyebab dan Penanganan serta Pencegahan Kembar Siam Menurut Ilmu Kedokteran

Pusatmedik.org - Kembar Siam Definisi Gejala Jenis Penyebab dan Penanganan serta Pencegahan Kembar Siam Menurut Ilmu Kedokteran - Bagi sebagian pasutri memiliki bayi kembar sangatlah diidam-idamkan. Hal ini mungkin karena bayi kembar sering menjadi pusat perhatian pada keluarga besar anda, lucu, dipuji, dan juga menggemaskan. Biasanya orang yang mempunyai riwayat keturunan kembar dalam keluarga maka kemungkinan akan memiliki bayi yang kembar. Di samping itu beberapa teknologi sekarang ini memungkinkan sesorang mendapatkan bayi kembar, yang salah satu diantaranya dapat dilakukan dengan menggunakan obat-obatan yang bisa menstimulasi ovulasi ataupun dengan cara menggunakan cangkok embrio.
http://www.pusatmedik.org/2016/12/kembar-siam-definisi-gejala-jenis-penyebab-dan-penanganan-serta-pencegahan-kembar-siam-menurut-ilmu-kedokteran.html
Google Image: Kembar Siam Definisi Gejala Jenis Penyebab dan Penanganan serta Pencegahan Kembar Siam Menurut Ilmu Kedokteran
Pada kehamilan bayi kembar diperlukan perawatan yang lebih besar jika dibandingkan dengan kehamilan tunggal. Hal ini membuat keluhan yang dirasakan oleh ibu yang sedang mengandung bayi kembar meningkat hingga dua kali lipat. Keluhan yang muncul diantaranya adalah mual dan juga muntah yang berlebihan, bentuk payudara lebih besar, sering kali merasakan kelelahan dan juga berat badan naik secara yang signifikan di awal usia kehamilan.

Kembar Siam Definisi Gejala Jenis Penyebab dan Penanganan serta Pencegahan Kembar Siam Menurut Ilmu Kedokteran


Selain itu kehamilan kembar sering membuat ibu was-was, khawatir menimbulkan masalah. Adapun salah satu masalahnya yaitu kembar siam. Lalu apakah kembar siam itu? Apa penyebabnya? Adakah cara untuk mengatasinya? Jika anda ingin tahu lebih jauh silahkan lanjutkan membaca.

Definisi Kembar Siam
Adapun kembar siam merupakan kembar identik namun masih mempunyai bagian tubuh yang berhubungan/ terhubung. Kondisi seperti ini jumlahnya tiga kali lebih banyak terjadi pada seorang bayi dengan jenis kelamin perempuan jika dibandingkan dengan bayi berjenis kelamin pria.

Penyebab Kembar Siam
Sampai sekarang ini penyebab di balik kondisi kembar siam ini masih belum diketahui dengan pasti. Sebagian pakar menduga terdapat dua teori yang bisa memicu keadaan/ kondisi ini, diantaranya yaitu:
  1. Pembelahan yang tidak sempurna pada sebuah sel telur yang telah dibuahi. Adapun proses pembelahan satu buah sel telur menjadi sebanyak dua sel telur biasanya terjadi antara 8 sampai 12 hari sesudah sel telur tersebut bertemu sperma. Apabila pembelahan terjadi lebih dari jangka waktu tersebut, pembelahan cenderung berhenti sebelum proses tersebut selesai dengan sempurna.
  2. Ada dua embrio yang awal mulanya terpisah kemudian kembali menempel dan selanjutnya menyatu.

Jenis Kembar Siam
Adapun bagian tubuh yang saling terhubung pada bayi kembar siam sangat bermacam-macam. Perbedaan ini kemudian menjadi patokan saat menentukan jenis dari kembar siam. Bagian dada adalah bagian tubuh yang sering terhubung untuk sebagian besar bayi yang kembar siam.

Akan tetapi bayi yang mengalami kondisi kembar siam juga mempunyai kemungkinan untuk terhubung pada bagian tubuh yang lain, misalnya saja yaitu bagian perut, bagian tulang belakang, bagian panggul, atau bahkan bagian kepala.

Di samping beberapa jenis dari kembar siam yang telah disebutkan di atas, terdapat satu jenis kembar siang yang dikenal sebagai kembar siam parasitik. Kembar siam parasitic ini merupakan kondisi yang mana salah seorang dari bayi yang kembar memiliki ukuran yang lebih kecil serta fisiknya pun tak terbentuk dengan sempurna.

Diagnosis serta Penanganan Kembar Siam
Adapun kemungkinan kembar siam yang terjadi pada janin bisa diketahui lewat pemeriksaan menggunakan bantuan USG standar mulai trimester pertama masa kehamilan. Untuk melihat sejauh manakah bayi kembar terhubung serta bagaimanakah fungsi organ mereka, maka bisa dilakukan pemeriksaan dengan menggunakan alat yang lebih canggih lagi ketika trimester kedua, misalnya seperti USG yang sudah lebih mendetail, atau menggunakan echocardiogram, dan dapat juga menggunakan MRI scan.

Biasanya selama masa kehamilan, seorang ibu yang sedang mengandung bayi yang  kembar siam menjalani pemantauan yang dilakukan oleh dokter dengan cara saksama sampai melahirkan. Selain itu biasanya proses persalinan ibu yang mengandung bayi kembar siam adalah dengan operasi Caesar. Operasi Caesar ini biasanya direncanakan oleh dokter sebelum tanggal kelahiran. Contohnya saja, pada dua minggu sampai satu bulan sebelum waktu/ tanggal perkiraan kelahiran.

Di samping proses kelahirannya yang sulit, bayi yang kembar siam juga mempunyai peluang hidup yang cukup rendah. Kebanyakan bayi yang kembar siam cenderung meninggal/ kehilangan nyawa mereka di saat lahir atau tak lama setelahnya. Sedangkan sebagian kecil bayi yang kembar siam bertahan hidup berpeluang menjalani operasi pemisahan. Meskipun demikian, operasi yang akan dilakukan ini termasuk dalam prosedur yang sangat berisiko tinggi dan juga berbahaya.

Adapun tingkat kesulitan pada prosedur pemisahan yang dilakukan tentu tak sama untuk setiap pasangan bayi yang kembar siam. Perbedaan tersebut tergantung dari bagian tubuh mana serta organ dalam yang mana yang menyatu, dan tentu saja tergantung dari kondisi kesehatan bayi yang kembar siam tersebut. Keahlian dan pengalaman dari tim dokter bedah dapat menjadi kunci yang sangat penting dalam menentukan sukses tidaknya prosedur operasi. Di samping itu, dokter bedah juga perlu memikirkan mengenai operasi rekonstruksi apakah yang mungkin perlu untuk dilakukan apabila operasi pemisahan telah berhasil.

Pencegahan
Memiliki bayi kembar memang menjadi harapan sebagian besar pasutri. Namun terkadang mereka juga khawatir jika bayinya lahir dengan kondisi kembar siam. Untuk mencegah hal tersebut maka sebaiknya seorang ibu yang mengandung bayi yang kembar siam melakukan hal berikut:
  1. Menjaga kesehatan selama masa kehamilan
  2. Penuhi kebutuhan nutrisi dan gizi selama kehamilan
  3. Kenalilah tanda kehamilan Anda dengan rutin berkonsultasi atau melakukan USG

Blogger
Disqus
Pilih Sistem Komentar Yang Anda Sukai